Now Reading
Sekian Tunjangan yang Dibutuhkan Ibu Bekerja dari Perusahaan

Sekian Tunjangan yang Dibutuhkan Ibu Bekerja dari Perusahaan

RachelKaloh

Ibu bekerja, sudahkah kantor Anda menerapkan tunjangan ini?

Tunjangan adalah salah satu alasan seorang karyawan bertahan di sebuah perusahaan dan menjadi setia pada perusahaan tersebut, benar, nggak? Banyak pekerja yang mungkin belum puas dengan level maupun gaji yang ditawarkan calon perusahaan yang akan mempekerjakannya, tapi tunjangan yang diberikan bisa menjadi alasan untuk ia menerima tawaran pekerjaan tersebut. Bagaimana dengan para ibu bekerja, kira-kira apa, sih, tunjangan yang mereka butuhkan?

Tunjangan kesehatan
Biasanya, tunjangan ini diberikan pada karyawan dalam bentuk Program Jaminan Kesehatan (JKN). Menurut Undang-Undang Nomor 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), seluruh karyawan wajib didaftarkan menjadi peserta BPJS Kesehatan oleh perusahaan, badan usaha atau badan hukum. Namun, biasanya beberapa perusahaan juga memberikan asuransi kesehatan di luar BPJS pada karyawannya, biasanya manfaat yang diberikan juga jauh lebih banyak, termasuk biaya-biaya yang penting bagi para ibu, seperti biaya konsultasi kehamilan, biaya melahirkan, biaya keguguran, dan biaya KB.

Tunjangan suami dan anak
Pada umumnya, tunjangan ini diberikan kepada karyawan laki-laki yang sudah menikah dan mempunyai istri yang tidak bekerja. Namun, pada kenyataannya, status istri bekerja maupun tidak, tidak menjadi ukuran dalam menerapkan tunjangan ini. Sementara buat pekerja wanita, umumnya tunjangan yang diberikan hanya untuk anak, tidak termasuk suami. Maka, buat mereka yang adalah tulang punggung keluarga dan suaminya tidak bekerja, tentu berat bila tidak mendapatkan tunjangan ini .

Tunjangan hari tua
Atau yang lebih akrab disebut dengan dana pensiun ini juga merupakan tunjangan penting, karena tidak semua karyawan bisa secara pribadi rutin menabung untuk kebutuhan hari tuanya, sehingga biasanya perusahaan menerapkan pemberian tunjangan ini. Di BPJS sendiri ada Jaminan Hari Tua (JHT), sementara beberapa perusahaan juga memberikan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).

Baca juga: Pahami Serba-serbi Memilih Asuransi Agar Tidak Merasa Tertipu

Tunjangan makan
Buat karyawan yang KPI hariannya mendapatkan client baru atau akuisisi, tunjangan ini tentu rasanya jadi perlu. Apalagi bila lokasi tempat mereka bekerja seringkali tidak sesuai dengan budget makan harian yang didapat dari gaji bulanan. Misalnya, butuh mencari client di mall dengan deretan resto yang harganya mahal, tentu akan berat bila pendapatan per bulan yang diterima hanya UMR. Biasanya tunjangan ini diberikan dalam bentuk voucher, atau bagi-bagi makan di kantor, yang sayangnya akan tetap sulit buat mereka yang bekerja di luar kantor.

Tunjangan transportasi
Sama halnya dengan makanan, kebutuhan untuk bepergian dari satu tempat ke tempat lain juga tidak jarang dialami para ibu bekerja. Biasanya, bila tunjangan bukan dalam bentuk uang harian atau bulanan, kantor akan menyediakan mobil dengan supir untuk membantu mereka. Atau, diberikan voucher taksi maupun taksi online.

Tunjangan kinerja
Meski tunjangan ini lazimnya termasuk tunjangan tidak tetap, yakni belum tentu didapatkan setiap bulannya, khususnya pada divisi yang di luar sales, perusahaan pada umumnya akan menerapkan bulan-bulan khusus untuk pembagian bonus. Hal ini juga biasanya diinformasikan ketika proses interview berlangsung.

Baca juga: Semakin Nyaman, Ini Daftar Perusahaan yang Menerapkan Kebijakan Work from Anywhere

Tunjangan lembur
Buat beberapa perusahaan yang menerapkan jam kerja secara ketat, biasanya akan mempertimbangkan untuk memberikan tunjangan lembur. Meski pada kenyataannya, lebih banyak perusahaan yang tidak menerapkan hal ini, termasuk ketika harus bekerja di hari Sabtu dan Minggu.

Kalau di perusahaan tempat Mommies bekerja, bagaimana penerapan tunjangannya? Share, dong!

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top