banner-detik
SELF

10 Tanda Saatnya Putus Hubungan dengan Teman

author

Fannya Gita Alamanda25 Apr 2022

10 Tanda Saatnya Putus Hubungan dengan Teman

Waspadai sepuluh tanda yang menunjukkan bahwa ini saatnya putus hubungan dengan teman kita.

Putus hubungan pertemanan yang lama terjalin pasti sakitnya luar biasa. Ini 10 tanda yang akan membantu Anda mengambil keputusan tegas untuk mengakhiri hubungan pertemanan yang tidak sehat.

Baca juga: Tipe-tipe Teman yang Harus dimiliki Semua Ibu

Anda paranoid saat terima SMS dan telepon dari mereka

Apa yang Anda rasakan saat menerima pesan singkat atau telepon darinya? Jawaban pertanyaan ini adalah tanda yang paling jelas. Jika yang Anda dapatkan dari seorang “teman” hanya stres, perasaan terluka, perdebatan sengit, komentar pedas, atau penolakan, mengapa repot-repot memertahankan pertemanan semacam itu?

“Sangat penting mengevaluasi sebuah persahabatan untuk memastikan apakah Anda sungguh-sungguh merasa dihargai, dicintai, dan bisa menjadi diri sendiri dalam menjalani pertemanan itu,” kata Marisa G. Franco, Ph.D., pakar persahabatan dan penulis buku How the Science of Attachment Can Help You Make—and Keep—Friends.

Anda direndahkan

Teman senang, kita senang. Teman sedih, kita sedih. Seorang teman akan senang ketika, misalnya, Anda mendapatkan promosi atau bertunangan. Namun, teman palsu akan menganggap berita bahagia dari Anda sebagai penghinaan karena mereka iri. Gimana cara mereka menunjukkannya? Alih-alih turut gembira, mereka akan memberi komentar pahit seperti, “Oooo, kamu dapet promosi karena si A keburu resign tuuu. Bukan karena kinerja kamu paling bagus.”

Anda hanyalah tempat pelampiasan

Photo by Icons8 Team on Unsplash

Melampiaskan itu bagus, karena melepaskan frustrasi kerja atau problem apa pun lebih baik daripada membiarkan bara api membakar kita perlahan-lahan. Tetapi ada titik di mana kondisi Anda sendiri sedang buruk dan nggak bisa menjadi tempat curhat. Jika Anda dipaksa menyerap energi negatif orang lain terus menerus, kemungkinan besar Andalah yang akan meledak. “Dalam situasi ini, sikap teman yang nggak tahu waktu dan kondisi saat curhat adalah bentuk ketergantungan, bukan persahabatan,” kata Franco.

Baca juga: Kenapa Saya Butuh Berteman dengan Mereka yang Belum Punya Anak? Ini Alasannya

Anda tidak bisa duga reaksi mereka

Jika seorang teman cenderung mudah tersinggung, sensitif, atau bicara tajam tanpa bisa ditebak, Anda akan terus-menerus gelisah. Franco bilang model ‘persahabatan’ seperti ini hanya akan menyebabkan tekanan. Kecuali jika Anda adalah penggemar adrenalin, kecemasan, dan hipertensi yang intens, persahabatan semacam ini tidak akan berhasil.

Anda dihakimi, diejek, atau dibombardir dengan pendapat yang tidak Anda minta

Photo by Raamin ka on Unsplash

“Ketika kita memberikan nasihat yang tidak diminta atau menghakimi seseorang, yang sebenarnya kita lakukan adalah memaksakan nilai-nilai kita kepada mereka.” Jika teman Anda tidak mau terima bahwa ada pendapat lain di dunia, di luar pendapatnya, bagaimana Anda bisa dengan percaya diri berbagi pendapat dengannya?

Anda hanya bicara tentang masa lalu

Bagi sebagian orang, sejarah yang dilewati bersama itu sangat berharga, karena hanya segelintir orang di masa lalu yang masih tetap bersama Anda hingga hari ini. Dulu saya pernah … Dulu saya dengan … pernah … Tetapi penting juga untuk memiliki teman yang dapat menawarkan Anda keakraban di masa sekarang, bukan cuma masa lalu.

Hidup Anda dikelilingi ‘pemain drama’

Setiap kali Anda ketemu mereka, ceritanya selalu negatif: dari rekan kerja yang membencinya, ribut terus sama mertua, tetangga kepo, dan lain sebagainya. Kalau cerita-cerita itu hanya didengar 6 bulan sekali, Anda mungkin akan beriba hati. Tapi kalau sering? Siapa yang punya energi untuk ini?

“Orang-orang yang tertarik pada drama seringkali tidak punya kesadaran diri,” kata Franco. “Mereka cenderung narsisis, tidak memikirkan kebutuhan dan nilai orang lain, mereka akan kaget ketika orang tidak berperilaku seperti yang mereka inginkan, dan mereka bereaksi keras terhadap hal itu. Sulit berteman dengan orang seperti itu. Jadi, sebaiknya jangan.

Mereka kerap bikin kecewa

Sikap sering ingkar janji dan tidak bisa diandalkan akan menghancurkan persahabatan. Jika Andalah orang yang selalu pegang janji, selalu bisa diharapkan, tapi nggak menerima hal yang sama dari para sahabat Anda, Anda akan kelelahan.

Mereka menghilang saat Anda susah

Kita lebih sensitif terhadap penolakan di saat-saat rapuh dan punya masalah. Ketika butuh dukungan tapi tidak mendapatkannya, momen itu akan melekat di benak Anda. Ini akan semakin terasa sakit saat Anda sadar bahwa Anda selalu ada untuknya.

Selalu Anda yang meraih mereka

Coba dipikir lagi, jika selalu Anda yang mencari dan meraih mereka, pertemanan macam apa itu? Jika Anda berhenti menanyakan kabar, apakah mereka akan memberi kabar? Apakah mereka bakal berinisiatif mencari Anda? Mau tahu keadaan Anda? Jika Anda rajin menanyakan kabar lewat pesan singkat atau sekadar ngobrol ringan tapi hanya dapet jawaban satu maksimal dua kata setelah itu pesan Anda nggak ditanggapi lagi, Anda yakin tetap ingin menyebut orang ini sebagai sahabat?

Persahabatan biasanya berakhir bukan karena pertengkaran hebat, tetapi karena satu sama lain berhenti saling mencari, berhenti saling membutuhkan.

Share Article

author

Fannya Gita Alamanda

-


COMMENTS