Now Reading
Berbagai Macam Tes Covid-19, Mana yang Paling Akurat?

Berbagai Macam Tes Covid-19, Mana yang Paling Akurat?

siscachristina
Mitos varian baru Covid-19

Sebelum menjalani tes covid, cari tahu dulu yuk tingkat akurasi hingga harganya dari berbagai macam tes covid-19 yang tersedia. 

Rapid Test Antibodi

  • Tingkat akurasi: 18%, paling rendah di antara jenis pemeriksaan lainnya
  • Tarif pemeriksaan: mulai dari Rp85.000 hingga Rp150.000
  • Durasi pemeriksaan: 15-60 menit

Virus corona dianggap antigen oleh tubuh. Ketika virus ini masuk ke dalam tubuh, sistem imunitas tubuh akan mendeteksi antigen ini, kemudian memproduksi antibodi untuk melawannya. Keberadaan antibodi untuk membasmi virus corona bisa dideteksi melalui rapid test antibodi. Dengan tarif relatif murah, hasilnya bisa diketahui dalam waktu singkat. Proses pemeriksaannya yaitu dengan mengambil sampel darah dari ujung jari atau lengan. Karena tingkat akurasinya yang rendah, rapid test bertujuan untuk skrining saja, bukan untuk menegakkan diagnosis Covid-19.

Tes Serologi Antibodi atau Immunoassay

  • Tingkat akurasi: memiliki sensitivitas hingga 96% untuk mengidentifikasi antibodi yang reaktif
  • Tarif pemeriksaan: kisaran Rp250.000
  • Durasi pemeriksaan: 60-120 menit

Serupa dengan rapid test, Electro-Chemiluminescence Immunoassay (ECLIA) atau sering disebut tes serologi antibodi atau tes immunoassay, digunakan hanya sebagai skrining awal, bukan mendiagnosis Covid-19. Cara kerja dan manfaatnya pun sama, yaitu mengambil sampel darah untuk melihat antibodi sebagai respon terhadap infeksi virus.

Bedanya, tes serologi disebut-sebut memiliki sensitivitas lebih tinggi dari rapid test. Artinya, dapat mendeteksi adanya antibodi dalam kadar lebih rendah. Tes ini juga hanya bisa dilakukan di laboratorium khusus, dan nggak bisa dilakukan mandiri layaknya rapid test. Potensi hasil negatif palsu dari tes ini dikatakan lebih rendah dibanding rapid test.

Rapid Test Antigen

  • Tingkat akurasi: lebih akurat dibanding rapid test, namun di bawah tes PCR.
  • Tarif pemeriksaan: mulai dari Rp300.000
  • Durasi pemeriksaan: maksimal 60-90 menit

Mulai November lalu, di sejumlah rumah sakit dan klinik sudah tersedia rapid test antigen untuk mendeteksi Covid-19. Jenis tes ini dipilih masyarakat karena dinilai lebih akurat dari rapid test antibodi, namun biayanya relatif lebih murah dibanding tes PCR.

Antigen merupakan zat atau benda asing yang dapat masuk ke dalam tubuh, misalnya racun, kuman, atau virus. Tubuh menganggap sebagian besar antigen ini berbahaya. Ketika antigen memasuki tubuh, maka tubuh akan menciptakan sistem imunitas untuk membentuk zat kekebalan tubuh (antibodi) guna berhadapan dengan antigen. Ini adalah reaksi alami tubuh sebagai bentuk pertahanan untuk mencegah terjadinya penyakit.

Nah, virus corona yang masuk ke dalam tubuh akan terdeteksi sebagai antigen oleh sistem imunitas. Rapid test antigen untuk mendeteksi virus corona dilakukan dengan mengambil sampel lendir dari hidung atau tenggorokan melalui proses swab. Untuk hasil lebih akurat, rapid test antigen sebaiknya dilakukan paling lambat 5 hari setelah munculnya gejala Covid-19.

Polymerase Chain Reaction (PCR)

  • Tingkat akurasi: 80-90%, paling akurat di antara semua tes
  • Tarif pemeriksaan: mulai dari Rp900.000 hingga Rp2.500.000
  • Durasi pemeriksaan: 1-7 hari

Tes swab PCR merupakan tes covid-19 rekomendasi WHO yang dijadikan standar penegakan diagnosis di seluruh dunia. Tes ini dianggap paling akurat untuk mendeteksi adanya virus aktif. Pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sampel lendir dari hidung atau tenggorokan dengan menggunakan kain penyeka khusus. Kemudian sampel diperiksa untuk mendeteksi pola genetik (DNA dan RNA) dari virus corona.

Hasil tes PCR bisa didapatkan dalam hitungan jam hingga hari, tergantung dari fasilitas laboratorium dan antrean sampel yang diperiksa. Sebetulnya, pemerintah menetapkan tarif tertinggi untuk tes PCR yaitu Rp900.000 dengan hasil sekitar 3-7 hari. Namun kalau kita ingin memperoleh hasil dalam waktu lebih singkat, tentunya ada harga yang harus dibayar. Nggak jarang rumah sakit mematok hingga jutaan rupiah untuk satu kali tes PCR.

Tes Cepat Molekular (TCM)

  • Tingkat akurasi: seakurat tes PCR
  • Tarif pemeriksaan: variatif, sekitar Rp1.500.000
  • Durasi pemeriksaan: 45-60 menit

Dulunya, ini adalah tes yang digunakan untuk mendiagnosis penyakit tuberkulosis (TB) berbasis pemeriksaan molekuler. Bisa dibilang, ini semacam tes PCR yang disimplifikasi. Dengan sampel dahak, tes ini menguji Covid-19 dengan amplifikasi asam nukleat menggunakan cartridge khusus Covid-19. Hasilnya bisa diperoleh dalam waktu kurang lebih dua jam. Dari segi teknis, tes ini tergolong praktis bagi petugas. Kekurangannya, pengadaan cartridge harus impor dan harganya mahal.

Nah, silakan pilih jenis tes yang paling sesuai dengan kebutuhan dan dana yang dimiliki. Sudah banyak rumah sakit yang menyediakan tes PCR dengan harga yang nggak begitu nyakitin kantong. Namun, jika terbentur biaya, dan selama nggak ada riwayat kontak dengan pasien positif, secara disiplin menerapkan perilaku 3M dan protokol kesehatan lainnya, kita tunggu vaksinnya aja, yuk!

Baca Juga:

Update Covid-19: Dari Vaksin Pfizer yang 95% Efektif Hingga Antibodi Penangkal pada Anak

Serba-Serbi Vaksin Influenza, Bisa Menangkal Covid-19?

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top