Doa Cepat Terkabul? Ini 7 Waktu Terbaik untuk Berdoa di Bulan Puasa

Self

Mommies Daily・24 Mar 2024

detail-thumb

Banyak yang bilang bahwa 7 waktu berdoa ini sangat membantu agar doa cepet terkabul d bulan puasa. Silahkan dicoba!

Masih lancar, kan, puasanya, Mommies? Bulan suci Ramadhan ini memang telah lama menjadi momen yang sangat istimewa bagi umat Muslim. Selama bulan ini, umat Islam berkomitmen untuk menjalankan puasa, menahan diri dari makan, minum, dan aktivitas duniawi lainnya dari fajar hingga terbenamnya matahari. Salah satu hal utama lain yang baik dikerjakan di bulan Ramadhan ini adalah berdoa.

Dalam bulan Ramadhan, di mana waktu dan energi seringkali dituntut oleh puasa dan ibadah lainnya, penting untuk memahami waktu-waktu terbaik untuk berdoa yang mustajab. Ini bukan hanya tentang memanfaatkan waktu terluang, tetapi juga tentang memilih waktu yang paling penuh berkah dan paling mungkin untuk memperoleh respons dari Allah SWT.

BACA JUGA: 50 Ucapan Selamat Puasa untuk Pacar, Keluarga, Teman, dan Atasan

7 Waktu Terbaik untuk Berdoa di Bulan Puasa

Bulan Ramadhan adalah periode refleksi, ibadah, dan mendekatkan diri pada Allah SWT. Dalam keintiman spiritual ini, penting untuk memahami waktu tertentu yang memberikan peluang terbaik untuk berdoa dan mendapatkan keberkahan yang lebih besar. Berikut 7 waktu terbaik untuk berdoa di bulan puasa.

waktu berdoa

Foto: Freepik

1. Sahur: Waktu Awal yang Penuh Berkah

Sahur, waktu sebelum fajar, adalah momen ketika umat Muslim memulai puasa mereka dengan suapan terakhir sebelum terbitnya matahari. Waktu ini adalah awal yang penuh berkah untuk berdoa. Ketika keheningan malam masih menyelimuti bumi, berdoa di saat-saat awal sahur membawa kedekatan yang intens dengan Allah SWT. Ini adalah waktu ketika hati dan pikiran masih segar, dan permohonan kita dapat menjadi lebih tulus. Hal ini dijelaskan dalam hadist Bukhari dan Muslim:

“Rabb kita turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman, “Siapa saja yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Menjelang Berbuka Puasa

Ketika matahari mulai terbenam dan waktu berbuka tiba, umat Muslim dianjurkan untuk membatalkan puasa mereka dengan kurma atau air. Namun, di balik kesibukan mempersiapkan makanan, jangan lupa untuk berdoa. Menjelang berbuka puasa adalah saat yang sangat diberkahi, di mana doa-doa kita memiliki potensi besar untuk dikabulkan. Ini adalah momen ketika Allah SWT paling mungkin memberikan karunia-Nya kepada hamba-Nya yang lapar dan haus. Hal ini sesuai dengan hadis berikut ini:

“Sesungguhnya orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak tertolak pada saat berbuka.” (HR Ibnu Majah)

“Jika Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam berbuka, ia berdoa: Dzahabaz zhamaa-u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah (Telah hilang dahaga, telah basah urat-urat dan semoga ganjaran didapatkan, insya Allah).” (HR Abu Dawud ).

3. Shalat Tarawih: Mengisi Malam dengan Doa

Shalat tarawih adalah ibadah sunnah yang dilakukan setelah shalat Isya’ selama bulan Ramadhan. Di antara rakaat-rakaatnya, ada momen untuk berdoa di sujud. Saat kita bersujud di hadapan Allah SWT, kita berada dalam posisi paling rendah di hadapan-Nya, dan doa-doa kita menjadi lebih kuat. Menggunakan waktu-waktu sujud ini untuk memohon ampunan, petunjuk, dan keberkahan adalah cara yang sangat bijaksana untuk mengisi malam-malam Ramadhan.

4. Sepertiga Malam Terakhir: Menyongsong Kehadiran Allah

Dikatakan bahwa Allah SWT turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir di bulan Ramadhan. Momen ini merupakan kesempatan emas untuk berdoa dan memohon kepada-Nya. Di tengah ketenangan malam, ketika dunia tertidur, kita dapat mencari kedekatan yang lebih dalam dengan Sang Pencipta. Saat kita memohon dengan tulus di sepertiga malam terakhir, Allah SWT sangat mungkin mendengar dan mengabulkan doa-doa kita.

