5 Kesalahan Fatal Sesaat Setelah Menerima Gaji

Yuk lebih bijak kelola gaji, hindari 5 kesalahan fatal sesaat setelah menerima gaji.

5 Kesalahan Fatal Sesaat Setelah Menerima Gaji - Mommies Daily

“Baru juga gajian, kok udah habis aja tanpa jejak yang jelas, ya?”

Sering bergumam demikian kah setelah gajian tiap bulannya? Kalau iya, yuk cek lagi bagaimana kebiasaan kita kelola gaji. Jangan-jangan masih melakukan kesalahan-kesalahan fatal sesaat setelah menerima gaji.

1. Tidak langsung menyisihkan dana untuk ditabung

Idealnya untuk yang masih single, minimal bisa menabung 30% dari gaji. Sementara yang sudah berkeluarga, kata Mbak Prita Ghozie, CEO ZAP Finance, idealnya, 10% dari gaji bulanan harus mampu disisihkan untuk tabungan dan investasi keluarga. Ayo, jangan denial, sudah tertibkah mommies setiap bulan dmenabung dan investasi?

Baca juga: 5 Tanda Kita Perlu Melakukan Evaluasi Keuangan Keluarga

2. Abai membuat budgeting, sesuai prioritas kebutuhan

Secara kategori kebutuhan manusia, dibagi atas tiga: primer, sekunder dan tersier. Setiap saya tergoda belanja, saya berusaha mengelompokkan barang tersebut, masuk ke mana? Kira-kira berdampak signifikan nggak nih ke kehidupan saya dan keluarga jika tidak atau menunda beli?

Solusi yang paling mudah, mommies wajib punya anggaran setiap bulannya. Saya membuatnya di excel. Misalnya nih pengeluaran primer tiap bulan: investasi pendidikan, cicilan rumah, listrik, monthly fee daycare anak, belanja bulanan, bayar zakat, bayar kartu kredit, dll. Disesuaikan dengan keadaan keluarga mommies.

Atau saya juga pernah berhasil menerapkannya dengan manajemen amplop. Bentuknya dimasukkan ke amplop putih biasalalu dikasih nama untuk setiap pengeluaran. Bisa juga membeli map yang berbentuk amplop, di dalamnya terdapat beberapa sekatPos-pos wajib yang terbagi dalam beberapa amplop ini, termasuk dalam prioritas utama pengeluaran keluarga. Nggak boleh belanja, sebelum mengamankan pos-pos wajib tadi. Kalau tergiur jajan macam-macam di awal gajian, yang ada pasti menyesal karena gaji bulanan “lenyap” tanpa jejak.

3. Menunda melunasi tagihan kartu kredit

Supaya kita semua “melek” dulu nih, betapa bunga utang kartu kredit bisa belipat-lipat. Masih dari Mbak Prita Ghozie, beban bunga kartu kredit itu bisa mencapai 40% setahun! Jadi idealnya jangan menunda pelunasan tagihan jika sudah jatuh tempo tiap bulannya. Ambil pilihan membayar seluruh tagihan, jangan membayar minimum payment. Jika tiap bulan mommies hanya membayar minimum, maka mommies akan terhimpit bunga yang berbunga. *SERAM!

FYI, jumlah maksimum seluruh utang yang dimiliki adalah 30% dari penghasilan bulanan mommies dan pasangan.

Baca juga: Memahami Pemakaian Kartu Kredit yang Benar

4. Tergiur sering makan “mewah”

Kriteria minimal “mewah” tiap orang memang berbeda, ya. Maksud saya di sini, jika kita bisa mengusahakan makan dengan budget minim tapi masih layak makan, kenapa tidak? Jauh lebih baik, kalau bisa bekal dari rumah.

5. Terlalu hambur belanja

Karena sudah merasa menabung, lalu foya-foya, yaaa nggak gitu juga sih :D. IMHO, ini bisa dilakukan kalau mommies punya rekening shopping terpisah. Ditentukan saja sendiri, berapa persen idealnya yang bisa disisihkan untuk rekening ini. Kalau nggak ada uangnya di situ, ya berarti nggak boleh belanja, sesederhana itu :) 

Baca juga: Membuat Sendiri Rencana Keuangan, Harus Mulai dari Mana?

 

 


Post Comment