Jangan Disepelekan! 7 Kebiasaan yang Bisa Merusak Jantung

Self

Katharina Menge・in 6 hours

detail-thumb

Kenali 7 kebiasaan yang bisa merusak jantung, mulai dari duduk terlalu lama, kurang tidur, pola makan tidak sehat, hingga stres yang tidak dikelola.

Kadang kita baru mulai serius memikirkan kesehatan jantung setelah mendengar kabar seseorang yang masih relatif muda tiba-tiba terkena serangan jantung. Padahal, menjaga jantung sebenarnya bukan sesuatu yang baru perlu dilakukan ketika usia sudah memasuki 40 atau 50 tahun.

Justru, kebiasaan yang kita lakukan sekarang—termasuk yang kelihatannya sepele—bisa ikut memengaruhi kesehatan jantung dalam jangka panjang. WHO menyebut pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan penggunaan tembakau sebagai beberapa faktor perilaku utama yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Beberapa kebiasaan sehari-hari yang dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung antara lain terlalu lama duduk, pola makan yang kurang sehat, merokok, kurang tidur, stres yang tidak dikelola, kurang aktif secara fisik, serta jarang memeriksa faktor risiko seperti tekanan darah dan kolesterol.

Lalu, kebiasaan apa saja yang sebaiknya mulai Mommies perhatikan?

BACA JUGA: Tidur di Weekend Bisa Menyehatkan Jantung, Kata Penelitian

1. Terlalu lama duduk dan minim bergerak

Foto: Magnific

Seharian duduk di depan laptop, lanjut duduk di mobil, kemudian malamnya rebahan sambil scroll media sosial. Kalau rutinitas ini terasa familiar, mungkin sudah waktunya mulai lebih sering bergerak.

Perilaku sedentari atau terlalu banyak duduk berkaitan dengan risiko kesehatan yang lebih buruk. Kementerian Kesehatan RI juga memasukkan gaya hidup sedentari dan kurang aktivitas fisik sebagai faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

Bahkan, olahraga beberapa kali seminggu tidak berarti Mommies harus duduk tanpa bergerak sepanjang hari. Rekomendasi AHA juga menekankan untuk lebih sedikit duduk dan lebih banyak bergerak sepanjang hari, termasuk dengan aktivitas berintensitas ringan.

Tidak harus langsung olahraga berat, kok, Mommies. Jalan kaki, naik-turun tangga, membereskan rumah, atau sekadar berdiri dan bergerak secara berkala di sela pekerjaan tetap lebih baik daripada terus-menerus duduk.

2. Sering makan makanan tinggi garam, gula, dan lemak

Gorengan sore hari, makanan instan saat sedang sibuk, minuman manis sebagai teman kerja—sesekali tentu bukan berarti langsung membuat jantung bermasalah. Yang perlu diperhatikan adalah ketika pilihan tersebut menjadi pola makan sehari-hari.

Konsumsi garam berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah, salah satu faktor risiko penyakit jantung. Sementara itu, pola makan yang tinggi lemak jenuh, gula tambahan, dan makanan ultra-proses juga dikaitkan dengan risiko kesehatan kardiometabolik yang kurang baik. AHA pada science advisory 2025 mencatat adanya hubungan antara konsumsi makanan ultra-proses yang lebih tinggi dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, meski tidak semua makanan ultra-proses memiliki kualitas gizi yang sama.

Jadi, bukan berarti Mommies harus langsung menghapus semua makanan favorit. Mulai dari lebih sering memilih makanan utuh atau minim proses, memperbanyak sayur dan buah, serta membatasi makanan yang tinggi garam, gula tambahan, dan lemak jenuh sudah merupakan langkah yang lebih realistis.

3. Merokok atau terlalu sering terpapar asap rokok

Kalau bicara soal kebiasaan yang bisa merusak jantung, merokok tentu tidak boleh dilewatkan. Bukan hanya perokok aktif, paparan asap rokok pada orang lain juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

WHO memasukkan penggunaan tembakau sebagai salah satu faktor perilaku utama penyakit jantung dan stroke. AHA juga menjelaskan bahwa penggunaan tembakau dapat meningkatkan tekanan darah dan merusak pembuluh darah, sementara paparan asap rokok juga meningkatkan risiko penyakit jantung pada orang yang tidak merokok.

Bahkan, penelitian yang dipublikasikan pada 2025 menemukan bahwa merokok dalam jumlah rendah sekalipun tetap berkaitan dengan peningkatan risiko kesehatan yang serius. Jadi, mengurangi jumlah rokok bukan berarti risikonya otomatis hilang; berhenti sepenuhnya tetap menjadi pilihan yang paling baik untuk kesehatan.

BACA JUGA: 20 Makanan yang Baik untuk Kesehatan Jantung, Enak dan Gampang Diolah

4. Menganggap kurang tidur sebagai hal biasa

“Cuma tidur lima jam, nanti juga bisa dibayar pas weekend.”

