12 Penyakit Kulit pada Bayi dan Anak

Kids

Dhevita Wulandari・28 Dec 2020

detail-thumb

Ini dia jenis-jenis penyakit kulit pada bayi dan anak yang perlu diwaspadai, mulai dari yang tidak menular hingga yang menular. 

Tahukah, Mommies bahwa dalam satu tahun terakhir, ada 21 persen pasien bayi dan anak-anak di klinik kulit RSPI Puri Indah?! Data ini belum termasuk yang datang berobat dan cek ke dokter spesialis anak, sehingga angka sebenarnya bisa lebih besar.

Bicara mengenai kondisi kulit bayi dan anak tentunya berbeda dengan kondisi kulit orang dewasa. Kulit bayi dan anak perlu mendapatkan perlakuan khusus karena adanya perbedaan anatomi dan fungsi sampai usia tertentu. Kemudian, kemampuan healing atau menyembuhkan pada kulit bayi dan anak lebih baik. Lapisan kulitnya lebih tipis, lebih berpori, dan juga lebih mudah menyerap air, sedangkan kandungan TEWL (transient epidermal water loss)- nya juga lebih tinggi, sehingga mudah mengalami kekeringan. Selain itu imunitas pada bayi dan anak belum berkembang sempurna, kadar melanin lebih rendah dan pH kulitnya lebih tinggi atau cenderung lebih basa.

Berdasarkan data dari RSPI Puri Indah pada Oktober 2019 – Oktober 2020, ada beberapa jenis penyakit kulit pada bayi dan anak yang sering terjadi seperti dermatitis atopic 51%, dermatitis gabungan 38,6%, acne vulgaris 9,4%, sisa sekitar 7% nya adalah gigitan serangga, impetigo, pityriasis alba.

Baca juga: 8 Tanda Bayi Stress

Ini dia jenis-jenis penyakit kulit pada bayi dan anak yang sering ditemukan:

Dermatitis atopik

Kelainan kulit yang terlihat berupa ruam kemerahan, gatal, bersisik, lecet, jumlahnya bisa semakin banyak. Pemicunya bervariasi, mulai dari alergi dan infeksi. Apabila berulang bisa mengakibatkan kronis. Varian dermatitis atopic:

Pityriasis alba

Umumnya ada bercak merah atau merah muda pada kulit yang bentuknya bulat ataupun tidak beraturan. Terlihat seperti panu, tapi jenis penyakit kulit ini berbeda karena bercak pityriasis alba memiliki tekstur cenderung bersisik dan kering.

Prurigo

Prurigo atau yang bisa disebut darah manis adalah kondisi saat kulit biasanya luka karena terlalu sering digaruk. Penderita biasanya sangat sensitif sehingga ada rasa gatal dan kecenderungan untuk menggaruk kulit. Bentuknya berupa bentolan kecil seperti kubah atau bisa juga berupa bintik-bintik dan terasa sangat gatal.

Miliaria atau biang keringat

Miliaria adalah kondisi kulit yang terjadi akibat tersumbatnya saluran keringat, sehingga keringat terjebak di bawah kulit.

Dermatitis seboroik/ cradle caps

Dermatitis seboroik biasanya mewabah di area kulit kepala dan bagian tubuh yang berminyak, sehingga menyebabkan bercak merah dan kulit bersisik. Pada masa bayi usia 2 minggu sampai 3 bulan awal, biasanya tidak ada rasa gatal dan nyeri karena pengaruh hormon androgen yang belum hilang. Pada masa anak, kemungkinan terjadinya pada awal pra pubertas. Dermatitis seboroik termasuk dalam kategori kelainan kulit yang tidak menular.

Gigitan Serangga

Gigitan serangga pada beberapa kasus bisa menyebabkan gangguan kesehatan dan menimbulkan gejala ringan atau berat. Selain gejala setelah gigitan serangga, yang sering dikhawatirkan orangtua pada bayi dan anak biasanya adalah bekas luka yang sulit hilang.

Baca juga: Penyebab Kulit Kering pada Wajah Bayi, Dehidrasi Hingga Eksim

Infeksi bakteri

Infeksi bakteri adalah infeksi yang disebabkan oleh adanya bakteri, biasanya karena kelenjar minyak belum aktif sehingga pH kulit bayi dan anak cenderung basa atau tinggi. Infeksi bakteri akan lebih sulit terjadi pada suasana asam atau rendah. Jenis infeksi bakteri:

Impetigo

Infeksi kulit yang sangat menular dan menyebabkan luka pada wajah bayi dan anak. Gejalanya bisa berupa luka kemerahan yang terjadi di sekitar hidung dan mulut. Luka tersebut memiliki cairan di dalamnya yang ketika pecah akan membentuk seperti kerak kecoklatan.

Furunkel

Furunkel atau bisul adalah benjolan merah di bawah kulit berisi nanah yang disebabkan oleh folikel rambut yang meradang kemudian terjadi infeksi. Benjolan bisul ini terasa nyeri, bisa membesar kemudian pecah.

Infeksi Virus

Infeksi virus adalah infeksi yang terjadi disebabkan oleh virus. Jenis infeksi virus:

Viral warts

Viral warts atau kutil adalah benjolan kecil yang tumbuh pada kulit. Kutil bisa terjadi karena adanya virus papiloma. Umumnya kutil sering terjadi di bagian tangan dan kaki, tapi dapat menyebar juga ke bagian tubuh lainnya. Bahkan bisa menyebar antar manusia apabila terkena kontak dengan kutil. Pada kondisi tertentu, kutil bisa bertambah banyak di sekitarnya seperti mengerumun (autoinokulasi).

Molluscum Contagiosum

Molluscum contagiosum adalah infeksi yang terjadi karena adanya virus pox. Infeksi berupa bintik kecil sewarna kulit dan pada sebagian kasus, infeksi dapat sembuh sendiri sekitar 6-12 bulan.

Cacar air

Cacar air adalah penyakit kulit yang biasa terjadi pada bayi dan anak. Gejalanya seperti bintik-bintik merah pada tubuh yang setelah beberapa hari bisa berubah menjadi benjolan-benjolan berisi air yang menimbulkan rasa gatal dan bisa menyebar ke seluruh bagian tubuh. Cacar air biasanya disertai demam. Selain itu cacar air juga bisa dengan sangat mudah menular antar manusia.

HFMD / Flu Singapura

HFMD lebih dikenal dengan Flu Singapura. Sesuai dengan Namanya HFMD atau hand, foot, and mouth disease, virus yang terjadi pada bayi dan anak ini menyebabkan luka di sekitar tangan, kaki, dan mulut. Penyakit ini disebabkan oleh virus genus Enterovirus dan termasuk penyakit yang mudah menular dan menyebar melalui kontak langsung dengan air liur atau lendir. Gejalanya berupa demam, sakit tenggorokan, hilangnya nafsu makan, ruam merah pada tangan dan telapak kaki, sakit kepala, gelisah, dan dehidrasi.

Luka bakar dan luka jatuh

Luka bakar yang terjadi pada bayi dan anak menyebabkan kerusakan pada kulit dan jaringan dalam kulit. Hal ini bisa disebabkan oleh sinar matahari atau sunburn, cairan panas, api, listrik, dan bahan kimia. Selain luka bakar, luka jatuh juga sering kali terjadi pada anak karena suka berlari-larian saat bermain.

Baca juga: Tahapan Skincare Untuk Anak Remaja dan Produk Rekomendasinya

Cover: Freepik