Fakta Tentang Diet Pegan yang Sedang Menjadi Trend

Self

Fannya Gita Alamanda・15 Jul 2021

detail-thumb

Seperti apa diet Pegan yang merupakan gabungan dari diet paleo dan diet vegan ini dan menjadi trend di tahun 2021? Simak fakta-faktanya di sini.

Diet yang diperkenalkan pertama kali oleh Dr. Mark Hyman, M.D pada tahun 2014 ini merupakan gabungan dari diet Paleo yang mengadopsi pola makan manusia zaman prasejarah yaitu paleolitikum, yang berfokus pada makanan segar dan alami seperti buah-buahan, sayur mayur, daging, ikan, dan kacang-kacangan – dan diet vegan yang membolehkan Anda hanya makan tumbuhan.

Diet ini nggak saling bertentangan kok. Prinsip dari diet pegan adalah pola makan kaya nutrisi terdiri dari sekitar 75% makanan nabati, dengan sisanya 25% nutrisi Anda berasal dari sumber hewani. Diet ini menekankan pada konsumsi makanan utuh dan segar yang alami alias tidak terkontaminasi oleh bahan kimia, aditif, pestisida, dan GMO. Pelaku diet Pegan juga harus mendapatkan banyak lemak sehat seperti omega-3 dan lemak tak jenuh, serta banyak makanan organik. Selain itu, konsumsi makanan olahan sangat dibatasi dan konsumsi produk susu dan gluten sangat nggak dianjurkan.

Makanan yang disarankan dalam diet Pegan

Photo by David B Townsend on Unsplash

Mengutamakan pentingnya asupan makanan segar dan memangkas asupan makanan olahan atau processed food. Ini yang boleh disantap:

• Buah-buahan.

• Sayur-mayur, kebanyakan yang memiliki kandungan pati rendah atau indeks glikemik rendah seperti brokoli, wortel, kacang polong, dan tomat.

• Kacang-kacangan seperti almond, pistachio, dan walnut (kacang kenari).

• Biji-bijian seperti chia, rami, dan biji labu.

• Daging dari ternak yang diberi pakan rumput seperti sapi, ayam, dan babi.

• Ikan tinggi lemak dan rendah merkuri seperti, salmon, sardin, herring, dan ikan cod.

• Telur

Boleh mengonsumsi gula tapi hanya sesekali sebagai reward.

Ucapkan selamat tinggal pada jenis makanan ini

Gluten dan produk susu adalah pantangan besar bagi pelaku Diet Pegan. Mommies juga harus membatasi beberapa makanan olahan yang mengandung zat aditif untuk masa simpan yang lama. Makanan yang harus dihindari antara lain:

• Roti, pasta, makanan yang dipanggang, sereal, granola, dan bir.

• Susu sapi, yogurt, dan keju.

• Makanan yang selama pertumbuhannya bersentuhan dengan pestisida dan obat-obatan kimia lainnya.

• Makanan atau minuman apa pun yang mengandung pengawet, pewarna, penguat rasa, dan pemanis buatan.

Meskipun sebagian besar biji-bijian dan kacang-kacangan tidak disarankan untuk diet pegan karena berpotensi memengaruhi gula darah, beberapa jenis biji-bijian dan kacangan-kacangan bebas gluten diizinkan dalam jumlah yang terbatas.

Asupan biji-bijian bebas gluten seperti quinoa, beras merah, oats, dan biji bayam (amaranth).tidak boleh melebihi dari ½ cangkir (125 gram) per makanan, sedangkan asupan kacang-kacangan seperti kacang hitam (kacang Caraota), chickpeas (kacang Garbanzo atau kacang arab), kacang pinto, dan lentil (kacang adas)

tidak boleh lebih dari 1 cangkir (75 gram) per hari

BACA JUGA: JENI-JENIS MAKANAN YANG HARUS DIHINDARI DI USIA 30 dan 40 TAHUN

Konsumsi lemak sehat

Mommies wajib mengonsumsi lemak sehat yang sumbernya berasal dari:

• Kacang-kacangan: kecuali kacang tanah.

• Biji-bijian: kecuali minyak biji olahan

• Alpukat dan zaituns: Cold-pressed Olive oil dan cold-pressed avocado oil aman dikonsumsi.

• Kelapa: minyak kelapa mentah boleh dikonsumsi.

• Omega-3: terutama yang berasal dari ikan atau ganggang rendah merkuri, daging ternak yang diberi makan rumput atau dipelihara dan makan di padang rumput, juga telur.

BACA JUGA: FIBRE CREME YANG KATANYA LEBIH SEHAT DARI SANTAN

Adakah manfaatnya melakukan Diet Pegan?

Perlu dilakukan penelitian lebih mendalam untuk menjawab pertanyaan itu tetapi ada banyak yang setuju bahwa pola makan nabati yang berfokus pada sayur-sayuran dan buah-buahan tinggi serat dan rendah pati dapat meningkatkan kesehatan dan menurunkan risiko terkena penyakit tertentu. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pola makan nabati dapat menurunkan berat badan dan mengurangi kolesterol jahat di dalam tubuh kita.

Mommies tidak perlu menghindari gluten jika tidak memiliki intoleransi atau kondisi kesehatan seperti celiac disease. Sama sekali tak mengonsumsi gluten juga bisa mempersulit Mommies bertahan lama menjalani Diet Pegan. Bahkan dalam beberapa kasus, bisa membuat tubuh kekurangan nutrisi karena biji-bijian dan kacang-kacangan jika diskonsumsi dalam jumlah yang layak justru akan meningkatkan kesehatan seseorang.

Konsultasi sebelum melakukan Diet Pegan

Berminat mencoba diet Pegan? Boleh saja, tapi sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter, ahli gizi, atau ahli diet, terutama kalau Mommies nggak biasa mengonsumsi makanan nabati. Mereka akan membantu Mommies mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan tubuh dengan memilihkan diet yang paling tepat.

Photo by Jens Erik Ebbesen on Unsplash