Terapkan Hal Ini Agar Rumah Tangga Minim Konflik Ketika Gaji Istri Lebih Besar dari Suami

Work & Career

RachelKaloh・10 Mar 2022

detail-thumb

Gaji istri lebih besar dari suami? Tidak akan menjadi konflik, justru membuka kesempatan anak untuk paham tentang kesetaraan.

Buat Mommies yang baca artikel ini, pasti nggak sedikit yang relate. Hal ini juga bukan fenomena, karena ada saja keluarga yang mengalaminya. Nggak hanya gaji istri yang lebih besar dari suami, kini banyak juga, kok, istri yang memiliki peran sebagai tumpuan keluarga alias pencari nafkah utama, sementara suaminya mengambil peran sebagai STAD (Stay at Home Dad). Buat mereka yang sudah lama menjalaninya, ini sudah menjadi hal yang biasa. Namun, buat mereka yang terpaksa harus bertukar peran atau penghasilan istrinya sekarang ini menjadi lebih besar dari suami, apa yang bisa dilakukan supaya tidak terjadi konflik dalam rumah tangga? Berikut hal-hal penting yang saya rangkum setelah ngobrol dengan Ibu Sukmadiarti Perangin-angin, M.Psi, Psikolog dan Konsultan Keluarga.

First thing first: Ingat kalau rezeki itu berasal dari Tuhan

Hal ini seringkali kita lupa, padahal ini yang paling mendasar dan penting untuk dipahami oleh istri, maupun suami. Rezeki itu sudah diatur sedemikian rupa oleh Tuhan sebagai pemberi. Sehingga, ketika suami maupun istri sedang merasa bahwa pendapatannya terbatas, tidak akan ada keinginan untuk saling menyalahkan atau bahkan menuntut berlebihan pada pasangan sampai membuat salah satu pihak menjadi tertekan. Dengan terus ingat akan hal ini, istri maupun suami tahu yang akan mereka lakukan ketika merasa kondisi keuangan mereka terbatas, yaitu saling mengerti, sama-sama berusaha dan berdoa, perkuat hubungan dengan Tuhan.

Pahami kodrat masing-masing sehingga tahu cara memposisikan diri

Istri yang bekerja di luar ataupun mendapatkan gaji lebih besar dan posisi yang lebih tinggi dari pekerjaan suami patut menyadari juga bahwa kebesaran hati suami serta ridho suamilah yang mendukungnya berada di posisi sekarang. Bila kedua belah pihak sama-sama bekerja, tentu sudah sepatutnya saling menghormati peran masing-masing ketika di luar rumah. Namun, berapapun gaji yang istri terima dari pekerjaannya, ketika di rumah, istri perlu memahami kodratnya bahwa suami tetaplah yang menjadi pemimpin.

Tetap saling memberi apresiasi

Kesuksesan suami adalah kebanggaan buat istri. Begitu pula sebaliknya, kesuksesan karir maupun finansial istri juga menjadi kebanggaan suami. Maka, tetaplah saling memberi apresiasi atas prestasi suami dan istri. Karena bagaimanapun juga, pasangan kita adalah pendukung utama kita. Dengan saling mendukung satu sama lain, kebahagiaan di rumah akan terus terasa. 

Buat suami tetap merasa dibutuhkan

Ada kalanya suami bisa saja merasa minder ketika istri lebih tinggi pendapatannya, khususnya bila istri sudah jarang menunjukkan kebutuhannya pada peran suami. Menurut Ibu Sukmadiarti, penting untuk tetap meminta dan berterima kasih pada nafkah yang diberikan suami, berapapun jumlahnya. Istri perlu membangkitkan rasa syukur, bangga dan cinta pada suami atas perjuangan dan pemberiannya. Meski bila dibandingkan dengan gajinya sendiri, masih jauh di bawah itu. Hal ini penting agar suami merasa dirinya dibutuhkan. Tidak hanya itu, suami juga akan lebih bersemangat ketika bekerja. 

Baca juga: Kisah Para Perempuan Breadwinner, Bekerja Tanggung Biaya Hidup Keluarga

Akan lebih baik lagi apabila

Peran manager keuangan di rumah sudah disepakati bersama

Jadi, siapapun yang gajinya lebih besar, akan menyerahkannya kepada yang memegang peran manager keuangan di rumah. Dengan demikian, keuangan keluarga tetap menyatu untuk didistribusikan secara adil, sesuai pos pengeluaran bulanan. Ketika keluarga punya impian untuk berlibur misalnya, uang liburan diperoleh dari uang bersama, sehingga salah satu pihak tidak merasa lebih terbeban.

Ingat pula, ketika di rumah, peran Anda maupun suami, sama-sama sebagai orangtua dari anak. Ketika anak melihat kedua orangtuanya kompak dalam hal ini dan tidak menjadikan materi sebagai hal besar yang perlu diributkan, maka anak pun akan belajar untuk bisa menghargai ketika kelak, istrinya memiliki penghasilan lebih tinggi darinya. Anak akan lebih memahami akan kesetaraan, bahwa siapapun itu, baik laki-laki maupun perempuan, sama-sama berharga, karena selama ini ia besar dengan orangtua yang saling memahami.

Baca juga: 4 Alasan Pentingnya Edukasi Kesetaraan Gender di Rumah