banner-detik
PARENTING & KIDS

Tanda-tanda Anak Mengalami Pubertas Terlambat

author

Sisca Christina11 Aug 2022

Tanda-tanda Anak Mengalami Pubertas Terlambat

Mari jeli melihat perkembangan anak-anak remaja kita. Apakah mengalami pubertas normal atau tampak ada tanda pubertas terlambat?

Saat anak beranjak besar, mungkin orang tua mulai merasa sudah lebih tenang nggak harus mengejar pertambahan berat atau tinggi badan anak seperti waktu bayi dan balita lalu. Eits, jangan salah. Justru ketika anak tumbuh menjadi remaja, semakin banyak yang perlu kita amati pertumbuhan fisiknya. Salah satunya ketika anak di usia pubertas. Ini adalah usia di mana anak mengalami milestone menuju dewasa.

Anak-anak remaja akan mengalami pubertas yang disertai perubahan fisik yang signifikan seperti orang dewasa. Pubertas umumnya dimulai antara usia 8 hingga 14 tahun untuk anak perempuan, dan 9 hingga 15 tahun untuk anak laki-laki. Kadang-kadang ada remaja yang lebih awal mengalami pubertas, atau lebih lambat. Orang tua belum perlu khawatir jika anak remaja Anda termasuk yang lebih awal atau lebih lambat, selama anak mengalami pubertas di rentang usia tersebut.

Namun, apabila di rentang usia tersebut anak tak kunjung menunjukkan tanda-tanda pubertas seperti adanya perubahan fisik tadi, maka orang tua perlu jeli. Artinya, anak mengalami pubertas terlambat.

Apa penyebabnya?

Pubertas dapat menjadi terlambat karena beberapa kondisi sebagai berikut:

Sejarah Keluarga

Ini adalah penyebab pubertas terlambat paling sering ditemui. Bisa saja, itu hanyalah pola pertumbuhan dan perkembangan dalam keluarga. Misalnya, ada salah satu anggota keluarga seperti orang tua, paman, bibi, atau saudara kandung maupun sepupu, yang mengalami pubertas terlambat juga. Ini disebut keterlambatan konstitusional (atau terlambat berkembang), dan biasanya tidak memerlukan perawatan. Jika kondisinya seperti ini, si remaja pada waktunya akan berkembang secara normal, hanya saja lebih lambat dari kebanyakan teman sebayanya.

Kondisi Medis

Masalah medis juga dapat menyebabkan keterlambatan pubertas. Penyakit kronis seperti diabetes, cystic fibrosis, penyakit ginjal, atau asma bisa menyebabkan seseorang mengalami pubertas di usia yang lebih tua. Itu karena penyakit yang diderita dapat mempersulit tubuh mereka untuk tumbuh dan berkembang. Penanganan dan pengawasan medis yang tepat bisa meminimalkan risiko pubertas terlambat.

Anak yang kekurangan gizi atau mengalami malnutrisi, juga dapat berkembang lebih lambat dari pada anak-anak seusianya. Misalnya, remaja dengan gangguan makan anoreksia nervosa yang kehilangan banyak berat badan atau anak remaja yang terlalu aktif berolahraga sehingga berat badan kurang. Anak perempuan membutuhkan lemak yang cukup untuk bisa melalui masa pubertas atau mendapatkan menstruasi.

Kondisi medis lainnya yang menjadi penyebab anak pubertas terlambat yaitu adanya masalah pada kelenjar pituitari atau tiroid. Kelenjar ini memproduksi hormon penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh.

Kelainan kromosom

Beberapa anak tidak mengalami pubertas tepat waktu karena memiliki masalah dengan kromosom mereka. Misalnya mereka yang terlahir dengan sindrom Turner atau sindrom Klinefelter.

Baca juga: 10 Hal yang harus dipahami Orang tua dari Anak Remaja

Tanda-tanda Pubertas Terlambat

Melansir Medline Plus, National Library of Medicine (NLM) Amerika Serikat, seorang anak yang memiliki tanda-tanda berikut perlu diwaspadai mengalami terlambat pubertas:

Pada anak laki-laki:

  • Penis dan testis tidak bertumbuh pada usia 14 tahun.
  • Mengalami pertumbuhan alat kelamin yang membutuhkan waktu lebih dari 5 tahun.
  • Rambut tubuh tidak tumbuh atau ada sangat sedikit sekali pada usia 15 tahun.
  • Tidak ada perubahan suara (suara tetap bernada tinggi seperti anak-anak).
  • Perawakan pendek dan kurus.
  • Timbunan lemak dapat terjadi di sekitar pinggul, panggul, perut, dan payudara.

Pada anak perempuan:

  • Payudara tidak berkembang pada usia 14 tahun
  • Tidak mengalami menstruasi dalam waktu 5 tahun sejak payudara mulai tumbuh atau pada usia 16 tahun.
  • Rambut kemaluan tidak tumbuh.
  • Badan pendek dan laju pertumbuhan lebih lambat.
  • Rahim tidak berkembang.
  • Usia tulang kurang dari usia anak remaja.

Pubertas yang tertunda dapat menyebabkan stres pada anak, lho, moms. Jadi, jangan ragu untuk memeriksakan anak remaja ke dokter jika mengalami tanda terlambat pubertas. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan dan menimbang beberapa opsi untuk dapat membantu remaja mengejar ketinggalan pertumbuhan mereka.

Baca juga: Anak Gadis Mommies Menstruasi Pertama Kali? Ini 5 Hal yang Perlu Dilakukan

Share Article

author

Sisca Christina

Ibu dua anak yang berprofesi sebagai digital nomad, yang juga suka menulis. Punya prinsip: antara mengasuh anak, bekerja dan melakukan hobi, harus seimbang.


COMMENTS