banner-detik
SEX & RELATIONSHIP

15 Ciri Pasangan Super Egois, Semoga Pasangan Anda Tidak

author

Fannya Gita Alamanda03 Sep 2023

15 Ciri Pasangan Super Egois, Semoga Pasangan Anda Tidak

Pernahkah merasa hanya sibuk membuat pasangan bahagia tapi tidak sebaliknya? Mungkin pasangan Anda masuk ke salah satu ciri pasangan egois.

Pernikahan adalah jalan dua arah, “saling” itu wajib hukumnya. Saling berbagi cinta, kepercayaan, respek, dan tanggung jawab secara seimbang. Jadi, ketika bukan itu yang terjadi, hanya satu pihak yang bahagia. Pasti bukan begitu pernikahan dan pasangan hidup yang setiap orang impikan.

Orang yang egois tidak pernah menganggap perasaan, harapan, dan kesejahteraan pasangannya penting. Terkadang perilaku egois bisa berasal dari pengalaman masa kecil menjadi anak tunggal, tidak pernah belajar berbagi, atau seiring seseorang bertambah dewasa, dia memiliki perasaan insecure. Tapi kalau sifat atau tindakan egois baru muncul setelah Anda menikah, penyebabnya bisa karena kelahiran anak, stres pekerjaan, atau dia sudah punya bibit merasa dirinya super penting sehingga keinginannya harus diutamakan.

Pernikahan dengan orang yang egois sulit berhasil karena menurut Clinical Hypnotherapist dan Relationship Coach Keya Murthy, orang yang egois tidak akan berubah demi orang lain. “Ketika mereka berubah, mereka melakukannya hanya karena hal itu ada untungnya buat mereka. Orang yang egois bakal sulit bersikap tidak mementingkan diri sendiri seperti orang yang tidak mementingkan diri sendiri mustahil bersikap egois,” kata Murthy.

BACA JUGA: 9 Hal Berbahaya yang Jangan Dikatakan Pria Beristri Kepada Perempuan Lain!

Tanda Pasangan Egois

Jika sadar pasangan egois, tentu ini masalah yang harus dicari jalan keluarnya agar pernikahan Mommies atau Daddies nggak seperti ban yang bocor tipis, perlahan tapi pasti akan kempis. Kenali ciri-ciri pasangan egois lalu coba perbaiki bersama-sama.

1. Sangat dominan

Pasangan yang egois selalu ingin memegang kendali dan mendominasi semaksimal yang ia mampu. Dia membuat pasangannya merasa kurang berharga dan meremehkannya. Kompromi nggak ada di dalam kamusnya. Semua harus sesuai keinginannya. Jika sesuatu tidak berjalan sesuai keinginannya atau dia tidak mendapatkan yang diinginkannya, dia akan marah besar.

2. Harus selalu diprioritaskan

Dia begitu mementingkan diri sendiri sehingga tidak peduli dengan keinginan dan kebutuhan pasangan. Kesejahteraan dan tingkat kenyamanan pasangan tidak penting baginya karena semua harus sesuai dengan pilihan dan keputusannya. Tidak ada diskusi, negosiasi, apalagi kompromi. Sekalipun dia membelikan pasangannya sesuatu atau melakukan sesuatu yang seakan-akan menunjukkan dia peduli, dia tidak akan mau repot-repot bertanya apakah itu sesuatu yang pasangannya inginkan.

3. Tidak pernah ada saat pasangannya butuh dia

Ada saat-saat dalam hidup ketika kita mengalami kesulitan dan butuh seseorang untuk menguatkan kita. Sayangnya, jika pasangan Mommies atau Daddies adalah orang yang egois, dia nggak akan memahami kondisi kita dan tidak berminat melakukan apa pun yang dapat menghibur kita. Yep, dia tidak akan melakukan hal-hal manis dan baik seperti yang selalu kita lakukan untuknya. Seringnya, dia malah jengkel lihat wajah kita sedih.

4. Tidak menghargai Anda sebagai pasangannya

Rasa hormat dapat ditunjukkan dengan banyak cara. Tetapi ‘keunikan’ pasangan yang egois, ia akan melakukan banyak cara untuk menunjukkan dia tidak menghargai Anda sebagai pasangannya. Contoh yang sederhana saja, dia sering memotong ucapan pasangannya padahal pasangannya belum selesai bicara. Baginya pendapat pasangannya nggak penting untuk dia dengar.

Dia tidak peduli dengan semua yang pasangannya lakukan untuknya dan tidak pernah menyediakan waktu untuk pasangannya.

Menurut Life Coach Ann Papayoti, orang yang egois selalu menempatkan diri, kebutuhan, tujuan, dan keinginannya di atas orang lain.

5. Tidak peduli dengan minat Anda

Pasangan suami istri selalu memiliki hobi dan minat yang berbeda. Itu normal. Namun, yang tidak normal adalah pasangan Anda tidak peduli dengan minat dan kesenangan Anda, tapi menuntut Anda mendukung hobi dan kesenangannya.

Dan yang sangat menyedihkan, Anda tahu semua hal yang ia sukai dan tidak suka, tapi dia tidak tahu apa pun tentang hal-hal yang membuat Anda senang atau benci.

6. Menganggap perasaan Anda tidak penting

Saking nggak pedulinya sama perasaan Anda, si pasangan egois bahkan nggak peka ketika Anda sedang kesal. Jika Mommies atau Daddies dan si pasangan egois bertengkar dan Anda menangis, dia tetap tidak akan peduli dan nggak mau repot-repot telepon atau tanya untuk tahu apakah Anda baik-baik saja.

