Agar Anak Berani Tidur di Kamar Sendiri

Mommies masih tidur sekamar dengan anak? Mau sampai kapan rencananya? :’)

Saat jadi ibu baru, saya termasuk yang ambisius ingin anak bisa langsung sleep training dan tidur sendiri. Tapi apa daya, menyusui itu repot ya kalau tidak satu kasur jadilah ia sekasur dengan saya dan suami.

anak-tidur-sendiri

Tiga tahun berlalu, ia sudah tidak menyusu, sudah punya kamar sendiri. Apa sukses tidur sendiri? Tentu tidak karena saya yang jadinya tidur di kamar anak hahahaha. Teorinya sih saya hanya ngelonin aja sampai dia tidur lalu saya pindah. Kenyataannya lebih sering nggak pindahnya. :))))

Saya juga ngobrol sama Retina (Community Lead Mommies Daily), dia malah sudah sempat berhasil anak-anak tidur sendiri di kamar. Tapi kemudian bubar karena Lebaran, liburan, yang akhirnya bikin anak-anak jadi lebih clingy dannnn kembali ke kamar ortunya. Malah dia mindahin lagi kasur anak ke dalam kamarnya sendiri. :)))))

Sepertinya berat di orangtua ya masalah tidur ini. Karena saya sendiri rasanya masih menikmati momen ngobrol sampai ketiduran bareng anak. Tapi mau sampai kapaannn?

Dari berbagai sumber, begini cara agar anak bisa tidur sendiri:

Sounding

Ini memang kunci ya. Rencananya, anak saya akan tidur sendiri saat ia masuk SD nanti di bulan Juli. Saya sudah sounding dari bulan lalu. Tapi semakin dekat waktunya, semakin saya sendiri deg-degan memikirkan ia akan tidur sendiri. Yang jelas, sounding itu penting. Bagaimana ia akan tidur sendiri, kenapa, dan apa manfaatnya.

Buat simulasi

Buat simulasi tidur sendiri, bisa dimulai dengan tidur siang dulu. Lalu bicarakan dengan anak, apa yang membuat ia sulit tidur, apa yang membuatnya takut, dan lain sebagainya.

Jangan paksakan setiap hari

Hargai usahanya! Di awal latihan, tak perlu paksakan untuk bisa tidur setiap hari di kamarnya sendiri. Sesekali, bolehkan ia tidur bersama ayah ibunya. Bagaimana pun, setelah dari lahir tidak tidur sendiri, harus menghabiskann malam tanpa siapapun pasti jadi hal yang menakutkan.

Buat kamar jadi menyenangkan

Ajak ia untuk memilih sendiri furnitur kamarnya, memilih hiasan, memilih cat dinding, dan sebagainya. Agar ia merasa memiliki dan nyaman di kamarnya sendiri.

Jangan memaksa anak untuk tidur tapi buat suasana nyaman

Memaksa anak untuk tidur hanya membuatnya kesal. Iya, siapa sih yang mau dipaksa. Buat suasana nyaman, mandi sebelum tidur, pakaikan piyama favorit, dan nyalakan aromatherapy agar ia bisa tidur dengan tenang.

Tegas dan konsisten

Ini sepertinya yang paling sulit yaaa. Belum apa-apa saya sendiri sudah mellow memikirkan tidur terpisah dari anak. Jadi seperti berbagai keputusan parenting lain, sepertinya memang orangtuanya dulu yang harus siap tidur terpisah sehingga bisa tegas dan konsisten melatih anak tidur sendiri.

Kita coba sama-sama yuk, moms!

Baca:
Kenapa Anak Harus Periksa Gigi 6 Bulan Sekali?
Lepas Usia Balita, Anak Rentan Kekurangan Nutrisi?
Ini Alasan Para Ibu Protektif pada Anak


Post Comment