banner-detik
EDUCATION

Rekomendasi Lembaga Homeschooling di Indonesia

author

Sisca Christina26 May 2022

Rekomendasi Lembaga Homeschooling di Indonesia

Beberapa rekomendasi lembaga homeschooling ini bisa digunakan oleh orang tua yang memiliki keterbatasan untuk menyusun kurikulum homeschooling.

Seperti yang pernah dibahas di artikel tentang homeschooling sebelumnya, esensi dari homeschooling yang sebenarnya bukanlah memindahkan sekolah formal ke rumah. Orang tua adalah pusat dari penyelenggaraan pendidikan itu sendiri di rumah. Jadi, tujuan pendidikan hingga kurikulum yang ingin digunakan untuk mengajar anak, dieksplor dan ditentukan oleh orang tua.

Namun, dalam pelaksanannya, pastinya nggak semudah apa yang sudah direncanakan. Bukan nggak mungkin orang tua menghadapi kendala untuk membuat kurikulum dan menentukan metode ajar kepada anak. Kemudian, orang tua membutuhkan bantuan pihak luar untuk menetapkan modul untuk kegiatan belajar. Kalau itu yang terjadi, coba intip beberapa rekomendasi lembaga atau komunitas homeschooling berikut, siapa tahu membantu mommies dalam menjalankan homeschooling untuk anak.

Rekomendasi Lembaga atau Komunitas Homeshooling di Indonesia

Charlotte Mason Indonesia (CMid)

Ini adalah komunitas hukum yang dipelopori oleh Ellen Kristi sebagai wadah informasi pendidikan karakter. Sesuai namanya, komunitas ini mengadopsi metode pendidikan Charlotte Mason. Prinsip utama dari komunitas ini yaitu orang tua menjadi pengajar anak-anak di rumah. Jadi, CMid tidak menyediakan guru untuk mengajar anak-anak yang belajar secara homeschooling. Melainkan, orang tua yang tergabung dalam komunitas ini dibekali dengan ragam berita, gagasan filosofis sampai tips dan trik melalui berbagai sharing session, bacaan, dan materi lainnya dengan tujuan berhasil mendidik anak menjadi pribadi yang tak hanya cerdas secara ilmu, namun juga berpribadi luhur.

Montessori Haus Asia (MHA)

Agak setipe dengan CMid, Montessori Haus Asia menyasar orang dewasa untuk bisa memberikan pendidikan berbasis Montessori kepada anak secara mandiri. Montessori Haus Asia memberikan training yang disertai modul kepada orang tua yang ingin menjalankan homeschooling bagi anaknya.  Bedanya, ini bukanlah komunitas seperti CMid. Selain itu, MHA juga memberikan training kepada guru-guru atau orang dewasa yang ingin menjadi tenaga didik Montessori.

Baca juga: Ingin Memilih Homeschooling untuk Anak? Perhatikan Tips Berikut

Homeschooling Kak Seto (HSKS)

Mungkin mommies sudah pernah dengan Homeschooling Kak Seto, ya? Berbeda dengan dua lembaga dan komunitas di atas, HSKS adalah sebuah institusi pendidikan alternatif yaitu berbasis homeschooling. Jenjang pendidikan yang tersedia di Homeschooling Kak Seto ini dari SD hingga SMA. Filosofi HSKS yaitu “setiap anak pada prisipnya adalah unik dan mereka memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak bagi dirinya”. HSKS punya pendekatan belajar seperti di rumah. Artinya, belajar bisa dilakukan kapan saja, dan di mana saja dengan situasi dan kondisi yang nyaman seperti di rumah. Pastinya, metode dan jam belajarnya pun fleksibel.

Visi HSKS adalah mendorong dan memfasilitasi siswa sesuai dengan minat dan bakatnya melalui pendekatan individual dan pendidikan kreatif yang menyenangkan. Niscaya, anak memiliki dorongan internal yang kuat untuk terus mengembangkan diri. Program pembelajarannya ada 3 jenis, yaitu komunitas, distance learning dan distance learning tunggal. Tentunya, HSKS ini, ramah anak, ya.

Homeschooling Primagama (HSPG)

Walau Primagama adalah lembaga pendidikan nonformal, namun jika melihat aturan peraturan yang ditetapkan oleh pihak sekolah, rasanya mirip sekali dengan sekolah formal. Terdapat beberapa aturan layaknya masuk sekolah formal, di antaranya: wajib mengikut placement test akademik, ada kehadiran wajib yaitu 75%, ulangan harian, UTS, UAS hingga ujian penyetaraan.

Homeschooling Primagama menawarkan empat sistem belajar yang bisa dipilih orang tua dan anak, yaitu:

  • Homeschooling individu (tunggal): dilakukan dengan 1 pengajar 1 siswa dalam setiap pelajaran atau dapat juga dilakukan secara mandiri di rumah bersama orangtua atau dengan guru dari HSPG.
  • Homeschooling Komunitas: diikuti 2-5 siswa dalam satu kelompok belajar
  • Distance Learning: dilakukan secara online menggunakan aplikasi skype, di mana pengajar HSPG dapat berinteraksi langsung (taap muka) dengan siswa.
  • Sistem Belajar Mandiri: siswa belajar secara mandiri atau didampingi orangtua atau pengajar pribadi.

Keunggulan HSPG yaitu hadir di sekitar 27 kota di berbagai propinsi Indonesia, dari Sumatera hingga Sulawesi. Cocok bagi orang tua yang berpindah-pindah lokasi. Mommies bisa googling untuk mencari tahu tentang lokasi-lokasi HSPG.

INRII Homeschooling

Hampir sama dengan prinsip lembaga homeschooling lainnya, pendekatan pendidikan di INRII yaitu melalui konsultasi dan bimbingan pribadi untuk mengoptimalkan potensi, bakat dan minat anak, serta membangung karakter mereka. Homeschooling ini terbuka bagi siswa-siswi dengan kendala kesehatan atau fisik dan sosial. Ada tiga bentuk pembelajaran di INRII Homeschooling yaitu: community class, tutorial visiting dan distance learning. INRII menggunakan kurikulum yang diterapkan pemerintah, serta menyediakan ijazah yang dikeluarkan oleh Kemdikbud RI melalui ujian penyetaraan. INRII terdapat Jakarta, Bekasi dan Pematang Siantar, Sumatera Utara.

Mommies ada rekomendasi lembaga homeschooling lainnya? Share, yuk!

Baca juga: Rekomendasi Homeschooling di Jabodetabek

Share Article

author

Sisca Christina

Ibu dua anak yang berprofesi sebagai digital nomad, yang juga suka menulis. Punya prinsip: antara mengasuh anak, bekerja dan melakukan hobi, harus seimbang.


COMMENTS