
Ingin lanjut S2 atau S3 setelah punya anak? Ini syarat daftar Beasiswa LPDP lengkap, dari dokumen, IPK, usia, sampai tips lolos seleksi.
Menikah dan punya anak bukanlah penghalang bagi setiap orang untuk melanjutkan pendidikan. Kalau Mommies dan Daddies punya mimpi kuliah lagi setelah menikah dan punya anak, tenang, kalian nggak sendirian. Sebab ada banyak orang tua lainnya yang mulai mempertimbangkan untuk melanjutkan pendidikan S2 atau bahkan S3 demi pengembangan diri, karier, atau ingin pindah jalur profesional.
Salah satu beasiswa paling populer dan kompetitif di Indonesia adalah Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program ini berada di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan membiayai studi magister dan doktoral, baik di dalam maupun luar negeri.
Kalau Mommies dan Daddies tertarik untuk daftar, ini dia syarat lengkap Beasiswa LPDP yang perlu dipahami dan dipersiapkan.
BACA JUGA: Remaja Mommies Ingin Melamar Beasiswa ke Luar Negeri? Siapkan 7 Hal Ini!
Beasiswa LPDP adalah program pendanaan pendidikan dari pemerintah Indonesia yang ditujukan untuk calon mahasiswa S2 dan S3. Beasiswa ini menanggung:
Artinya, secara finansial sangat membantu, terutama buat orang tua yang harus memikirkan kebutuhan keluarga.

Berikut syarat umum yang biasanya wajib dipenuhi. Namun tetap pastikan untuk mengecek buku panduan resmi tiap batch karena bisa saja ada perubahan.
Mommies dan Daddies harus merupakan WNI dan memiliki KTP yang masih berlaku.
Ijazah luar negeri harus sudah disetarakan.
Umumnya:
Namun ada kategori khusus, seperti afirmasi atau PNS, yang punya batas usia berbeda.
Minimal IPK:
Beberapa kategori afirmasi bisa memiliki ketentuan berbeda.
Skor minimal berbeda tergantung jenjang dan universitas.
Letter of Acceptance (LoA) unconditional dari universitas tujuan bisa jadi nilai tambah, bahkan untuk beberapa jalur bisa langsung masuk tahap tertentu.
Beberapa dokumen penting yang wajib dipersiapkan:
Untuk Mommies dan Daddies yang sudah bekerja, biasanya juga perlu surat izin atasan.
Jawabannya adalah bisa banget.
Status menikah dan punya anak bukan jadi penghalang, kok. Bahkan banyak awardee LPDP yang akhirnya berangkat kuliah bersama keluarga atau menjalani long distance marriage sementara waktu.
Hal yang perlu Mommies dan Daddies dipertimbangkan justru adalah:
Mommies dan Daddies juga harus tahu bahwa ada beberapa skema yang memberikan tunjangan keluarga, meski dengan ketentuan tertentu, ya. Namun, nggak ada salahnya dicari tahu, kan? Karena nantinya bisa sangat membantu.

Selain persiapan, Mommies dan Daddies juga harus tahu tahapan seleksi yang akan kalian jalani. Secara umum, proses seleksi beasiswa LPDP nya terdiri dari:
Di tahap wawancara, biasanya pewawancara akan menggali tentang:
Buat yang sudah jadi orang tua, justru pengalaman hidup dan profesional bisa jadi nilai plus di tahap seleksi ini, asalkan mampu dikemas dengan baik. Jadi, perlu juga latihan untuk persiapan wawancaranya nanti.
Nah, kalau Mommies dan Daddies sudah mantap untuk daftar beasiswa LPDP, sebaiknya dari sekarang mulai persiapkan beberapa hal berikut:
Kesuksesan akademik saja kurang, jadi bangun narasi yang kuat sehingga membuat panel wawancara terpanggil secara emosional.
Studi S2/S3 itu butuh waktu dan dukungan nyata di rumah. Jadi, diskusikan dengan pasangan dan keluarga besar tentang rencana pendidikan Mommies dan Daddies ini. Selain kalian butuh bantuan, hal ini juga untuk menghindari timbulnya konflik keluarga.
Tidak cukup hanya punya dokumen lengkap, tetapi Mommies dan Daddies harus bisa menyampaikan secara luwes saat wawancara.
LPDP ingin melihat bahwa pilihanmu bukan sekadar “ada beasiswa”, tetapi benar-benar cocok untuk tujuan studi dan kontribusi kamu.
Pengalaman langsung itu sering jadi rahasia lolos yang tidak tertulis di panduan resmi. Jadi, kalau punya kenalan yang sudah pernah atau sedang menjalani LPDP, kalian bisa bertanya kepada mereka.
Karena LPDP bukan hanya soal pintar, tapi soal visi dan konsistensi.
Jawabannya kembali ke prioritas masing-masing keluarga. Namun saat ini ada banyak orang tua yang merasa kuliah lagi justru membuat mereka lebih percaya diri, punya network baru, dan membuka peluang karier yang lebih luas.
Kalau memang mimpi Mommies dan Daddies untuk mengenyam pendidikan masih ada, dan secara perencanaan sudah matang, kenapa tidak dicoba? Karena jadi orang tua bukan berarti berhenti bertumbuh, kan?
Untuk info lengkap LPDP, Mommies dan Daddies bisa cek langsung di website mereka di LPDP Kemenkeu.
BACA JUGA: Beasiswa Garuda Pengganti BIM, Siapa yang Bisa Daftar?
Cover: Freepik