Tips Parenting Sigi Wimala: Sukses Membentuk Kemandirian Anak-anak Sejak Kecil

#MommiesWorkingIt

Katharina Menge・30 Jun 2022

detail-thumb

Sigi Wimala punya cara sendiri membentuk kemandirian anak-anaknya sejak kecil, dan kini terbukti berhasil! Intip tipsnya berikut ini!

Bukan hal mudah bagi seorang Sigi Wimala menjalankan perannya sebagai perempuan dan juga seorang ibu. Aktif sebagai aktris dan juga filmmaker, hari-hari Sigi juga diwarnai dengan kesibukannya menguruh dua anak perempuannya, yang salah satunya sudah beranjak remaja.

Mommies Daily pun berkesempatan untuk bertanya langsung tentang aktivits serta tips pengasuhan yang diterapkan Sigi Wimala. Salah satunya tips membentuk kemandirian anak-anak sejak dini. Simak wawancaranya di bawah ini!

BACA JUGA: Ingin Career Shift? Siapkan 7 Hal Ini

Bagaimana Kak Sigi mengelola waktu antara pekerjaan sebagai seorang aktris dan filmmaker serta ibu dari 2 orang putri?

Andaikan saja bisa bilang mudah tapi 24/7 rasanya selalu kurang. Untungnya karena terbiasa tidak menggunakan asisten rumah tangga, kedua anak saya termasuk mandiri. Mereka selalu membantu saya dengan mengerjakan apa yang mereka bisa bantu sekitar rumah. Mereka mengerti bahwa saya juga harus bekerja dan sangat mendukung itu. Saya sendiri harus menggunakan list prioritas tiap harinya agar dapat fokus mengerjakan pekerjaan berdasarkan sifat urgensinya.

Punya dua orang putri pasti ada masanya ketika mereka bertengkar, bagaimana Kak Sigi mengatasi pertengkaran kakak adik tersebut?

Mereka selalu bertengkar untuk hal-hal kecil, dan saya memaklumi hal tersebut karena saya pun mengalami hal yang sama sewaktu kecil. Namun saya selalu ingatkan ke mereka betapa pentingnya kedekatan antara adik kakak karena saudaralah yang akan selalu menjadi teman baik seumur hidup. Maxine dan Alex sangat dekat dan tampaknya susah untuk memisahkan mereka. Mereka saling compliment each other dengan karakter mereka yang berbeda.

Apa tantangan yang sekarang sedang dihadapi sebagai orang tua yang putrinya memasuki masa pra remaja?

Untuk Maxine, saat ini merupakan tantangan baru dan saya sendiri mengakui sulit untuk mengerti terutama generasi dia sangat beda dengan generasi saya dulu. Sebagai perempuan saya mengerti bahwa hormon umur di usia ini pasti memegang peranan dalam perubahan emosi anak.

Saya sebisa mungkin sabar untuk mendengarkan tanpa menghakimi atau menilai serta mencoba memberikan nutrisi yang baik karena itu dapat mempengaruhi hormon mereka. Setiap hari belajar terus dari proses perkembangan si anak. Its a humbling process for me personally.

BACA JUGA: Kesalahan Karier yang Harus Dihindari di Usia 30-an, Wajib Tahu!

Apa saja sih kebiasaan atau pola hidup sehat yang Kak sigi terapkan secara rutin?

Saya percaya bahwa masakan ibu memiliki kekuatan dalam pertumbuhan si anak. Mulai dari nutrisi terbaik (setiap ibu pastilah ingin yang terbaik untuk anak) dan juga ikatan emosi ke anak.

Masakan ibu pastilah membentuk memori yang tak pernah hilang di kehidupan seseorang. Itulah yang saya inginkan. Gimana sibuknya saya, saya pasti menyempatkan diri untuk masak untuk anak-anak saya. Terdengar old school tapi saya juga mendapatkan kepuasan tiap kali melakukannya.

Apakah Kak Sigi juga menerapkan pola hidup sehat dan olahraga pada anak-anak? Apa ada kesulitannya?

Tidak sulit karena anak-anak saya sudah saya biasakan dari kecil, jadi option are limited di rumah kami. Apa yang dimasak dan disediakan, itulah yang bisa dikonsumsi. Tentunya once in a while anak-anak deserves a reward, jadi junk food once in awhile boleh.

Untuk olahraga, saya bisa membedakan apa kegiatan yang cocok untuk masing-masing anak. Contohnya Maxine, dia tidak suka olahraga, dia tidak kompetitif dalam urusan sport, jadi dia lebih cocok lari atau jalan di treadmil sambil mendengarkan musik atau nonton film. Dia juga senang berenang tanpa tekanan apapun. Saya dorong dia untuk melakukan itu.

Sedangkan Alex, kompetitif dan sangat penasaran mencoba berbagai macam olahraga, jadi saya daftarkan kursus tennis, renang, dan sering mengajaknya bermain di luar. Intinya anak-anak harus senang melakukannya.

Saat mengalami burnout saat bekerja, apa yang dilakukan untuk mengatasi hal itu?

Seorang ibu pasti mengalami burnout dan itu saatnya untuk me time. Untungnya kalau burnout di pekerjaan saya bisa spend time sama keluarga, kalau burnout di rumah saya tinggal pergi kerja. Jadi balance, sih. Hidup saya seputar dua hal itu saja dan saya merasa cukup bahagia diberikan itu semua.

Apa tips pengasuhan dari Kak Sigi untuk para ibu dalam mengasuh dua orang anak, termasuk yang sedang memasuki masa pra-remaja?

Keputusan untuk tidak menggunakan ART menurut saya merupakan keputusan baik yang membentuk kemandirian kedua anak saya. Mereka mengerti bahwa saya sendiri dan mereka harus membantu sebisa mungkin. Mereka juga melihat bahwa saya masak dan bekerja. Jadi seorang wanita harus bisa melakukan segala sesuatunya, tidak ada halangan untuk mencapai mimpi apapun itu.

Saya juga memastikan kalau rumah adalah safe place. Ada saatnya saya lelah dan sedih, saya akan menunjukan itu ke anak-anak karena itu adalah hal yang manusiawi. Apa pun yang saya lakukan untuk mereka dan pastinya memberikan contoh ke mereka. Ada kesalahan dan kekurangan tentunya, tapi saya akui itu ke anak-anak. Efforts always matters. Usaha terus untuk yang terbaik.

BACA JUGA: Sekian Tunjangan yang Dibutuhkan Ibu Bekerja dari Perusahaan