Mengungkap Misteri Otak Bayi Lewat Dokumenter “Babies”

Bayi adalah sosok penuh misteri. Satu tangisan bisa jadi berjuta makna. Apa mereka mengerti? Apa mereka sebetulnya paham tentang komunikasi?

Mommies masih ingat film dokumenter “Babies” yang memperlihatkan 5 bayi di seluruh dunia? Dari bayi Amerika sampai bayi Afrika, bagaimana mereka dilahirkan, dibesarkan dengan berbagai budaya berbeda. Saya suka sekali film dokumenter itu, menunjukkan betapa melahirkan dan membesarkan anak adalah proses yang dijalani ibu di seluruh dunia apapun latar belakangnya.

babies
Netflix kini punya dokumenter berjudul sama namun tidak ada hubungannya dengan film itu. Topiknya tetap bayi, namun dilihat dari kacamata ilmu pengetahuan sehingga yang diwawancarai adalah ilmuwan dan orangtua si bayi yang jadi sampel penelitian.

Dokumenter ini mengikuti perjalanan 15 bayi di seluruh dunia dalam 1 tahun bersama 36 ilmuwan. Dibagi dalam 6 episode: Love, First Food, Crawling, First Words, Sleeps, dan First Steps. Bagaimana bayi berusaha mengenal dunia dan bagaimana para ilmuwan itu berusaha berkenalan lebih dalam dengan para bayi.

Saya sendiri baru sempet menonton episode pertama dan wow, banyak informasi yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Seperti ternyata betapa maternal instinct itu diasah, bukan terlahir demikian.

Jadi ibu-ibu punya bonding kuat dengan anak itu karena ibu memang terlibat lebih banyak bersama anak. Karena faktanya, secara riset, ketika ayah juga terlibat dalam jangka waktu yang sama, salah satu bagian otaknya akan berubah menjadi seperti ibu. Jadi ibu dan ayah seharusnya punya insting yang sama ketika mereka sama-sama terlibat dalam pengasuhan anak.

babies2

Kemudian tentang rasa aman dan perasaan dicintai. Bayi-bayi yang merasa aman dan dicintai, mereka lebih berani mengeksplor banyak hal, tidak takut mencoba hal baru. Sebabnya, rasa aman dan dicintai adalah kebutuhan dasar, kalau itu belum terpenuhi, mereka akan mengutamakan pencarian rasa aman dulu baru berani mengeksplor. Sangat masuk akal ya?

Dan semua ini dibuktikan lewat riset. Bayi dan orangtua dipasangi alat untuk dilihat bagian otaknya, diminta sampel air liur untuk cek oksitosin, dan banyak lagi.

Di IMDb, series ini mendapat rating cukup tinggi yaitu 7,3. Bagi saya, series ini wajib tonton bersama suami, terutama bagi mommies yang suaminya sering bilang “kamu kan ibunya …” sebagai alasan tak mau mengurus atau bermain bersama anak ahahahaha.

“We realize now that even the youngest babies know more and learn more than we ever would have thought possible,” ujar salah seorang ilmuwan. Jadi, jangan remehkan bayi!

Baca juga:
Lepas Usia Balita, Anak Rentan Kekurangan Nutrisi?
dr. Meta Hanindita Kupas Tuntas Soal Stunting
Memang, Apa yang Salah dengan Menjadi Ibu Rumah Tangga?


Post Comment