Update Covid-19: Apa Saja yang Perlu Kita Ketahui Kini?

Nutrition & Fitness

RachelKaloh・03 Sep 2020

detail-thumb

Bukan ingin menambah kegelisahan yang memang nggak ada habisnya, tapi kita wajib tahu perkembangan seputar Covid-19.

Sudah masuk Q3 tahun 2020, rasa khawatir dan kegelisahan masih saja menyelimuti kita. Ya, memang, sebagai manusia kita nggak punya hak buat bertanya sama Yang Kuasa, “Kapan ini akan selesai?” Kasus demi kasus kian muncul, bahkan kian mengerikan. Ya kluster keluarga, lah, ya false negatif pasca swab test, lah.

Wajar kalau kata orang, nonton atau baca berita di TV dan media sosial justru bikin anxiety makin memuncak. Meskipun demikian, kita juga nggak bisa diam saja, menghindar dari berita dan update, karena mau bagaimana juga, kita adalah orangtua dan anak, kita perlu tahu segala hal yang memang penting untuk diketahui. Dengan begitu, kita akan lebih paham dan bisa menentukan tindakan kita. 

Virus D614G yang 10 kali lebih menular

Dalam artikel update Corona yang saya tulis sekitar dua mingguan lalu, sempat diberitakan bahwa Kementerian Kesehatan Malaysia menemukan varian mutasi virus corona SARS-Cov-2 yang membuat Covid-19 bahkan 10 kali lebih menular dari varian sebelumnya, yakni virus D614G. Bukan ingin nakut-nakutin, tapi faktanya, berdasarkan data dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (LBME), mutasi virus D614G telah ditemukan juga di Indonesia, pada kasus yang terjadi di beberapa kota besar, termasuk DKI Jakarta.

Apa yang perlu diwaspadai dari virus ini?

Profesor Amin Soebandrio, direktur LBME mengatakan, “Ketika diamati di laboratorium, virus yang mengandung mutasi itu bisa menginfeksi sel, katanya 10 kali lebih cepat. Tetapi itu di laboratorium, jadi belum terbukti di komunitas.” Meski menimbulkan kekhawatiran, profesor Amin menegaskan bahwa mutasi ini tidak berdampak pada pengembangan vaksin Corona. 

Sementara, juru bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan bahwa virus D614G belum tentu cerminan dari potensi penularan. “Memang menginfeksi, tapi potensi penularannya belum bisa disimpulkan saat ini”, tegasnya. Ia menjelaskan mutasi Corona D614G belum bisa dianggap sebagai hal penting yang harus diperhatikan dari pasien bila dibandingkan faktor lain seperti usia dan penyakit penyerta. Akan tetapi pihaknya dan lembaga penelitian di Indonesia tetap akan terus mengawasi hal tersebut. 

Update vaksin Corona

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM), Penny K Lukito mengatakan Indonesia saat ini tengah melakukan pengembangan vaksin untuk mengatasi virus Corona. Selain memproduksi vaksin, Indonesia juga tengah melakukan kerja sama demi mempercepat ketersediaan vaksin. Beberapa vaksin yang sudah dalam pendampingan BPOM yaitu Sinovac dengan PT Biofarm, Sinofarm dengan Kimia Farma, G42 dari Uni Emirat Arab dengan Kimia Farma, dan vaksin Genexine dengan PT Kalbe Farma. 

Vaksin tidak langsung bisa menghentikan pandemi

Coba bayangkan, jika penduduk Indonesia ada sebanyak 267 juta orang dan harus mendapatkan vaksin Covid-19 minimal dua kali, maka perlu 534 juta dosis untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi. Bila ada 7,5 miliar orang di seluruh dunia, tentu jumlahnya tidak sedikit dan perlu kerja keras untuk memenuhi jumlah dosis yang dibutuhkan. 

Professor of supply chain management di Northeastern University, Amerika Serikat, Nada Sanders, mengatakan bahwa kendala proses vaksinasi tidak hanya pada masalah penggandaan vaksin, tetapi juga segala bentuk sarana logistik pendukungnya. Bahkan termasuk jarum suntik dan botol. Supaya bisa didapatkan masyarakat secara tepat waktu dan menyeluruh di berbagai tempat. 

Jadi, intinya, belum, kita belum bisa bernapas lega. Yang bisa kita lakukan adalah terus menjalankan protokol kesehatan, jaga imunitas tubuh, minimalkan bepergian ke luar rumah dan bertemu banyak orang. Selebihnya… bertahan! 

Sumber: The Jakarta Post, DetikHealth