Ada yang sering berpikir seperti ini? Padahal, tidur bukan sekadar waktu untuk mengistirahatkan tubuh setelah seharian mengurus pekerjaan dan keluarga.

AHA merekomendasikan sebagian besar orang dewasa menargetkan 7–9 jam tidur setiap malam sebagai bagian dari pola hidup yang mendukung kesehatan jantung. Tidur yang terlalu sedikit maupun terlalu banyak juga dikaitkan dengan masalah kesehatan jantung.

Memang, buat Mommies yang masih sering terbangun karena anak, tidur 7–9 jam tanpa jeda mungkin terdengar seperti kemewahan. Namun, sebisa mungkin tetap prioritaskan waktu dan kualitas tidur, misalnya dengan mengurangi aktivitas yang tidak terlalu penting menjelang waktu istirahat.

5. Membiarkan stres menumpuk tanpa dikelola

Menjadi ibu, bekerja, mengurus rumah, memikirkan anak, pasangan, orang tua, sampai urusan finansial—stres dalam kehidupan sehari-hari memang tidak selalu bisa dihindari.

Yang perlu diperhatikan adalah ketika stres berlangsung terus-menerus dan tidak pernah diberi ruang untuk dikelola. AHA menjelaskan bahwa stres kronis dapat memengaruhi kesehatan dan dapat berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi, sekaligus mendorong kebiasaan yang kurang sehat seperti makan berlebihan, kurang bergerak, atau merokok. Hubungan langsung antara stres jangka panjang dan penyakit jantung sendiri masih terus diteliti.

Artinya, menjaga kesehatan jantung juga bisa dimulai dari hal yang sering dianggap bukan “urusan kesehatan”, seperti memberi diri sendiri waktu istirahat, tidur cukup, berolahraga, melakukan aktivitas yang menyenangkan, atau mencari bantuan ketika beban terasa terlalu berat.

6. Jarang berolahraga karena merasa terlalu sibuk

“Besok saja olahraganya, hari ini benar-benar nggak sempat.”

Kalau kalimat tersebut sudah terlalu sering muncul, mungkin Mommies tidak perlu menunggu punya waktu luang untuk mulai bergerak. Justru, aktivitas fisik sebaiknya dibuat menjadi bagian dari rutinitas.

AHA merekomendasikan orang dewasa melakukan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu, atau 75 menit aktivitas intensitas berat, ditambah latihan penguatan otot setidaknya dua kali seminggu. Aktivitas tersebut bisa dibagi sepanjang minggu sesuai kondisi dan rutinitas masing-masing.

Jadi, tidak harus langsung satu jam di gym. Jalan cepat 20–30 menit, beberapa kali seminggu, bisa menjadi awal yang lebih realistis. Yang penting, mulai bergerak dan tingkatkan durasi atau intensitas secara bertahap sesuai kemampuan tubuh.

BACA JUGA: Tips Menjaga Kesehatan Jantung Untuk Usia 20-an, 30-an, dan 40-an

7. Jarang mengecek tekanan darah dan kolesterol

Ini salah satu kebiasaan yang paling mudah terlewat karena merasa, “Saya sehat-sehat saja.”

Masalahnya, beberapa faktor risiko penyakit jantung memang tidak selalu menimbulkan gejala. Hipertensi, misalnya, biasanya tidak bisa diketahui hanya dari apa yang dirasakan tubuh dan perlu diukur untuk mengetahuinya. AHA menyebut pemeriksaan tekanan darah sebagai salah satu pemeriksaan penting untuk memantau kesehatan jantung.

Pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, gula darah, dan faktor risiko lainnya dapat membantu mengetahui kondisi yang mungkin tidak menimbulkan gejala. Frekuensi pemeriksaannya sebaiknya disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, riwayat keluarga, dan faktor risiko masing-masing, bukan disamaratakan untuk semua orang.

Jadi, jangan menunggu tubuh memberikan “peringatan” baru kemudian memeriksakan diri.

Cara Mengurangi Kebiasaan yang Merusak Jantung

Foto: Magnific

Kesehatan jantung bukan hanya soal olahraga atau menghindari makanan berminyak. Pola makan, aktivitas fisik, tidur, stres, kebiasaan merokok, dan pemantauan faktor risiko semuanya merupakan bagian dari gaya hidup yang dapat memengaruhi kesehatan kardiovaskular.

Mommies juga tidak perlu mengubah seluruh gaya hidup dalam satu malam. Mulai saja dari satu kebiasaan yang paling mungkin diperbaiki—lebih sering jalan kaki, mengurangi makanan asin, tidur lebih awal, mengurangi paparan asap rokok, atau menjadwalkan pemeriksaan kesehatan.

Karena pada akhirnya, menjaga jantung bukan tentang hidup sempurna. Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan baik sedikit demi sedikit dan menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA: 5 Rekomendasi Suplemen Untuk Jantung Anda

Cover: Magnific