Skrining Tiroid pada Bayi Baru Lahir, Seperti Apakah?

New Parents

Dhevita Wulandari・16 Apr 2023

detail-thumb

Mendeteksi kesehatan anak sejak baru lahir penting dilakukan, salah satunya dengan skrining tiroid. Kenapa penting dan bagaimana caranya?

Hadirnya sang buah hati pertama kali ke dunia setelah 9 bulan menunggunya siap untuk dilahirkan menjadi kebahagian tersendiri yang tak terhingga. Untuk memastikan sang buah hati nan imut ini selalu dan terus sehat sejak lahir, ada beberapa skrining atau tes yang perlu dilakukan orang tua. Salah satunya dengan melakukan skrining tiroid.

Apa itu skrining tiroid?

Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) merupakan tes yang dilakukan pada bayi baru lahir untuk mendeteksi apakah bayi menderita Hipotiroid Kongenital (HK) dan bayi yang bukan penderita atau normal.

Sebagian besar bayi yang kekurangan Hipotiroid Kongenital tidak menunjukkan gejala, yang karena inilah orang tua tidak menyadari adanya kelainan pada bayi. Gejala khas baru akan muncul dengan bertambahnya usia anak.

BACA JUGA: 1001 Rekomendasi Nama Bayi Perempuan Islami, Cantik dan Bermakna dari A sampai Z

Pentingnya skrining tiroid pada bayi baru lahir

dr. Reza Fahlevi, Sp.A., menjelaskan, “Skrining tiroid untuk bayi yang baru lahir penting banget dilakukan untuk mendeteksi dini apakah bayi ada kelainan tiroid dan penting untuk perkembangan bayi. Salah satu yang paling sering adalah kelainan hipotiroid atau kekurangan hormon tiroid. Skrining ini juga sudah menjadi bagian yang direkomendasi oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk dilakukan pada bayi yang baru lahir.”

“Skrining tiroid dilakukan pada usia 48 sampai 72 jam setelah lahir, itu untuk usia optimalnya. Jika hasil skriningnya normal, maka tidak perlu diulang. Tapi jika ternyata hasil skriningnya tidak normal, maka nanti harus dikonsultasikan ke dokter spesialis anak untuk dilakukan pengulangan dan interpretasi yang sesuai”, lanjut dr. Reza.

Jika skrining ini tidak dilakukan, anak bisa saja ternyata anak termasuk ke dalam kondisi hipotiroid. Mengutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, apabila bayi baru lahir sudah masuk kondisi ini dan terlambat terdeteksi, maka bisa terjadi gangguan untuk pertumbuhan otak dan tulang, serta gangguan kecerdasan intelektual hingga perkembangan motoriknya.

Cara skrining tiroid pada bayi baru lahir

Dilansir dari laman resmi Sehat Negeriku Kementerian Kesehatan, berikut cara skrining tiroid pada bayi baru lahir.

  • Darah diambil sebanyak 2-3 tetes dari tumit bayi kemudian diperiksa di laboratorium.
  • Apabila hasilnya positif, bayi harus segera diobati sebelum usianya 1 bulan agar terhindar dari kecacatan, gangguan tumbuh kembang, keterbelakangan mental dan kognitif.

BACA JUGA: Viral di TikTok! Ini 5 Gaya Parenting yang Sedang Tren, Berminat Mencoba?

Cover: Photo by Rene Asmussen on Pexelsskrin