Menghadapi Orangtua yang Terlalu Banyak Kritik

Kritik paling kejam biasanya datang dari orang terdekat. Memang penting, tapi kalau berlebihan, bisa jadi masalah yang sangat menganggu.

Pilihan Me time Bersama Mertua - Mommies Daily

Yang namanya kritik kan ada tata cara penyampaiannya ya. Yang disampaikan dengan baik, diterima dengan baik, tidak ada yang tersakiti, itulah yang dinamakan kritik membangun. Namun banyak pula yang disampaikan dengan tidak baik, ya tidak diterima juga dengan baik sehingga lama kelamaan memuakkan.

Apalagi jika dilakukan orangtua sendiri. *hela napas*

Kebanyakan orangtua yang over kritik tuh merasa punya kuasa sepenuhnya atas anak. Karena dia anakku, maka aku bisa bicara apapun padanya. Aku berhak mengkritik dia sesukaku karena dia anakku.

(Baca: Ini yang Harus Disiapkan Anak Saat Orang Tua Makin Menua)

Padahal kritik yang dilontarkan berlebihan oleh orangtua bisa berefek panjang. Dari self-esteem yang kurang atau terus menerus merasa tidak berharga. Ada pula yang jadi terus menerus tidak puas dengan pencapaian diri sendiri.

Apa yang terjadi di masa lalu tidak pernah benar-benar meninggalkan kita. Karena terlalu sering dikritik, jadinya kritik pada diri sendiri pun keras sekali. Karena hanya dikritik dan tidak pernah dipuji, memuji diri sendiri pun rasanya jadi sulit. Hayo, ada yang mengalami hal seperti itu?

Padahal orangtua kan sebaiknya jadi tempat pulang. Saat dunia terlalu keras mengkritik kita, idealnya orangtua jadi tempat untuk berkeluh kesah dan menerima kita apa adanya.

Jadi, setelah dewasa begini, apa yang sebaiknya dilakukan untuk menghadapi orangtua yang terlalu banyak kritik?

(Baca: Tentang Inner Child: Masa Lalu yang Menghantui Masa Kini)

1. Terima kenyataan dan sadari bahwa mungkin mereka juga korban. Yes, korban dari nenek kakek kita mungkin. Mereka tidak diberi kesempatan untuk menyadari kesalahan. Bersyukurlah kita sadar sehingga bisa berusaha untuk tidak menurunkannya lagi ke anak kita.

2. Jangan membandingkan dengan orangtua lain. Membandingkan adalah sumber masalah, orang padahal kan berbeda-beda. Coba cari sisi positif dari orangtua dan syukuri itu. Tidak perlu dibandingkan dengan orang lain.

3. Kenali sumber kritik dan hindari. Ya, hindari memang cara terbaik. Kalau sumber kritiknya adalah makan terlalu banyak bikin gemuk, maka ketika bertemu ya jangan makan terlalu banyak. Makanlah ketika ortu tidak melihat. :)

4. Berhenti mencari penerimaan dari orangtua. Ini tampaknya sulit ya, seumur hidup selalu dikritik dan tidak pernah dipuji, sampai dewasa juga rasanya ingin terus menerus mencari penerimaan (approval) dari ortu. Padahal kan sudah tidak perlu lagi.

5. Buat jarak. Ini yang paling ideal meski tak bisa dilakukan semua orang. Buat jarak dan hindari sebisa mungkin. Buat komunikasi seperlunya agar kita bisa berubah dan menyembuhkan diri.

Good luck!


Post Comment