Now Reading
Untuk para Perempuan Biasa…

Untuk para Perempuan Biasa…

TressabelHutasoit

Untuk para perempuan biasa, ini sebuah catatan kecil untuk sejenak menepi dari tuntutan berbobot berat dan tekanan tak masuk akal. Biasa itu, tidak mengapa. Kamu, sejatinya tetap berharga.

Untuk Perempuan Biasa
Yang karirnya saat ini tersenggal-senggal, tak jauh beda dengan percintaannya

Yang masih tinggal dengan orangtua, walau buntutnya dua

Atau mungkin bertetangga kos dengan yang usianya puluhan tahun lebih muda. Berisik tiap malam, katamu. Tapi mau bagaimana? Mampunya bayar di situ walau usia lewat empat puluh

Kau menggerutu sambil menyelipkan tanda terima laundry kiloan ke dalam saku

Untuk Perempuan Biasa

Yang sering tak masuk hitungan, yang prestasi akademiknya pas-pasan

Yang dari jaman sekolah, terseok paling akhir saat pertandingan

Yang walau tahu jawaban, kadang memilih untuk diam

Untuk Perempuan Biasa

Yang harus kerja sedikit lebih keras dari yang lainnya, tetapi menikmati lebih sedikit karena kerasnya kibasan generasi sandwich

Yang lemak di perut kerap bertambah walau hanya makan nasi tambahan satu suap atau, ehem… dua

Yang presentasinya di rapat perusahaan sering tak diunggulkan

Yang berharap ada keajaiban supaya orangtua, adik, bahkan kemenakan mungkin bisa masuk daftar tanggungan

Untuk Perempuan Biasa,

Yang memblokir nomor mantan, lalu menyesal

Yang sedikit-sedikit minta maaf pada rekan kerja, keluarga, teman semata-mata karena beda opini dan pilihan

Perempuan yang mendaftarkan diri di klub kesehatan, lalu tak hadir sampai tahun depan

Perempuan yang hanya bisa membeli tiga dari tujuh rangkaian perawatan kulit andalan para duta kecantikan

Yang hasil blow rambutnya tak pernah sempurna, yang eye-liner nya sering luntur di bawah mata

Untuk Perempuan Biasa-biasa saja

Yang memutuskan untuk  tetap sendiri, ataupun yang baru mengiyakan untuk menikah lagi yang ketiga kali? Edan! Kata orang

Perempuan yang memilih susu formula untuk sang bayi walau dalam hati takut dihakimi

Perempuan yang memjijat payudaranya dengan ramuan khusus tiap malam  supaya kencang lagi setelah memberi ASI. Itu juga kata orang…

Dan juga,

Untuk perempuan yang baru menghabiskan seluruh upah satu bulan untuk sepasang sepatu baru. Demi mengobati sakit hati ditinggal teman kencan yang bahkan saat pertama kali makan malam, mengajak patungan

Percayalah, banyak yang berdiri bersamamu. Banyak yang tergelak berkata “Pernah.” Seperti aku

Kita semua

Perempuan yang biasa-biasa saja

Dan memilih untuk merasa, biasa itu tidak mengapa

Baca juga: Hak-hak Pekerja Perempuan yang Bekerja Shift Malam, Wajib Tahu!

Baca juga: Mirisnya Menjadi Perempuan di Indonesia 

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top