7. Memperlakukan Anda seperti pelayan

Suami yang egois percaya pada norma-norma seksis di masa lalu seperti perempuan itu tugasnya ya ngurus anak, masak, beberes rumah. Karena keyakinan ini, boro-boro membantu, nanya apakah Anda butuh bantuan pun tidak akan terjadi.

Menurut Relationship and Communication Coach Marilyn Sutherland, wanita sering kali mengorbankan dirinya demi merawat dan membahagiakan orang lain tapi kerap lupa, dia juga berhak bahagia, salah satunya dengan merawat dirinya sendiri.

BACA JUGA: Saya Menjadi Isteri yang Lebih Bahagia Ketika Berhenti Melakukan 11 Hal Ini

8. Kebutuhan seks Anda bukan prioritasnya

Ketika pasangan Anda adalah manusia egois, kebutuhan Anda di kamar tidur pun tidak akan terpenuhi. Dia tidak akan berusaha menyenangkan Anda yang dia pedulikan hanya kesenangan dan kenikmatannya sendiri dengan mengikuti kecepatan dan ritmenya. Apakah dia peduli pasangannya sedang ingin berhubungan seks atau tidak? Apakah dia peduli untuk bertanya pasangannya puas atau tidak? Tentu saja tidak!

9. Dia tidak ambil pusing dengan keluarga dan teman-teman Anda

Biasanya, suami dan istri saling menghormati keluarga dan teman-teman pasangannya. Namun, hal ini tidak terjadi jika memiliki pasangan yang egois. Dan dia bahkan tidak merasa perlu menyembunyikan sikap masa bodohnya itu. Luar biasa kan?

10. Salah satu kepuasannya adalah mengkritik Anda

Tidak peduli seberapa keras Anda berusaha menyenangkannya, dia tidak akan pernah puas, dan karena itulah dia bisa terus-menerus mengkritik Anda. Kritikannya kadang diselingi dengan penghinaan. Anda akan kelelahan secara mental dan emosi karena berupaya begitu keras untuk menyenangkannya tetapi tanpa hasil.

11. Tidak pernah memuji

Wanita senang dipuji, itu fakta yang nggak bisa disangkal seperti halnya pria senang memandangi keindahan, tetapi seseorang yang pasangannya egois tidak akan pernah tahu bahagianya dipuji.

Meskipun ini bukan melulu tentang penampilan, mungkin karena Anda naik jabatan sampai hal yang paling sederhana, pasangan yang egois tidak merasa perlu memuji karena pujian hanya layak disematkan kepadanya.

12. Enggan ngobrol dengan Anda

Komunikasi terbuka adalah kunci penting dalam pernikahan. Ketika tidak ada komunikasi, maka ruang untuk membangun hubungan yang kuat pun tidak tersedia. Bukan pembicaraan berat seperti ngomongin kurs dolar dan pelaksanaan pemilu, melainkan komunikasi sederhana seperti mengungkapkan perasaan dan pikiran secara terbuka. Tapi pasangan yang egois tidak tahu cara berkomunikasi yang baik dan benar, dia juga tidak merasa perlu untuk berusaha.

13. Dia tidak suka PDA

Tidak semua orang menyukai PDA, but for your marriage’s sake, sesekali Anda perlu melakukannya. Ini salah satu cara membuat kita tahu kita sangat dicintai, terutama di momen-momen yang tepat.

Pasangan yang egois mengharapkan itu dari Anda, tapi dia sendiri merasa terlalu hebat untuk melakukannya kepada Anda.

14. Tidak pernah lagi ngajak kencan

Setelah menikah bukan berarti pasangan suami istri nggak butuh waktu berduaan, mengulangi lagi momen-momen indah saat masih berpacaran dan lagi cinta-cintanya.

Well, manusia yang egois cuma peduli dengan perasaannya. Dia tidak akan ambil pusing betapa Anda merindukan ngobrol berdua, saling menatap mesra di kedai kopi tempat kalian pertama kali berkencan dulu.

15. Dia tidak tahu pernikahannya bermasalah

Dan masalah terbesar adalah ketika seseorang tidak menyadari bahwa pernikahannya sedang di ujung tanduk karena terlalu sibuk membahagiakan dirinya sendiri. Ketika Anda mendatanginya untuk bicara dari hati ke hati, dia malah menganggap Anda berhalusinasi. Anda sedih dan marah? Dia akan lebih marah dan menyalahkan Anda.

Cara menghadapi pasangan egois

Pilih waktu yang tepat untuk berbicara tentang perasaan Mommies atau Daddies dan pastikan suasana hatinya sedang baik. Ungkapkan perasaan Anda dengan menggunakan pernyataan “Aku/ saya” agar tidak membuatnya seperti the bad person.

Mommies atau Daddies  juga harus mengamati ketika dia sedang tidak bersikap egois dan pujilah sikapnya. Hargai usahanya sekecil apa pun. Dengan begitu dia bisa lebih mudah berubah menjadi lebih baik.

Jika bicara berdua kurang mempan dan Anda sudah berada di titik didih, ini saatnya meminta bantuan konselor pernikahan untuk menelisik di mana masalahnya dan apa solusinya demi menyelamatkan pernikahan. Setiap upaya layak dicoba.

BACA JUGA: Pesan Untuk Suami yang Berselingkuh dari Istrinya

Cover: Photo by Alex Green on Pexels

Share Article

author

Fannya Gita Alamanda

-


COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan