Now Reading
Pernikahan Beda Usia yang Jauh, Apa Kelebihan dan Kekurangannya?

Pernikahan Beda Usia yang Jauh, Apa Kelebihan dan Kekurangannya?

Kalau udah ngerasa jodoh, pernikahan beda usia yang jauh bakal tampak seperti butir debu , alias bukan penghalang buat mewujudkan biduk rumah tangga yang bahagia.

Mungkin itu yang ada di benak para pasangan yang menikah dengan orang yang berbeda usia jauh. Kalau di kalangan Hollywood, sih, kayaknya umum banget ya, bahkan ada yang beda usianya ekstrem sampai 30 tahun! Sementara di kalangan selebriti tanah air juga nggak jarang terjadi. Sebut saja, Anang-Ashanty yang terpaut usia 15 tahun, Hanung Bramantyo-Zaskia Adya Mecca (beda 12 tahun), Desta-Natasha Rizky (beda 16 tahun), Wishnutama-Gista Putri (17 tahun), sampai Sule yang kabarnya nggak lama lagi bakal meresmikan hubungannya dengan Natalie Holscher yang berusia 16 tahun lebih muda darinya.

Lalu di kalangan masyarakat biasa gimana? Banyak juga, kok, pernikahan beda usia, cuma nggak terekspos aja. Salah satu teman kantor saya dulu, menikah dengan pria lebih tua 14 tahun darinya. Alasannya, dia ingin punya suami dengan sosok kebapakan, berhubung dia dibesarkan nyaris tanpa sosok seorang ayah. Waktu menikah, dia berusia 21 tahun, suaminya 35 tahun. Sejauh yang saya tahu, rumah tangganya adem-adem aja.

Apa iya, pasangan yang usianya berbeda jauh bakalan mengalami banyak kendala? Setelah ngobrol-ngobrol dengan Mbak Distyana Dahlia, M.Psi., Psikolog, ternyata pernikahan dengan jarak usia jauh ada kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Baca juga: Silent Killer dalam Pernikahan

Lebih mapan, matang, nyaman

Menurut Mbak Distyana, perempuan yang menikahi laki-laki jauh lebih tua darinya (katakan 10-20 tahun di atasnya) biasanya akan merasa aman karena pasangannya sudah lebih mapan secara ekonomi, kondisi emosinya lebih matang dan tenang, sehingga merasa lebih nyaman memiliki seseorang untuk dijadikan panutan atau tempat untuk bertanya. Ini juga berlaku bagi laki-laki yang menikah dengan perempuan berusia jauh lebih tua darinya.

Pernikahan beda usia, katanya saling mengayomi

Karena usia salah satunya lebih matang tadi, maka umumnya mereka akan bisa membentuk relasi yang saling mengayomi, saling memahami dan saling memberikan “update” dari generasi masing-masing, sehingga memperkaya pengalaman dan pengetahuan lintas generasi.

Ada perbedaan kebutuhan yang ditemukan di pernikahan beda usia

Beda usia jauh otomatis beda generasi juga. Perbedaan kebutuhan antar generasi ini bisa menimbulkan gesekan dalam hubungan pernikahan, karena secara tuntutan perkembangan pun, pasangan sudah berada di cluster yang berbeda.

Biasanya istri yang lebih muda akan kewalahan dengan suami yang memilih untuk fokus melakukan hal-hal rutin dengan lebih tenang dan merasa tidak perlu tantangan lagi. Sementara sang istri masih membutuhkan eksistensi dan eksplorasi akan hal-hal baru.

Sebaliknya, jika pria yang jauh lebih muda bisa jadi merasa minder dengan kondisi karir pasangan yang sudah lebih mapan. Mengingat ada tuntutan budaya atau norma bahwa secara ekonomi atau karir, pria dituntut lebih baik dari istrinya.

Baca juga: Berhenti Berasumsi Saat Berkomunikasi dengan Pasangan

Bangun komunikasi terbuka

Untuk meminimalkan risiko konflik, diperlukan saling mengenal dan memahami kebutuhan masing-masing pasangan, sehingga jika perbedaan muncul tidak menyulut emosi, melainkan berdiskusi dan mencari solusi.

Mbak Distyana juga menambahkan, perbedaan usia berapa pun, setiap pernikahan hendaknya memiliki tipe komunikasi terbuka dengan empati. Saling memahami bahwa perbedaan itu memang nyata, namun berupayalah agar perbedaan tersebut nggak mengganggu satu sama lain.

Kalau mommies sendiri, beda usia dengan pasangan berapa tahun?

Baca juga: Menyiasati Hubungan Beda Dunia

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top