Now Reading
5 Cara Ajarkan Anak Paham Antara Kebutuhan dan Keinginan

5 Cara Ajarkan Anak Paham Antara Kebutuhan dan Keinginan

dewdew
Kebutuhan dan Keinginan Anak

Habis makan nasi, lalu minta sereal plus susu. Masih punya sepatu tapi minta sepatu lagi. Bisakah anak paham antara kebutuhan dan keinginan?

Dengan alasan masa pertumbuhan, makanan apapun diberi. Masalahnya, benarkah si kecil butuh tambahan kalori tersebut?Sepatu olahraganya masih bagus, tapi kemudian si jelang remaja merengek minta dibelikan sepatu merek lain dengan alasan biar sepatu yang satu lagi nggak cepat rusak, jadi bisa ganti-ganti. Karena mommies merasa uangnya ada, ya, sudah dibelikan lagi.

Tapi yakin, ia minta karena butuh, bukan karena ingin samaan sama teman-temannya?

Firesta Farizal, M.Psi., Psikolog berbagi tips agar anak paham antara kebutuhan dan keinginan. Supaya anak nggak berakhir konsumtif. 

Ajak anak diskusi

Mommies bisa bertanya terlebih dahulu saat anak meminta dibelikan sepatu misalnya, padahal sepatu yang lain sudah berderet di rak. Kenapa dia mau beli sepatu tersebut? Apa kepentingan atau manfaatnya? Apa ada hal lain yg lebih dibutuhkan untuk dibeli? Apa harganya masuk akal? Bantu anak ikut memikirkan hal lain yang bisa dilakukan dengan jumlah uang yang setara dengan sepatu idamannya.

Orangtua jadi contoh

Sepertinya poin ini, tuh, berlaku buat semua usaha mendidik anak, ya. Bagaimanapun anak adalah cerminan orangtua. Kalau orangtua nggak mencontohkan anak beli hal-hal di luar kebutuhan dan keinginan yang diutamakan, ya, otomatis anaknya juga bisa mengerti. Mereka, kan, meniru apa yang dilakukan lingkungan terdekatnya. 

Beri contoh konkret

Mommies bisa bantu anak dengan menjelaskan mana yang ia butuhkan dan apa yang hanya berupa keinginan dengan contoh konkret. Misalnya saja harga barang yang ia inginkan itu sebanding dengan bayaran uang sekolah 1 bulan misalnya.

Berbagi dengan yang lebih membutuhkan

Mommies bisa sesekali mengajak anak berbagi dengan orang-orang yang lebih membutuhkan. Aktivitas ini juga bisa bantu mereka untuk tahu nilai uang. Misalnya jumlah uang yang mau dia pakai untuk membeli barang idamannya misalnya bisa dipakai untuk membeli makan siang orang lain yang lebih membutuhkan untuk beberapa hari. Aktivitas ini memang sebaiknya rutin dilakukan, jadi nggak bisa berharap hanya sekali dibawa ke panti asuhan maka cara pandangnya berubah, ya, moms.

Ajarkan mengatur keuangan sedini mungkin

Buat anak-anak yang sudah diizinkan punya uang saku, mommies bisa ajarkan mereka untuk mengatur uang jajannya. Berapa persen yang harus ditabung, berapa persen yang bisa buat jajan, atau untuk muslim, biasanya ada jumlah persen tertentu yang disisihkan untuk kaum dhuafa. Pengaturan ini juga tentu tergantung nilai-nilai dalam keluarga dan nilai-nilai yang mau diturunkan ke anak. Jadi mommies paham, kan, nilai-nilai apa yang harus diajarkan agar anak paham antara kebutuhan dan keinginan? ;)

Baca juga:
Mengajarkan Anak Kelola Uang Saku, Mulai dari Mana?
Berutang Demi Uang Pangkal Sekolah Anak, Yes or No?
Uang Saku untuk Anak SD dan SMP, Berapa Idealnya?

Follow our Instagram on @mommiesdailydotcom!

 

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top