banner-detik
PARENTING & KIDS

Saat Anak Perempuan Sudah Menstruasi, Orang Tua Lakukan Hal Ini!

author

Sisca Christina21 Dec 2022

Saat Anak Perempuan Sudah Menstruasi, Orang Tua Lakukan Hal Ini!

Menstruasi bisa menjadi momen yang membingungkan buat anak remaja. Yuk, lakukan ini saat anak perempuan mommies sudah menstruasi.

Momen anak perempuan menstruasi penting buat anak sekaligus orang tua. Happy anak sudah berada di tahap remaja menuju dewasa, sekaligus deg-degan, karena kini kita jagain anak gadis, bukan lagi balita.

Menstruasi terjadi pertama kali saat anak berusia 10-14 tahun. Idealnya, edukasi seputar menstruasi sudah diberikan kepada anak saat menginjak pra remaja. Jadi, ketika menstruasi pertama tiba, si gadis nggak kelabakan. Namun, walau sudah mendapat bekal, tetap saja, ada hal-hal yang perlu orang tua lakukan saat anak perempuan mendapat pengalaman menstruasi pertamanya. Apa saja?

Hal-hal yang Harus Dilakukan Orang Tua Saat Anak Perempuan Sudah Menstruasi

1. Bekali dengan pengetahuan seputar menstruasi

Mulai dari siklus menstruasi yang terjadi setiap 21-35 hari sekali, menstruasi berlangsung sekitar 3-7 hari setiap bulannya, hingga gejala PMS yang mungkin dialami, baik gejala fisik maupun emosi yang bisa membuatnya nggak nyaman. Mommies juga bisa beritahu juga masa subur dan ovulasi yang berlangsung sekitar satu minggu setelah menstruasi selesai atau 14 hari setelah hari pertama menstruasi. Masa di mana bisa terjadi kehamilan ketika seseorang melakukan hubungan seksual. Ini informasi penting agar anak mengerti dan semakin bisa menjaga diri dan menghindari pergaulan bebas.

2. Ajak anak membeli kebutuhan menstruasi

Kenalkan anak pada beberapa merek dan jenis pembalut. Beri tahu cara pakainya, lalu ia harus mengganti pembalut setiap sekitar 3-4 jam sekali atau boleh mengganti lebih sering saat lagi deras-derasnya, dan bagaimana cara membuang sampah bekas pembalut dengan aman. Berhubung anak remaja lagi aktif-aktifnya, ajarkan anak memilih tipe pembalut yang paling sesuai dan nyaman untuk mendukung aktivitasnya sehari-hari.

Baca juga: Tanda-tanda Anak Mengalami Pubertas Terlambat

3. Ajarkan anak cara merawat area intim

Seiring anak menstruasi, ia akan mengalami perubahan lain di area kelamin. Agar anak siap, berikan pemahaman bahwa bulu pubis akan tumbuh, ia akan lebih mudah berkeringat, kondisi genital sangat mungkin menjadi lebih lembap dan terjadi keputihan. Nah, mommies bisa mengajari anak untuk menjaga area intim dengan cara mengganti pembalut secara teratur, membersihkan vagina dari depan ke belakang, mengganti pakaian dalam ketika sedang melakukan aktivitas yang memicu banyak keringat, serta menjaga kehigienisan saat menggunakan toilet umum. Ini penting agar terhindar dari risiko infeksi di area kelamin.

4. Memonitor siklus menstruasi

Sekarang ini banyak banget aplikasi yang bisa digunakan untuk mencatat siklus menstruasi. Saat-saat pertama menstruasi, mungkin saja siklusnya belum teratur, dan akan teratur seiring bertambah dewasa. Jadi, mommies dan anak bisa memantau apakah siklus anak normal atau tidak. Mungkin di saat remaja, kesannya ini nggak terlalu penting, namun saat dewasa, baru terasa bahwa mencatat siklus menstruasi itu bermanfaat untuk diri sendiri. Jadi, yuk, biasakan anak untuk mencatatnya.

5. Ucapkan selamat

Si gadis udah melalui satu lagi tahapan kehidupannya, jadi ia layak, lho, mendapat ucapan selamat dari kita, orang tuanya. Mungkin anak juga merasa bingung, khawatir, panik atau risih menghadapi masa-masa awal menstruasi. Dampingan mommies pasti sangat berarti buat mereka.

6. Akan ada banyak perubahan lainnya

Setelah menstruasi pertama terjadi, beri tahu anak bahwa ia akan mengalami juga perubahan fisik dan emosi seiring perkembangannya menjadi remaja. Payudara akan tumbuh, jerawat mungkin banget mampir, bokong membesar, muka lebih berminyak, tubuh mudah berkeringat, dan seterusnya. Sementara dari sisi emosi, anak bisa mulai tertarik dengan lawan jenis, lebih sensitif, merasa nggak percaya diri, mulai ingin diakui oleh kelompoknya, dan seterusnya. Ingatkan anak bahwa mommies dan daddies akan mendampingi si gadis melalui masa-masa remajanya. Ini akan membawa rasa aman dan nyaman bagi dirinya.

Baca juga: Dampak Pubertas Dini Pada Anak

Follow us on Instagram

Share Article

author

Sisca Christina

Ibu dua anak yang berprofesi sebagai digital nomad, yang juga suka menulis. Punya prinsip: antara mengasuh anak, bekerja dan melakukan hobi, harus seimbang.


COMMENTS