Now Reading
7 Jenis Makanan Yang Harus Dihindari di Usia 30 dan 40 Tahun Agar Selalu Sehat

7 Jenis Makanan Yang Harus Dihindari di Usia 30 dan 40 Tahun Agar Selalu Sehat

dewdew
jenis makanan yang harus dihindari usia 30

“Begini, deh, kalau sudah hamil. Mau langsing lagi kayak waktu umur 20 usahanya setengah mati,” demikian keluhan para mommies yang sudah memiliki anak satu, dua, bahkan empat orang. Sebenarnya bukan masalah pernah hamilnya, tapi, seiring dengan pertambahan usia, metabolisme tubuh kita memang semakin lambat. Sering, ya, kita dengar keluhan, “Duh, saya minum air putih aja naik 2 kilo.” Makin banyak umurnya, berat badan memang cenderung lebih mudah naik. Kenaikan ini seringkali dipengaruhi oleh berbagai sebab. Bisa karena perubahan hormon, berkurangnya massa otot, dan gaya hidup nggak sehat. Nah, supaya bisa maintain berat badan, dan nggak banyak didatangi penyakit, yuk, gaya hidupnya dibenerin. Salah satu caranya adalah dengan memilih makanan yang tepat. Ada beberapa jenis makanan yang harus dihindari untuk usia 30 dan 40 tahun. 

Daging olahan

Sosis, kornet, bacon, memang mengandung protein, dan mungkin saja mudah dicari bagi para penganut diet keto. Namun daging olahan sebenarnya nggak baik buat kesehatan karena mengandung nitrat dan nitrit penyebab kanker. Daging olahan juga biasanya memiliki jumlah natrium yang bisa meningkatkan tekanan darah. Sebuah studi tahun 2013 yang diterbitkan dalam jurnal European Cytokine Network menemukan bahwa natrium nitrat meningkatkan stres oksidatif, yang dapat menyebabkan kerusakan kolagen dan elastin. Buat mommies yang care banget sama keremajaan kulit, ini jenis makanan yang harus dihindari untuk usia 30 dan 40 tahun. 

Daging barbecue atau daging yang hangus

Photo by James Sutton on Unsplash

Aktivitas barbecue memang paling menyenangkan. Kumpul bareng keluarga (keluarga inti saja kalau pandemi Covid belum berakhir, ya) sebenarnya yang paling dinanti. Plus bakar-bakar daging. Nah, bakar-bakar daging inilah yang harus diwaspadai.  Daging steak atau barbecue yang hangus dan protein lain yang dibakar pada suhu tinggi di atas api terbuka, dapat menghasilkan heterosiklik amina (HCA) dan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH). Bahan kimia tersebut ditengarai bisa mengubah DNA dan meningkatkan risiko kanker.

Baca juga: Ibu Menyusui Boleh Diet? Boleh, Dong! Tapi Ada Aturannya!

Susu atau sari kacang non-fortifikasi

Photo by Austin Wilcox on Unsplash

Walau menjadi dewasa itu pilihan, menjadi tua itu pasti. Kepastian itulah yang diiringi dengan meningkatnya risiko osteoporosis. Hiks. Hal ini jelas harus mommies perhatikan, karena berarti makanan kaya kalsium harus lebih banyak dikonsumsi. Sumber nutrisi penguat tulang yang bagus adalah susu. Nah, kalau mommies  menghindari mengonsumsi produk dairy, dan lebih memilih susu almond, atau sari kacang kedelai, usahakan untuk memilih produk non dairy yang telah diperkaya dengan kalsium misalnya. 

Frozen crab stick

Yang suka makan steamboat, cung! Sop seafood, bahkan California Rolls juga sering menghadirkan frozen crab stick  yang ternyata tidaklah terbuat dari kepiting 100% betulan. Di dalamnya terdapat  bahan-bahan lain seperti gandum, putih telur, dan transglutaminase (juga dikenal sebagai lem daging). Sehingga ketika mommies berniat mengonsumsi frozen crab stick sebagai sumber protein, ada unsur lain seperti karbohidrat, lemak, dan mungkin pengawet yang ikut dikonsumsi. 

Frozen set menu

Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi pangan juga semakin maju. Namun begitu beberapa hasil teknologi ini menurut beberapa ahli tidak tepat dikonsumsi oleh mereka yang berusia 30 dan 40 tahun ke atas. Salah satunya adalah frozen set menu. Mommies tahu, ya, kalau di lorong freezer supermarket, suka ada set menu beku lengkap siap saji yang berisi nasi, beserta lauk pauknya. Meski menu lengkap, namun banyak dari set menu ini lebih kaya akan natrium dan pengawet, namun sedikit serat.  Serat membantu mommies untuk kenyang lebih lama, jadi kalau sering mengonsumsi frozen set menu, selain meningkatkan tekanan darah karena kandungan natrium yang tinggi, mommies juga jadi cepat lapar lagi. 

Yogurt low fat dengan varian rasa

jenis makanan yang harus dihindari usia 30

image by freepik

Makanan dengan label low fat atau rendah lemak memang terlihat ramah diet. Terutama buat mommies yang sedang menjaga berat badan. Tapi mommies harus hati-hati, pada yogurt low fat yang diberi tambahan rasa, memang rendah lemak, tapi ada gula tambahan untuk menutupi kurangnya rasa enak yang dihasilkan dari pengupasan lemak. Kalau sudah pilih low fat yogurt, paling aman pilih yang plain saja, ya. 

Makanan gluten-free

jenis makanan yang harus dihindari usia 30

image by freepik

Kecuali mommies punya sensitivitas atau alergi terhadap gluten, atau  menderita coeliac disease, sebenarnya nggak ada alasan untuk menghilangkan produk gandum dalam makanan sehari-hari, lho. Bagaimanapun menurut Tri Mutiara Ramdani S.Gz, M.Sc gluten banyak terkandung di makanan tinggi karbohidrat seperti roti, sereal, dan gandum-ganduman. Makanan ini bukan hanya mengandung gluten, tapi juga karbo, vitamin B kompleks, serta fortifikasi vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh, terutama di usia 30 dan 40-an. 

main photo by Louis Hansel on Unsplash

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top