Menyiapkan Anak Kelas 1 SD Memasuki Tahun Ajaran Baru Online

School Review

annisast・10 Jul 2020

detail-thumb

Bulan ini tahun ajaran baru dimulai, online tentu saja atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) jika mengikut istilah Kemendikbud (btw kenapa ya kementerian itu senang sekali membuat singkatan ahahaha).

Biaya Masuk Sekolah Dasar di Tangerang & Tangerang Selatan Tahun 2020 - Mommies Daily

Anak saya, Xylo (6 tahun) akan mulai kelas 1 SD minggu depan. Sebal sih karena pandemi ini tidak adil rasanya untuk anak kecil seperti dia. Kalau kita yang sudah dewasa gini ya sudahlah mungkin kita emang selama ini kurang menjaga bumi dan taking things for granted, kalau anak kecil salah apa? Kenapa mereka jadi tidak bisa sekolah normal bersama teman-teman? :((

Tapi bisa apa ya selain mengeluh dan menyiapkan yang terbaik untuk sekolah online-nya nanti. Apalagi saya pun masih WFH, jadi memang akan ada rutinitas baru karena saat TK kemarin, Xylo menyerah dan tidak ikut Zoom class sama sekali hahaha.

Ini yang saya lakukan beberapa minggu belakangan.

Sounding

Ini sudah pasti wajib ya. Apa saja yang akan dihadapi saat belajar online nanti. Validasi juga emosinya karena ia cenderung mellow harus perpisahan dengan teman TK secara online lalu mulai bertemu teman baru secara online juga.

Buat rutinitas

Seminggu belakangan saya sudah bangun lebih pagi lagi untuk menyelesaikan semua pekerjaan dan membangun rutinitas yang sama untuk sekolah minggu depan. Agak struggling karena saya juga WFH tapi ya tidak akan tahu bisa atau tidaknya kalau belum dijalani, kan?

Buat kesepakatan

Saya tidak mau memaksa ia sekolah. Umurnya masih 6 tahun, sekolah offline mungkin menyenangkan bisa lari-lari bersama teman, tapi sekolah online yang harus duduk diam di depan layar tentu sangat membosankan.

Mau tidak mau saya membuat kesepakatan bahwa jatah screen time di sore hari hanya bisa digunakan kalau semua PR dari sekolah sudah selesai. Ia setuju.

Stok sabar

Ini untuk ibunya hahahaha. Gimana ya, dulu caregiver, teacher, juru masak, dan yang bersih-bersih rumah adalah 4 orang yang berbeda. Sekarang jadi 2 orang saja kan, saya dan ayahnya. Berat pasti dan stok sabar harus ditumpuk setinggi langit.

Semoga ini semua cepat berlalu, ya!

Baca:

Belajar di Rumah: Ini yang Dirasakan Anak-anak

Giliran Ayah yang Sharing Pengalaman Serunya WFH

Ketika Harus Dobel Peran Jadi Guru Juga di Rumah, Ini Yang Saya Rasakan…