10 Kalimat yang Dibenci Oleh Orang tua Tunggal

Sex & Relationship

fiaindriokusumo・08 Sep 2021

detail-thumb

Ini kalimat-kalimat yang dibenci oleh orang tua tunggal dengan alasan di antaranya, berkesan menghakimi dan tidak memiliki empati. 

Sebagai seorang ibu tunggal alias single mom, kadang-kadang ada omongan orang yang tidak enak untuk didengar oleh telinga saya. Mungkin orang tersebut bermaksud becanda, atau bisa jadi memang niatnya baik hanya saja bingung mau ngomong apa, atau ya memang nyebelin aja, hahahaha.

Selain berdasarkan pengalaman pribadi yang menjadi orang tua tunggal karena bercerai, ada juga pengalaman dari teman-teman atau saudara yang menjadi orang tua tunggal karena ditinggal meninggal oleh pasangan hidup. Supaya tidak salah ucap, mari ketahui kalimat apa saja yang membuat kami para orang tua tunggal merasa tidak nyaman mendengarnya.

  • Nggak kasihan sama anak-anak kalau orang tuanya bercerai?
  • Lebih kasihan kalau anak-anak melihat orang tuanya berantem terus menerus dan membuat rumah menjadi tidak tenang serta nyaman untuk ditempati. Anak juga akan melihat contoh salah mengenai sebuah hubungan.

    2. Sudah dipikirkan baik-baik? Jangan asal ambil keputusan dan jangan gegabah

    Nggak bisa dipungkiri memang ada orang yang mengambil keputusan dengan terburu-buru, tapi percayalah, sebagian besar dari kami sudah melalui proses berpikir masak-masak dan memikirkan baik buruknya hingga sampai di keputusan final ini.

    3. Kasihan anak-anak, nggak ada sosok orang tua lengkap. Jangan egois dong.

    Bercerai bukan berarti anak-anak jadi kehilangan sosok salah satu orang tua. Kami berusaha mengatur agar anak-anak tetap bisa menghabiskan waktu dengan kedua orang tua. Egois itu kalau nggak tahu apa-apa terus asal komen.

    4. Buruan nikah lagi gih, anak-anak butuh figur ayah (atau ibu)  Ini umumnya untuk kasus seseorang yang ditinggal meninggal

    Ditinggal meninggal itu bukan hal yang mudah dan bisa secepat itu dilupakan. Ada tahapan emosi yang dilalui, ada trauma yang juga dirasakan, ada rasa takut serta rasa sayang yang nggak bisa dengan mudah digantikan. Biarlah kami melewati proses semua itu, tanpa harus terburu-buru mencari yang baru. Lagipula buat apa butuh figur baru kalau tidak bisa dekat dengan anak-anak.

    Baca juga: Membesarkan Anak Tanpa Figur Ayah

    5. Jangan lama-lama bersedih, almarhum pasti ingin melihat kamu bahagia

    Kalau belum pernah ditinggal meninggal oleh pasangan, jangan pernah bicara seperti itu. Setiap orang butuh waktu berbeda untuk melewati masa berkabung. Nggak bisa dibatasi. Selama tidak merugikan diri sendiri, anak dan juga orang lain, izinkan kami menjalani masa berkabung kami.

    6. Bagaimana rasanya ditinggal oleh pasangan hidup? Saya kayaknya nggak sanggup membayangkannya

    Agak bingung kalau dengar kalimat seperti ini ya, ahahaha, ya gimana dong. Bicara ditinggal meninggal kan sudah pasti ada rasa sedih, rindu, khawatir, nggak mungkin happy, kan? Dan jangan, jangan ditambah dengan kalimat "Nggak sanggup membayangkannya," karena memang tidak usah dibayangkan. Rasanya tidak enak. Titik.

    7. Wah enak dong bisa kencan lagi, nyari yang baru

    Coba diingat, sebelum memasuki proses kencan lagi sama yang baru, ada proses kehilangan yang belum tentu berjalan dengan lancar. Ada proses sakit hati, sedih, berdarah-darah. Ada proses maju mundur untuk mencoba ketemu lagi sama orang baru atau memilih untuk sendiri.

    8. Hah, mau nikah lagi? Nggak trauma? Nggak mau sendiri aja mendingan fokus membesarkan anak-anak

    Bingung aku tuh. Memutuskan sendirian, ditanya. Memutuskan untuk kenal dan menikah lagi, ditanya juga. Gimana kalau mencoba memberi komentar yang positif, kasih semangat, kasih dukungan, kasih doa agar kali ini berjalan dengan baik, langgeng, menemukan jodoh hingga akhir hayat.

    9. Susah banget pasti ya sekarang keuangannya, karena kan single income. Sudah nggak ada gaji pasangan. Gimana itu mengatur pengeluaran kamu? 

    Udah tahu susah kok ya pakai nanya. Boleh tanya-tanya asal bantu bayarin kebutuhan bulanan. Setuju? Setuju dong, hehehe.

    10. Kok kamu biarin hak asuh jatuh ke tangan ibunya/ayahnya? Kamu kurang nih berjuangnya untuk mendapatkan hak asuh anak-anak

    Hih, lambe-mu itu lho minta disentil. Jangan suka meremehkan usaha orang yang kalian juga nggak tahu sekeras apa usahanya! Jangan malah membuat seseorang merasa semakin down dengan komen-komen yang keluar dari mulut kita.

    Intinya, dukung aja keputusan kami selama itu tidak merugikan anak-anak, diri kami dan juga orang lain. Terima kasih.

    Photo by Gift Habeshaw on Unsplash