5 Pelajaran dari Surat PHK Airbnb

Ditulis oleh: Ficky Yusrini

Surat PHK yang ditulis oleh Co-Founder sekaligus CEO Airbnb, Bryan Chesky, menunjukkan masih ada sisi kepekaan dan kemanusiaan yang dikedepankan.

Yang ditakutkan banyak orang, terjadi juga. Krisis ekonomi global mulai membayang. Satu demi satu industri mulai rontok dihajar pandemi. Industri pariwisata, termasuk yang paling parah. Salah satu yang terkena dampak adalah Airbnb, startup yang menawarkan jasa akomodasi, hotel, transportasi, pengalaman, dan traveling mewah. Padahal, perusahaan ini menempati posisi startup dengan nilai tertinggi kelima secara global. Minggu ini, perusahaan ini mem-PHK 1900 dari 7500 total karyawan mereka di seluruh dunia, sekitar seperempatnya.

PHK tetaplah PHK, kabar buruk yang tak pernah diinginkan siapa pun. Yang menarik, CEO Airbnb, Brian Chesky, melakukan pendekatan berbeda saat merilis kabar perampingan karyawan tersebut, di web Airbnb tanggal 5 mei lalu. Pendekatan yang bisa kita jadikan pelajaran tentang kepemimpinan dalam bisnis yang menganggap karyawan sebagai aset berharga. Terlebih saat menghadapi masa-masa sulit. Pelajaran itu, antara lain,

Memastikan PHK Bukan Kesalahan Pekerja

Sebetulnya, semua juga sudah bisa menduga dan memprediksi situasi buruk ini terjadi karena pandemi, dan banyak negara memberlakukan lockdown. Agenda traveling -baik untuk urusan bisnis maupun kesenangan- lenyap. Sebagai pemimpin, Chesky memastikan bahwa keputusannya ini bukan karena kesalahan atau kinerja karyawan. Sebaliknya, ia mengapresiasi, memuji, dan berterima kasih atas kinerja karyawannya. “Harap diingat bahwa ini bukan salah Anda. Dunia tidak akan pernah berhenti mencari kualitas dan bakat yang Anda bawa ke Airbnb…yang telah membantu membangun Airbnb. Saya ingin mengucapkan terima kasih, dari lubuk hati saya, atas kualitas dan bakat yang telah Anda berikan kepada kami.”

Selalu Merenungkan Misi Perusahaan

Setiap keputusan yang diambil perusahaan seharusnya mencerminkan pernyataan misi perusahaan. Bukan karena grafik pendapatan atau kesuksesan penjualan. Para karyawan yang terkena PHK bukanlah angka-angka yang tidak berarti, melainkan bagian dari keluarga besar. “Misi kami bukan hanya tentang traveling. Saat memulai Airbnb, tagline kami adalah, “Bepergian secara manusiawi”. Bagian manusiawinya selalu lebih penting dibandingkan bagian traveling-nya. Kita selalu mengedepankan perasaan diterima, dan yang menjadi pusat dari perasaan diterima ini adalah cinta.”

5 Pelajaran dari Surat PHK Airbnb - Mommies Daily

Mengedepankan Kejujuran dan Transparansi

Seringkali sebuah keputusan yang dibuat seorang CEO tidak pernah menyebutkan bagaimana proses keputusan itu dibuat. Hal ini membuat para staf bingung dan bertanya-tanya, akhirnya mengambil asumsi sendiri. Asumsi-asumsi itu bisa menjadi toksik, dan membuka ruang untuk beredarnya rumor atau isu-isu yang tidak diinginkan. Hal inilah yang tidak diharapkan oleh Brian. Ia mengungkapkan proses pengambilan keputusannya karena dia memahami transparansi akan melahirkan kepercayaan dan loyalitas di masa yang tidak pasti. Kedua hal tersebut menjadi modal penting untuk membangun kembali bisnis setelah resesi berlalu.

Tidak Sok Tahu

Dalam pernyataannya, Brian mengakui ketidaktahuannya tentang masa depan yang tidak pasti.

1. Kita tidak tahu persis kapan industri pariwisata akan bangkit.
2. Ketika industri pariwisata bangkit kembali, situasinya akan sangat berbeda.
Untuk itulah ia akan menggodok kembali strategi bisnis baru yang lebih terfokus.

Memberikan Penghargaan yang Layak

Jaminan finansial adalah hal penting yang diharapkan karyawan. Brian memastikan karyawan yang di-PHK mendapatkan pesangon sebesar 14 minggu gaji pokok, ditambah satu minggu ekstra untuk setiap tahun masa kerja di Airbnb, untuk karyawan di Amerika Serikat. Di luar AS, semua karyawan akan menerima setidaknya 14 minggu gaji, ditambah peningkatan masa kerja yang sesuai dengan praktik yang berlaku di negara mereka.

Karyawan yang di-PHK juga berhak atas laptop tunjangan dari perusahaan. Karyawan juga berhak atas saham perusahaan, terlepas dari berapa lama mereka bekerja. “Karyawan yang di-PHK tetap menjadi pemilik bisnis yang mereka bantu bangun. Ini adalah cerminan dari kerja keras mereka dan pengingat tentang apa yang menjadi bagian mereka.”

Perusahaan juga masih menanggung asuransi kesehatan karyawan, 12 bulan untuk karyawan di AS, dan asuransi kesehatan sampai dengan akhir tahun 2020, untuk karyawan di luar AS. Selain asuransi kesehatan, perusahaan juga menanggung biaya konsultasi Kesehatan mental selama 4 bulan.

Karena bagaimanapun, sebuah perusahaan bisa menjadi besar karena peran karyawan di dalamnya.

Baca juga:

10 Pertanyaan Pengingat Rasa Syukur Setelah Dua Bulan di Rumah

Dan Hidup Kita pun Kembali ke New Normal

Mengelola Kemarahan dengan Mindful Bagaimana Caranya?


Post Comment