Kiat Tetap “Waras” WFH & Urus Anak di Tengah Masalah Kesehatan Global

Menjadi orangtua dalam keadaan normal saja sudah penuh tantangan, lalu kini ditambah harus WFH dan urus anak. Tarik napas dalam dulu, dan coba yuk praktikkan beberapa kiat di bawah ini.

Kiat Tetap “Waras” Work From Home dan Urus Anak - Mommies DailyImage: by Mikayla Mallek on Unsplash

Tepat seminggu bekerja dari rumah, emosi saya harus ditumpahkan lewat menangis. Merasa sangat lelah, energi yang harus saya keluarkan, jadi dua bahkan tiga kali lebih besar. Harus masak dari pagi buta, diteruskan bekerja, di sela-sela itu juga mesti hands on sama anak.

Setelah semua emosi negatif saya keluarkan, saya mulai bisa berdamai dengan diri sendiri dan keadaan, semua orang sedang menghadapi situasi yang sama, tapi dengan level kesulitan masing-masing. Bersyukur masih bisa makan layak, mendapatkan gaji penuh dan seterusnya.

Jika mommies juga tengah berjibaku dengan keadaan yang mirip-mirip dengan saya. Mungkin bisa mengadopsi beberapa cara ini, yang kami adaptasi dari psychologytoday.com.  

1. Tetapkan jadwal harian yang jelas

Anak itu suka dengan rutinitas yang konsisten. Apalagi yang sudah masuk dunia sekolah, kegiatan mereka di sana sudah terstruktur, jadi ciptakan atmosfer serupa di rumah. Beri tahu anak, mereka akan punya jadwal yang kurang lebih sama, seperti di sekolah.

Jangan lupa libatkan anak, misalnya pas bagian kegiatan seni, tanya mereka mau mengerjakan apa? Mewarnai kah? Bikin play dough,

Cara ini akan membuat perhatian mereka tertuju pada hal positif, dan menyalurkan semua energi berlebih mereka. Jangan lupa selipkan aktivitas fisik, ya, mommies. Anak itu butuh gerak!

2. Anak tahu, kapan jadwal dia bisa bermain, dan kapan tidak bisa ganggu mamanya lagi kerja

Semua dituangkan ke dalam jadwal tadi. Kalau anak belum mengerti konsep membaca jam. Mommies bisa menggambar jam dalam bentuk sederhana. Contoh, pukul 08.00-.08.30 sarapan bersama, 09.00-10.00 mommies harus melakukan virtual meeting lewat video call. Sehingga anak tahu waktu-waktu harus bermain mandiri. Tapi sebelumnya jangan lupa disiapkan media bermainnya, ya.

3. Masing-masing punya daerah “kekuasaan”

“Kamu main di ruang tamu, aku kerja di kamar, ya”

Buat kesepakatan, nggak boleh ganggu, ketika melakukan kegiatan di masing-masing ruangan itu. Atau, jika terpaksa harus di ruangan yang sama, mommies buat batasan dari benda tertentu. Adik atau kakak jangan melewati batas itu, kalau ada sesuatu yang dibutuhkan, silakan tanya atau panggil mama.

4. Set mainan per kategori

Hal ini untuk memudahkan anak memilih, selama menunggu kita kerja, dia bisa main apa. Kalau hanya dari kita yang menentukan, kasihan mereka tidak punya pilihan. Anak juga punya suasana hati yang berbeda, hal ini memengaruhi pilihan mainanannya.

5. Akhirnya kita harus realistis

Realistis ketika anak sudah mulai bosan dengan semua jenis mainannya. Waktunya mengeluarkan senjata terakhir: screen time :D. Iya, ini juga saya lakukan mommies. Ya tapi tetap harus ada batasan waktu, ya.

Baca juga:

Hal yang Baru Saya Sadari Setelah Bersama Anak dan Suami 24 Jam Saat #dirumahaja

Meski #dirumahaja, Anak-anak Tetap Butuh 5 Hal Ini

Rekomendasi Podcast untuk Anak di Spotify

 


Post Comment