Now Reading
Pelajaran Mendidik Anak dari Drama Korea yang Baik dan Buruk

Pelajaran Mendidik Anak dari Drama Korea yang Baik dan Buruk

RachelKaloh

Dari sekian banyaknya drakor yang sudah kita tonton, ini pelajaran mendidik anak dari drama Korea yang baik dan buruk.

Dulu, nonton drakor, 70%-nya buat ngecengin oppa-oppa yang main, hahaha! Sekarang, mau nonton satu drama aja pertimbangannya banyak; ceritanya tentang apa, bagus nggak, yang main siapa, masih on going atau sudah bisa ditonton non-stop sampai tamat, dan lain-lain.

Yang jelas, dari beberapa drakor yang saya tonton selama pandemi (secara, nih, pandemi membuat orang yang tadinya anti drakor, jadi drakor-an juga pada akhirnya), paling nempel, tuh, ya kisah parenting, karena banyak yang bisa dijadikan pelajaran. Jadi, ini dia pelajaran mendidik anak dari drama Korea yang bisa saya dapat. Bagaimana dengan Mommies? 

Pelajaran yang Baik:

Punya level trust yang tinggi sama anak

Ini digambarkan oleh ibu Sa Hye Jun di serial Record of Youth. Sosok ibu Hye Jun ini punya trust yang besar sama anaknya. Ia juga bisa tegas saat melihat anaknya bertindak keliru, seperti ibu pada umumnya, lah, bawel sebelum anak membuat keputusan besar, tapi ikut bangga ketika anaknya sukses. 

Bisa berbagi meski dalam keadaan tidak mampu

Masih nempel banget, dong, sama kisahnya Halmoni dan Han Ji Pyeong di Start Up? Halmoni ini kan jelas bukan orang kaya, tapi lihat betapa membekasnya dia di hati Ji Pyeong, yang nggak punya apa-apa, tapi merasa kaya karena kasih sayang. Begitu juga dengan kehidupan keluarga di Reply 1988, di antara mereka nggak ada tuh yang bener-bener tajir, ada keluarga Jung Pal yang mendadak jadi orang kaya karena menang lotere, tapi mereka nggak lantas lupa sama tetangganya yang memang sudah terasa seperti saudara, mereka tetap saling bantu. 

Bonding erat dengan anak pakai caranya sendiri

Ayahnya Bo Ran dan Deok Sun di Reply 1988 sifatnya sangat keras, tapi dia sayang sama anak-anak perempuannya. Cara dia mengungkapkan kasih sayangnya yaitu lewat surat. Terharu mewek lah, lihatnya!

Pelajaran yang Buruk:

Membuat anak trauma

Seperti yang dialami Go Moon Young di It’s Okay to Not be Okay. Perasaan trauma terhadap ibunya bahkan terus menghantuinya sampai dewasa. Demikian juga dengan Moon Gang Tae yang merasa “dititipin” kakak dengan kebutuhan khusus, yang bikin dia nggak bisa menikmati kehidupannya sendiri.

Memaksa anak bersikap dewasa tanpa arahan

An Jeong Ha di Record of Youth, dari kecil sudah diajak ibunya ninggalin bapaknya saat masih kecil. Tapi, kemudian dibuat gerah sama tingkah laku ibunya, sehingga memilih pergi dan hidup mandiri. Sementara, ibunya masih suka ngebuntut dan ngejar-ngejar Jeong Ha setiap kali butuh bantuan (baca: uang). 

Memfasilitasi anak dengan imbalan

Ibu-ibu ambisius Korea digambarkan dengan sangat baik di serial Sky castle, salah satunya Cha Min-Hyuk. Anaknya dibuatkan kamar khusus supaya bisa konsentrasi penuh saat belajar, tapi begitu salah sedikit, disabet! Ibaratnya, orangtua berharap anak memberikan imbalan berupa prestasi, padahal saat itu anak merasa tertuntut, bahkan sampai bunuh diri saking stresnya. 

Namun, urusan parenting memang tidak bisa langsung dikategorikan baik dan buruk. Banyak yang mungkin di depan terlihat buruk, padahal ternyata ada baiknya. Sebaliknya, di luar terlihat baik, tapi nyatanya malah membuat anak jadi salah asuh.

Pelajaran Mendidik Anak dari Drama Korea yang Tidak Selamanya Buruk

Meninggalkan anak karena tuntutan keadaan

Betapa pedihnya kisah Dal Mi di Start Up yang jadi yatim piatu, padahal sebetulnya dia punya ibu yang memilih untuk menikah dengan pria kaya raya. Kalau dipikir-pikir, mungkin saat itu ibunya tertuntut untuk meneruskan hidupnya dan ingin menjamin masa depan anaknya, maka cara itulah yang ia pilih. Untungnya, si ibu bisa memanfaatkan kesempatan kedua dengan jauh lebih bijak.

Memukul anak demi memberikan pelajaran

Banyak juga scene di drakor yang masih memperlihatkan asuhan orangtua ala militer yang kerap terjadi di jaman dulu, seperti di Reply 1988. Padahal, sebetulnya mereka bukan nggak sayang sama anaknya sendiri, hanya didikannya saja yang berbeda. Ingat ayahnya Nam Do San di Start Up? Yang kalau anaknya ke-gap berbuat salah, siap-siap dihajar pakai pentungan. Tapi, kemudian sadar ketika anaknya dibiarkan menjalani usaha sesuai minatnya, ia berhasil, tuh!

Baca juga: Review Drakor Birthcare Centre: Antara Ingin Menjadi Ibu Atau Menjadi Manusia

Pelajaran Mendidik Anak dari Drama Korea yang Tidak Selamanya Baik

Menghalalkan segala cara demi anak bahagia

Nenek Dal Mi (halmoni) di Start Up, meski hatinya emas, tapi cara yang ia lakukan untuk memastikan Dal Mi selalu bahagia itu nggak sepenuhnya benar, lho. Seniat itu merangkai skenario padahal nggak nyata, malah akhirnya menimbulkan kesalahpahaman saat Dal Mi dewasa. Demikian pula dengan ibunya Won Hae Hyo di Record of Youth, sayaaang banget sama anaknya sampai semua urusan, termasuk masa depan anak, dia yang urus, padahal anaknya nggak pernah meminta.

Menutupi keadaan: Anak nggak perlu tahu apa-apa

Dari The World of The Married, kita belajar betul anak benar-benar nggak bisa kita abaikan, apalagi menyangkut urusan rumah tangga, seperti yang dilakukan Ji Sun Woo terhadap anaknya, Lee Joon-young. Urusan perceraian pun, anak perlu dilibatkan, suara dan pendapatnya perlu didengar, jangan sampai ia bertindak jauh dari yang bisa kita bayangkan, hanya karena dirinya merasa tidak dianggap.

Kalau Mommies, paling suka sama cerita parenting di drakor apa, nih?

Isi Kuisnya:

Drakor Netflix yang Sesuai dengan Kisah Hidupmu

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top