Now Reading
Ingrid Rachman, Fokus Jalani Diet Defisit Kalori, Turunkan 32 kg dalam 10 Bulan

Ingrid Rachman, Fokus Jalani Diet Defisit Kalori, Turunkan 32 kg dalam 10 Bulan

Dari Ingrid Rachman mommies akan belajar, tidak ada hal yang tidak mungkin terjadi, asalkan punya komitmen kuat menjalankannya. Dia berhasil keluar dari kasus obesitas dan menjadi pribadi yang baru – lebih sehat dan bahagia!

Ingrid Rachman, Fokus Jalani Diet Kalori Defisit, Turunkan 32 kg dalam 10 Bulan - Mommies Daily

Artikel FitnFab mom Mommies Daily kali ini agak berbeda dan spesial. Biasanya kami ngobrol dengan mereka yang memang sudah biasa olahraga, atau instruktur jenis workout tertentu. Nah, kali ini saya mendapat referensi nama dari suami Icha, Senior Editor Mommies Daily. Rekan kerja suaminya Icha, Ingrid Rachman (43) – XL Axiata Head of Premium Customer Experience, sukses membuat komitmen dengan diri sendiri, menjalankan diet kalori defisit, dengan hasil yang menurut saya mencengangkan, sih. Ingrid berhasil menghilangkan 32 kg dalam kurun waktu 10 bulan.

Ibu dari Stephanie (15) berujar, setelah dietnya selesai dan mencapai berat badan ideal, dia tetap tekun olahraga. Variasi workout yang dia pilih, yaitu Body Pump, Cross Fit, Aerobic, dan Zumba.

Di akhir artikel, perempuan jebolan S1 Teknik Elektro Universitas Trisakti dan S2 MMSI Bina Nusantara ini mencoba berbagi semangat kepada para mommies yang mungkin tengah mengalami kasus yang sama. Intinya apapun itu tujuannya, yang penting kita punya mindset: “Tidak ada yang tidak bisa, permasalahannya mau atau tidak melakukannya?.”

Apa yang membuat kamu akhirnya tergugah untuk berusaha mengembalikan bentuk tubuh, menjadi BB ideal?

Karena ada momen saya tiba-tiba sesak napas dan pingsan saat acara di luar kota (saat saya jauh dari keluarga). Di momen itu muncul rasa takut kalau saya nggak bisa mendampingi anak serta suami saya ke masa-masa selanjutnya.Trigger awal adalah sakit, didiagnosa sangat obesitas, dan berusaha untuk sehat.

Kejadiannya pertengahan 2018 lalu dan saya mengalami obesitas semenjak hamil dan melahirkan di tahun 2005 dan terus bertambah berat badannya. Semenjak timbangan saya mencapai 80kg (maksimal di angka 85kg) saya sering mengalami sesak napas.

Waktu itu pakai metode diet apa? Dan kenapa pilih itu?

Saya menggunakan metode diet defisit kalori karena bagi saya konsep tersebut simpel, meski tidak mudah dijalankan. Kalori yang masuk tidak boleh berlebih dari kalori yang dibutuhkan oleh tubuh karena kalau berlebih akan tersimpan dalam tubuh dan dapat memengaruhi tubuh kita, jadi salah satunya dampaknya bertambah berat tubuh.

Saya tidak ke dokter gizi, yang saya lakukan adalah memperbaiki pola makan dengan mengikuti catering makanan sehat yang memerhatikan asupan kalori yang cukup untuk saya. Saya banyak mencari referensi seputar diet gizi untukmenjalankan transformasi saya. Karena konsep saya adalah coba jalankan dulu, sambil dioberservasi. Ternyata hasilnya baik.

Bagaimana waktu itu dukungan dari keluarga teman kamu?

Ingrid Rachman, Fokus Jalani Diet Kalori Defisit, Turunkan 32 kg dalam 10 Bulan - Mommies Daily

Sangat mendukung dengan memberikan semangat atau terkadang mereka ikut menyingkirkan makanan yang tidak bisa saya makan. Tapi kunci utamanya, pastilah dari pengendalian diri sendiri.

Tantangan terbesar apa yang dihadapi, dan bagaimana kamu menghadapinya?

Tantangan terbesar adalah mengubah mindset serta gaya hidup – lalu cara saya menghadapi tantangan ini adalah dengan tahu betul alasan kenapa kita melakukan diet ini? ,set this as one of your priority, fokus, sabar, menikmati prosesnya dan jangan lupa berdoa.

Setelah itu, bagaimana cara kamu me-maintan BB ideal?

Dari memulai perjalanan diet saya, saya memang hanya mengatur pola makan serta olahraga. Setelah mencapai BB ideal, kemudian dibiasakan dan menjadi bagian dari gaya hidup saya.

Manfaat apa yang dirasakan baik secara fisik dan psikis, setelah dibarengi dengan olahraga teratur?

Ingrid Rachman, Fokus Jalani Diet Kalori Defisit, Turunkan 32 kg dalam 10 Bulan - Mommies Daily

Secara fisik lebih sehat, lebih kuat dan memiliki bentuk tubuh yang saya inginkan. Sedangkan secara psikis lebih percaya diri, lebih tenang serta lebih berpikir secara positif.

Pesan apa yang ingin kamu bagi ke para mommies yang mungkin tengah mengalami kasus yang dulu kamu alami? Supaya semangat mengembalikan BB ideal, demi hidup yang lebih sehat?

Tidak ada yang tidak bisa, permasalahannya mau atau tidak melakukannya? Misalnya sering muncul ada alasan nggak ada waktu, ya buat jadi ada dong. Kalau hal yang ingin mommies lakukan adalah bagian dari prioritas hidup, pasti ada waktu. Misalnya seperti anak sakit, pasti kita akan mencari waktu untuk merawat dirinya, kan?

Saya pribadi salut banget untuk kamu mbak. Semoga obrolan MD dan Mbak Ingrid bisa menginspirasi mommies, menjalankan pola hidup sehat. Mau dong sampai nanti beruban masih bisa mendampingi anak-anak dan suami :)

 

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top