Hal ini sebagaimana diriwayatkan melalui hadis berikut:

“Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir di setiap malamnya. Kemudian berfirman: ‘Siapa saja yang berdoa kepada-Ku akan Kukabulkan, siapa saja yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberi, siapa saja yang memohon ampunan dari-Ku akan Kuampuni‘” (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Di Antara Adzan dan Iqamah: Jendela Keberkahan

Antara adzan dan iqamah, sebelum memulai shalat fardhu, adalah waktu yang sangat dianjurkan untuk berdoa. Ini adalah momen ketika pintu langit terbuka, dan doa-doa umat Islam didengar oleh Allah SWT. Dalam kesibukan persiapan shalat, jangan lewatkan kesempatan berharga ini untuk memohon ampunan dan petunjuk. Hal ini sesuai dengan hadis berikut:

“Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ahmad; shahih)

6. Malam Lailatul Qadar

Lailatul Qadar adalah waktu yang sangat istimewa dan penuh berkah untuk berdoa selama bulan Ramadhan. Lailatul Qadar, atau Malam Kebijaksanaan, adalah malam yang dipercayai lebih baik daripada seribu bulan, seperti yang diungkapkan dalam Al-Qur’an (Surah Al-Qadr, ayat 3). Malam ini sangat penting dalam tradisi Islam karena pada malam itu diturunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW.

Berdoa di Lailatul Qadar memiliki nilai dan keutamaan yang besar dalam Islam. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Ingatlah, bahwasanya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.” (Surah Al-Qadr, ayat 1-4)

Oleh karena itu, berdoa di malam Lailatul Qadar dianggap sebagai peluang yang sangat besar untuk mendapatkan ampunan, keberkahan, dan pertolongan dari Allah SWT. Menurut hadis, Rasulullah SAW juga mengajarkan umat Islam untuk memperbanyak doa, istighfar (memohon ampunan), dan dzikir pada malam Lailatul Qadar.

Selain itu, karena malam Lailatul Qadar tidak pasti kapan tepatnya terjadi, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan berdoa pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan, khususnya pada malam ganjil (seperti malam ke-21, ke-23, atau ke-25) karena kemungkinan besar Lailatul Qadar terjadi pada salah satu malam tersebut.

7. Hari Jumat

Dalam agama Islam, hari Jumat memiliki status yang istimewa karena merupakan hari yang dipilih Allah SWT sebagai waktu shalat Jumat wajib bagi umat Muslim. Rasulullah Muhammad SAW juga memberikan penekanan khusus pada hari Jumat dalam hadis-hadisnya. Oleh karena itu, berdoa pada hari Jumat adalah tindakan yang sangat dianjurkan dalam Islam.

Dikatakan bahwa doa-doa yang dimohonkan pada hari Jumat memiliki peluang lebih besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT. Ini merupakan ajaran yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dalam beberapa hadis. Berikut salah satunya:

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam menyebutkan tentang hari Jumat kemudian beliau bersabda:

Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa di waktu itu, pasti diberikan apa yang ia minta.” Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut. (HR. Bukhari dan Muslim).

Di antara keutamaan hari Jumat di bulan Ramadhan adalah kekhususan Jumat terakhir sebelum berakhirnya bulan suci. Pada hari Jumat terakhir Ramadhan, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, berdoa, dan memohon ampunan kepada Allah SWT, karena ini adalah momen yang sangat berharga untuk memperoleh keberkahan dan pahala.

waktu berdoa

Foto: Freepik

Bulan Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus. Ini adalah tentang mendalami spiritualitas, menemukan kedekatan dengan Allah, dan memperbaiki hubungan kita dengan sesama manusia.

Dalam upaya ini, memanfaatkan waktu terbaik untuk berdoa adalah kunci. Dari sahur hingga sepertiga malam terakhir, setiap saat dalam bulan Ramadhan memiliki keistimewaan dan berkahnya sendiri.

Dengan memanfaatkannya sebaik mungkin, kita dapat menemukan kedekatan yang lebih dalam dengan Sang Pencipta dan memperoleh keberkahan yang melimpah dalam hidup kita ya, Mommies.

BACA JUGA: Hukum Mimpi Basah saat Puasa, Batal atau Bisa Lanjut?

Ditulis oleh: Kalamula Sachi

Cover: Freepik