Belajar di Rumah: Ini yang Dirasakan Anak-anak

Ditulis oleh: Ficky Yusrini

Kali ini, mari kita cari tahu apa yang dirasakan anak-anak selama belajar di rumah. Dari bosen, kangen sekolah, banyak makan, banyak tidur, benarkah anak-anak tidak betah #dirumahaja?

Tak terasa, sudah lebih dari tiga bulan, anak-anak menjalani belajar di rumah. Tentunya, semua berharap bisa segera ‘keluar’ dari rumah. Banyak orangtua ingin anaknya cepat-cepat masuk sekolah. Anak-anak juga tak sedikit yang sudah tak sabar untuk bertemu kembali teman-temannya. Namun karena pandemi belum selesai, para orangtua juga perlu bersabar untuk membuat anak merasa nyaman bertahan lebih lama di rumah. Entah sampai kapan. Bisa sebulan, dua bulan, 6 bulan, atau bahkan lebih. Just prepare for the worst. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan komunikasi digital buat anak-anak, rasanya masih akan menjadi norma dalam beberapa waktu mendatang.

Di antara WFH, SFH, dan bosannya hari-hari karantina di rumah aja, percayalah, Anda tidak sendirian. Semua juga mengalaminya, kok. Nah, seperti apa cerita anak-anak lain di rumah mereka, berikut ini penuturan mamah-mamahnya.

Keseimbangan Baru

“Aji dan Ian sudah bisa anteng main sendiri-sendiri. Apa aja jadi mainan. Awalnya setiap hari ngeluh, bosan, bosan. Pingin main sama teman, ikut kegiatan di luar. Sekarang, nggak pernah ngeluh lagi.”
Woro, mama dari Aji (7) dan Ian (4)

“Alina biasanya tidak suka sendirian di rumah. Harus main sama teman. Sekarang, karena terpaksa, nggak bisa ketemu teman, dia jadi senang banget sama dongeng. Saat saya puterin dongeng dari Spotify atau Audiobook, dia bisa menikmati.”
Yuana, mama dari Alina (5)

“Awal-awal di rumah, sih, Elfan cranky banget. Gangguin adik-adiknya terus. Keributan yang bikin saya sakit kepala tiap hari! Lama-lama, dia sudah makin anteng. Bisa belajar sendiri. Malah sekarang akur main sama adik-adiknya.”
Lidia, mama dari Elfan (13), Dea (7), Ade (5)

Belajar di Rumah: Apa yang Dirasakan Anak-anak? - Mommies Daily

Makin Kangen Sekolah

“Pas lihat video sekolah, Lutfi sampai nangis saking kangennya. Udah pingin banget ketemu teman-temannya. Di zoom, cuma bisa lihat dari layar aja, nggak bisa bebas ngobrol.”
Abidah, mama dari Lutfi (7)

“Jo sih kangen sama jatah harian uang jajan sekolah, dan bisa puas jajan di kantin sekolah. Memang anaknya doyan makan dan jajan. Di rumah, kalau mau sesuatu harus bikin sendiri. Dia harus bantuin mamanya. Sayangnya, masakan mamanya nggak selalu berhasil, hihihi….”
Andrini, mama dari Fia (12)

“Kata Ari, di rumah rasanya nggak enak sama sekali. Bukannya bisa santai di rumah, sekolah malah banyak tugas dan PR. Belum lagi, ulangan online itu tidak enak banget. Soalnya susah-susah. Banyak materi pelajaran yang belum dia pahami, eh, sudah diujikan. Pelajaran SMP udah makin susah. Saya nggak bisa ngajarinnya.”
Vivin, mama dari Ari (15)

Lebih Enak di Rumah

“Nita ada risiko sakit bronchopneumonia dan asma. Jadi sebenarnya dia rentan sakit. Selama di rumah nih aman banget, nggak pernah lagi sakit batuk atau pilek. Nafsu makan membaik. Kemandirian meningkat. Nggak terlalu clingy. Malah udah bisa masak sendiri.”
Sinta, mama dari Nita (6)

“Setelah belajar di rumah, aku baru memahami Adam lebih baik. Ternyata dia susah fokus, nggak target dan result oriented. Cenderung malas kalau nggak diingetin terus-terusan. Jadi selama ini dia berprestasi di sekolah karena kebetulan anaknya cepat paham dan terpaksa fokus karena ada guru yang mengawasi, bukan karena dia memang mau belajar.”
Zee, mama dari Adam (9)

“Bee kerjaannya nonton Youtube melulu. Tapi ada manfaatnya, sih. Dia jadi suka eksperimen makanan. Bikin cireng, dim sum, siomay, pancake.”
Wita, mama Bee (10)

Baca juga:

5 Hal Penting Untuk Ajarkan Anak Problem Solving

Siapkan Anak Beraktivitas dalam Kondisi New Normal

Kenali Kelemahan Belajar Anak Lewat 7 Gaya Ini

 


Post Comment