Aneesa Tanjung: Mengembangkan Bisnis Tidak Jauh Beda dengan Membesarkan Anak, Pakai Naluri

#MommiesWorkingIt

fiaindriokusumo・15 Jan 2024

detail-thumb

Menjalani bisnis yang dibangun di saat pandemi Covid melanda sekaligus menjalani peran sebagai ibu di usia 30 tahun, Aneesa Tanjung menceritakan tentang tantangan, ketakutan serta harapannya untuk bisnis serta anak-anaknya.

Aneesa Tanjung, di usianya yang ke-30 tahun sudah menjadi seorang leader  untuk 300 orang terapis pijat yang tersebar di banyak kota di Indonesia. Yes, perempuan cantik ini adalah founder sekaligus owner dari Berseri Spa. Spa home treatment yang didirikan saat Covid-19 melanda, tepatnya di tanggal 23 Februari 2021. Bermula dari tiga terapis hingga kini ada total 300 terapis yang tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Karawang, Banten, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Malang dan Surabaya, serta masih akan ada banyak kota-kota lain berikutnya.

Alasan didirikannya Berseri Spa pun juga sangat “manis” karena niatnya adalah ingin memberi tempat bagi para terapis profesional berumur yang di tempat lain sudah jarang digunakan jasanya karena faktor usia. Sebagai salah satu orang yang pernah merasakan nikmatnya pijatan dari tangan para bapak-ibu terapis Berseri Spa, memang harus saya akui, walau secara usia para terapis ini sudah cukup tua, namun pengalaman tidak bisa bohong. Tenaga mereka tetap kuat, mereka paham area-area otot yang sedang bermasalah, dan tahu kapan harus memberikan tekanan kencang kapan harus memberi tekanan lembut.

Baca juga: Rekomendasi Spa & Pijat Untuk Ibu Hamil

Aneesa ingin agar di usia lanjut, para bapak dan ibu terapis ini tetap bisa mencari nafkah, menyekolahkan anak-anak hingga perguruan tinggi dan tentu saja sukses bersama Berseri Spa.

Berikut wawancara saya dengan Aneesa Tanjung mengenai tantangan yang dia hadapi sebagai seorang pebisnis perempuan, ketakutannya menjalani peran sebagai ibu dan pesannya untuk anak-anaknya di saat mereka kelak memasuki usia remaja.

Tiga Kekhawatiran menjadi ibu dan cara menyiasatinya…

Pertama, khawatir belum bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anak. Kedua, khawatir kalau aku nggak akan punya waktu untuk diri sendiri. Terakhir, aku takut kehabisan waktu untuk bisa melihat dan mendampingi tumbuh kembang anak-anak aku, mengingat aku juga menjalani peran sebagai ibu bekerja. Dan untuk mengatasi semua kekhawatiran aku ini, ya berusaha semaksimal mungkin memprioritaskan anak-anak dan keluarga di tengah-tengah kesibukan aku. Kantor juga aku pindah lokasinya supaya berdekatan dengan rumah. Dan selalu menyempatkan diri bermain dengan anak-anak saat di rumah serta menemani mereka hingga tidur.

Dua tantangan terbesar menjadi pengusaha perempuan di Indonesia dan cara menghadapi tantangan tersebut…

Pertama, seperti kita tahu stigma perempuan di Indonesia itu lekat dengan emosional, tidak logis dan bermental lemah karena menurut banyak orang, laki-laki itu lebih logis. Kedua, sudah pasti menyeimbangkan urusan pekerjaan dengan urusan rumah juga menjadi tantangan perempuan bekerja di Indonesia. Tapi untuk aku pribadi, mengembangkan bisnis itu nggak jauh beda kok seperti kita mendidik serta membesarkan anak. Diasuh, dituntun agar bisnis bisa berkembang dan berjalan dengan baik. Jika pemimpin laki-laki katanya mengedepankan logikan, buat aku, perempuan bisa banget menerapkan naluri seorang ibu untuk mengembangkan bisnisnya.

Ingin diingat oleh anak sebagai ibu yang ……

Sebagai ibu yang hebat dan sahabat terbaik mereka.

Pesan yang ingin disampaikan ke anak-anak ketika mereka memasuki usia remaja

Mama sayang kalian, dan ketika kalian memasuki usia remaja, hingga dewasa kelak, selalu tetap menyayangi satu sama lain. Ingat bahwa doa mama selalu menyertai setiap langkah kalian.

Support system terbaik seorang Aneesa Tanjung…

Anak dan suami, keluarga dan tentu saja karyawan. Tanpa mereka, rasa-rasanya aku tidak akan berada di posisi aku saat ini.

Semoga semakin banyak pebisnis-pebisnis yang membutuhkan tenaga kerja lansia agar di usia yang tidak produktif lagi, para bapak dan ibu ini tetap merasa bisa mekakukan sesuatu yang berharga untuk hidup mereka.