Kapan Anak Paling Fokus Belajar Saat Puasa? Ini Waktu yang Disarankan Menurut Pakar

Education

Sisca Christina・in 4 hours

detail-thumb

Benarkah perubahan pola hidup saat puasa membuat anak sulit konsentrasi? Atau malah daya fokus belajar saat puasa bisa makin meningkat? Cek faktanya di sini.

Menjalani kegiatan belajar sehari-hari di sekolah selama bulan puasa tentu menjadi tantangan tersendiri bagi anak-anak. Terutama bagi anak-anak yang lebih kecil, misalnya kelas 1-3 SD, yang sebagian masih belajar berpuasa.

Tubuh lemas, perut lapar dan rasa kantuk akibat perubahan pola hidup selama puasa, rentan mengintai dan bisa memengaruhi fokus anak-anak saat belajar. Apakah benar, puasa membuat anak-anak sulit fokus?

Pengaruh Puasa terhadap Konsentrasi Belajar Anak

Saat puasa, pola makan dan tidur anak berubah. Perubahan pola makan tersebut membuat kadar glukosa dalam darah menurun. Padahal, glukosa dibutuhkan otak sebagai sumber energi utama untuk menjalankan fungsinya, seperti berpikir, belajar, memecahkan masalah dan seterusnya. Menurunnya kadar glukosa dalam darah inilah yang bisa membuat tubuh anak terasa lemas dan sulit berkonsentrasi.

Sama halnya dengan pola tidur. Perubahan pola tidur selama puasa, ditambah kurangnya asupan energi membuat anak lebih cepat merasa lelah dan mengantuk di siang hari. Inipun bisa memengaruhi daya ingat dan konsentrasi anak.

Faktanya, Puasa Justru Bisa Meningkatkan Fungsi Otak

Terlepas dari puasa yang bisa berpengaruh terhadap fokus anak. Fakta sebaliknya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa puasa justru bisa meningkatkan fungsi otak. Berpuasa disebut-sebut dapat meningkatkan produksi protein Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF) yang berperan dalam meningkatkan fungsi kognitif dan daya ingat.

Dilansir dari situs Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kepala BPOM Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD., Ph.D. yang juga merupakan ilmuwan neurosains menyebutkan bahwa puasa dapat membuat otak bekerja lebih prima, meningkatkan kesehatan mental serta mengoptimalkan fungsi kognitif.

Baca juga: 10 Pelajaran Penting yang Didapat Anak saat Puasa Ramadan, Bukan Sekadar Menahan Lapar

Dari perspektif neurosains, Taruna menjelaskan bahwa puasa memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan saraf otak. Puasa bisa membuat neurotransmiter otak menjadi baik. Beliau menjelaskan, ada tiga bentuk utama dari jaringan otak yang memengaruhinya.

Pertama, neurosinaptik, ketika otak terlibat pembelajaran baru. Beliau memaparkan bahwa apabila berpuasa sebulan penuh, struktur otak kita diarahkan untuk berlatih berpikiran positif. Ini bisa membentuk perilaku yang sebelumnya lebih mudah marah, menjadi lebih sabar.

Kedua, neurogenesis, yaitu proses regenerasi sel-sel saraf di otak untuk menggantikan sel-sel yang rusak atau mati. Taruna menjelaskan bahwa ketika berpuasa, akan terjadi proses otofagi pada sel-sel otak yang jelek, yang kemudian melahirkan sel-sel baru, dan regenerasi sel lebih muda. Ini membuat otak kita menjadi lebih segar dan lebih mudah ingat.

Ketiga, neurokompensasi. Ketika seseorang menua, plastisitas otak menurun. Namun dengan melakukan pembiasaan, maka kinerja otak terlatih menjadi lebih baik. Saat puasa, kemampuan kompensasi otak kita semakin bagus. Dengan latihan puasa, maka otak akan berupaya lebih baik melatih dirinya.

Cara Agar Anak Tetap Fokus Belajar Saat Puasa

Secara ilmiah, puasa dapat memengaruhi daya konsentrasi anak akibat perubahan pola hidup selama puasa; namun juga malah bisa meningkatkan fungsi kognitif anak.

Nah, yang mana yang terjadi pada anak kita, tentunya dipengaruhi berbagai faktor. Orang tua perlu membantu anak untuk melewati proses adaptasi di awal puasa, demi kelancaran berpuasa dan proses belajar akademik.

Menurut Psikolog Anak dan Remaja, Alia Mufida, M.Psi., Psikolog, yang akrab disapa Fida, apakah anak tetap bisa fokus belajar saat puasa, dipengaruhi beberapa faktor.

fokus belajar saat puasa

Foto: Image by freepik

“Pertama usia anak, lalu kondisi sosiokultural anak termasuk lingkungan sekolah dan keluarga, dan seberapa suportif lingkungan tersebut bagi anak. Serta, yang tak kalah penting yaitu asupan gizi anak, mencakup kelengkapan gizi dan pemenuhan cairan tubuh saat berbuka hingga sahur,” jelas Fida.

Baca juga: MD Ask the Expert: Menu Sahur dan Buka Puasa Bergizi untuk Anak

Waktu Terbaik untuk Anak Fokus Belajar Saat Puasa

Fida melanjutkan, “Untuk membantu anak tetap bisa fokus belajar saat puasa, ada beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua, yaitu:

  1. Memastikan kecukupan asupan cairan dan gizi saat sahur, berbuka hingga waktu tidur. Ini penting agar saat puasa tidak mengalami kekurangan cairan yang menyebabkan kehilangan fokus atau badan lemas.
  2. Waktu belajar paling tepat biasanya di pagi hari setelah sahur di saat energi masih cukup tinggi; atau di malam hari setelah buka puasa. Tidak disarankan untuk belajar di sore hari saat energi biasanya paling rendah; di mana tantangan seperti “fasting brain fog” bisa terjadi dan membuat anak menjadi sulit fokus.
  3. Memprioritaskan pembelajaran. Anak membutuhkan dukungan orang tua dan guru untuk membantu memilih dan memilah pelajaran atau latihan apa yang butuh dipelajari terlebih dahulu agar dapat menggunakan waktu dan energi seefisien mungkin.”

Kesimpulannya, walau puasa bisa saja memengaruhi daya konsentrasi belajar anak, namun dengan strategi yang tepat dan dukungan orang tua, anak bisa tetap fokus belajar, dan mempertahankan prestasi akademiknya selama puasa.

Baca juga: 16 Rekomendasi Buku Anak Bertema Ramadan dan Puasa, Bikin Si Kecil Makin Semangat Ibadah

Cover: Image by jcomp on Freepik