Now Reading
Jenis-jenis Puasa di Agama Islam 

Jenis-jenis Puasa di Agama Islam 

Tahukah Mommies ada dua jenis puasa wajib lainnya, dan tujuh jenis puasa sunnah. Yuk, mumpung bulan Ramadan, ajarkan si kecil tentang jenis-jenis puasa. 

Jenis-jenis Puasa Wajib

1. Puasa Ramadan

Kewajiban melaksanakan ibadah puasa pada bulan Ramadan terdapat dalam Al-Qur’an surat Al-baqarah ayat 183, yang berbunyi: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. 

Puasa Ramadan punya keutamaan istimewa. Salah satunya diterangkan dalam hadist qudsi, “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari).”

Selain itu, yang menjadi syarat wajib puasa Ramadan, adalah seorang muslim, baligh (telah pubertas), berakal sehat, sanggup menjalankan puasa, dan tahu dengan kesadaran penuh awal Ramadan hingga sebulan penuh.

2. Puasa Nazar

Puasa ini wajib dilakukan untuk seseorang yang telah berucap janji. Contohnya: “Jika aku mendapatkan pekerjaan itu, aku akan berpuasa.” Nazar mempunyai arti janji, sehingga puasa yang sudah dinazarkan, berhukum wajib dilakukan.

3. Puasa Denda atau Kifarat

Selanjutnya Puasa Denda atau Kifarat. Yaitu puasa yang dilakukan untuk menggantikan dam atau denda atas pelanggaran berhukum wajib, misalnya berhubungan intim di tengah melakukan puasa. Puasa ini punya tujuan untuk menghapus dosa yang telah dilakukan.

Pertama, harus memerdekakan hamba sahaya perempuan yang beriman, dan bebas dari cacat yang mengganggu kinerjanya. Kedua, jika tak mampu, ia harus berpuasa selama dua bulan berturut-turut. Ketiga, jika tidak mampu, ia harus memberi makanan pokok di daerahnya kepada 60 orang miskin, masing-masing sebanyak satu mud (kurang lebih sepertiga liter beras).

4. Puasa Qadla’

Jenis puasa ini wajib ditunaikan untuk mengganti jumlah puasa Ramadan yang tidak dilakukan karena beberapa alasan: menstruasi, sakit parah, dan bepergian jarak jauh, Cara membayarnya, dengan berpuasa sesuai dengan jumlah hari puasa yang ditinggalkan. 

Ketentuan ini dijelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 184, Allah SWT berfirman: “…… maka barangsiapa di antara kamu sakit dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib baginya mengganti) sebanyak hari yang ditinggalkan pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin.”

Puasa Sunah

1. Puasa Syawal

Puasa Syawal yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, tertuang dalam hadits riwayat Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan dan meneruskan dengan enam hari di bulan Syawal, maka seperti ia berpuasa di sepanjang tahun.”

Tapi ingat, ya, moms, pelaksanaan puasa Syawal ini, tidak boleh dilakukan pada hari Lebaran, termasuk hari yang diharamkan untuk puasa. Dalam hadits riwayat Muslim, diriwayatkan “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang berpuasa pada dua hari yaitu Idul Fithri dan Idul Adha.”

2. Puasa Arafah

Dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah oleh mereka yang tidak melaksanakan ibadah haji. Keutamaan puasa hari Arafah adalah menghapus dosa dua tahun orang yang melaksanakannya. Seperti yang dijelaskan dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Puasa hari Arafah itu menghapus dosa dua tahun, setahun silam dan setahun yang akan datang. Dan puasa Asyura itu menghapus dosa setahun sebelumnya.”

3. Puasa Tasu’a dan Asyura

Puasa ini dilaksanakan pada tanggal 9 & 10 Muharram, sesuai dengan hadist riwayat Muslim, dari Ibnu Abbas:

“Ketika Rasulullah SAW berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa pada hari itu, mereka berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya hari ‘Asyura adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan Nasrani.’ Rasulullah SAW bersabda, ‘Kalau begitu, tahun depan insya Allah kita berpuasa tanggal 9 (Muharram)’. Sayangnya belum belum sampai satu tahun kemudian, Rasulullah SAW meninggal dunia.

4. Puasa Senin dan Kamis

Dari sekian banyak puasa sunnah, mungkin ini puasa yang paling familiar di telinga mommies, ya? Jadi moms, sejarahnya terjadi puasa Senin dan Kamis, Rasulullah melaksanakan puasa sunnah di hari Senin dan Kamis. Hal itu dilakukan karena terdapat keistimewaan di hari tersebut. Dalam hadits riwayat Abu Daud, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya segala awal seluruh hamba dipaparkan pada hari Senin dan Kamis.”

5. Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh, adalah puasa yang dilaksanakan 3 hari berturut-turut dalam satu bulan dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, 15 pada setiap penanggalan Hijriyah. Hal ini dipertegas berdasarkan hadist riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Berpuasalah selama tiga hari pada setiap bulan, karena sesungguhnya kebaikan dikalikan sepuluh, sehingga puasa itu (3 hari) sama dengan puasa satu tahun penuh.”

6. Puasa Nabiyullah Daud

Atau sebagian orang menyebutnya “Puasa Nabi Daud”  Pelaksanaan puasa Nabiyullah Dawud dilaksanakan dengan satu hari dilakukan satu hari berbuka. Hal ini merupakan puasa sunnah yang dicintai oleh Allah SWT. Dalam hadist riwayat Muslim, Nasa’i dan Ibnu Majah, “Puasa yang paling disukai di sisi Allah adalah puasa Daud, yaitu berpuasa sehari dan berbuka sehari.”

7. Puasa Sya’ban (Nisfu Sya’ban)

Dalam hadist riwayat Muslim dan Bukhari, dari Aisyah RA ia berkata, “Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW menyempurnakan puasa sebulan penuh, kecuali pada bulan Ramadhan. Dan aku tidak pernah melihat beliau  memperbanyak puasa di bulan-bulan lain, kecuali di bukan Syaban.”

8. Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah adalah puasa yang dilaksanakan pada hari tarwiyah yaitu tanggal 8 Dzulhijjah. Istilah tarwiyah sendiri berasal dari kata tarawwa yang berarti membawa bekal air. Hal tersebut karena pada hari itu, para jamaah haji membawa banyak bekal air zam-zam untuk persiapan arafah dan menuju Mina.

Baca juga:

Resep Buka Puasa di Bawah 15 Menit

Bahan Makanan yang Bagus Untuk Sahur dan Buka Puasa

Di antara puasa sunnah di atas, mana yang sudah mommies lakukan dengan rutin?

Referensi artikel: 1 & 2

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top