Untuk Orangtua yang Mengizinkan Anak di Bawah Umur Mengemudi

Sebelum mengajarkan si kecil mengendara motor dan tersenyum bangga melihatnya ketika dia berhasil, coba pikirkan baik-baik tentang dampaknya.

Untuk Anda, tetangga saya sekaligus bapak dari seorang anak laki-laki berusia 11 tahun.

Untuk Anda yang saya lihat begitu bangga ketika mengajarkan si kecil cara mengendara motor.

Untuk Anda yang setiap sore meluangkan waktu menemani si kecil duduk di atas motor, membawa motor secara perlahan di jalanan depan rumah sambil tersenyum. Mengajarkannya tentang gas, rem, keseimbangan ketika bagian otak di kepalanya saja belum berkembang dengan sempurna.

Untuk Anda yang kemudian duduk dengan wajah puas di teras sambil menyaksikan si kecil yang pada akhirnya sudah mampu membawa motor sendiri, ke jalan raya, tanpa helm di usianya yang baru genap 11 tahun!

Mungkin, Anda berasa bangga karena di usianya yang masih muda, si kecil sudah canggih mengendara motor, hal yang belum tentu bisa dilakukan oleh anak-anak orang lain yang usianya di atas anak Anda (seperti anak saya misalnya, hahahaha). Mungkin Anda juga lega, karena ini berarti si kecil sudah bisa membantu kegiatan harian Anda dan sang istri. Membeli sesuatu ke supermarket seberang komplek, mengantar atau menjemput ibu ke pasar tradisional, atau sekadar jalan-jalan sore keliling area komplek menikmati debu jalanan dan asap knalpot kendaraan.

Untuk Orangtua yang Mengizinkan Anak di Bawah Umur Mengemudi - Mommies Daily

Namun, mungkin Anda lupa …. atau Anda tidak paham atau ya Anda memang tidak peduli, akan beberapa hal ini ….

1. Sepanjangan tahun 2018, ada 197 kecelakaan kendaraan bermotor yang melibatkan anak-anak di bawah umur dengan rentang usia 11-17 tahun. Jumlah yang meningkat drastis dari tahun 2017. Dan sebagian besar adalah kendaraan roda dua! Dengan 8 meninggal dunia, 20 luka berat dan sisanya luka ringan. Nah, bayangkan jika di tahun 2019 ini, Anak Anda akan termasuk di dalam salah satunya?

2. Bahwa pada anak usia 11 tahun itu, ada perkembangan otak pada anak yang belum sempurna, itu adalah bagian depan otak yang namanya Pre Frontal Cortex. Bagian ini memiliki peranan untuk membantu sang pemilik otak ketika mengambil keputusan, memilah mana yang baik dan buruk, dan membuat yang punya otak tidak selalu mengambil keputusan dengan penuh emosi.

Jadi, mari bayangkan, ketika kita memberi izin anak usia 11 tahun yang notabene masih didominasi oleh emosi, untuk membawa motor, ke jalan raya yang tidak bersahabat. Ini sama aja kita mendorong anak kita terjun bebas tanpa memberikan perlengkapan untuk melindungi diri mereka sendiri.

3. Ketidakmatangan secara emosi, akan sangat berpengaruh terhadap kesigapannya ketika menghadapi masalah di jalan raya. Kans dia untuk jatuh, menabrak, ditangkap polisi, panik, cemas sangat sangat besar.

4. Ini sama saja dengan mengajarkan si kecil untuk melawan aturan dan hukum yang berlaku, bukan? Dan point yang ini rasa-rasanya nggak mungkin Anda nggak tahu. Sebagai orang dewasa, Anda pasti paham bahwa ada batasan usia untuk memiliki SIM A atau C, dan usia 11 tahun sudah pasti tidak bisa memiliki keduanya! Jadi, jangan salahkan ketika si kecil kelak menganggap bahwa nggak ada yang salah kok dengan melanggar aturan. Karena Anda yang menanamkan pola pikir itu di dalam otaknya.

5. Bahwa kepala anak Anda tidak lebih keras dari aspal atau jalanan ketika dia jatuh dan membentur. Dan saya sangat heran, kenapa, kenapaaaa Anda tidak memberikan helm untuk dikenakan oleh si kecil? Ayolah, kalau bodoh itu jangan diborong semua. Mengajarkan anak mengendara motor di bawah usia, sudah. Masa iya ditambah lagi nggak memberikan helm kepada anak Anda? Oh atau mungkin nyawa si kecil nggak terlalu penting dan lebih murah ya dari harga helm …. Hmm … yayayaya.

6. Bahwa ada nyawa orang lain yang dipertaruhkan lho di sini! Kalau Anda nggak peduli sama nyawa anak Anda, ya sudahlah, itu urusan Anda, bukan urusan saya. Tapi menjadi urusan banyak orang ketika keteledoran Anda dalam memberikan izin si kecil mengemudi di usia semuda itu bisa membahayakan banyak orang di luar sana.

Apa yang akan Anda lakukan, ketika si kecil menabrak orang lain? Membuat orang lain terluka, cacat atau bisa jadi meninggal? Sudah siap melewati proses peradilan atau bahkan Anda sebagai orangtua akan menanggung biaya perawatan para korban?

Ketika sebagai orangtua, Anda malah mengajarkan hal yang salah kepada si kecil, mungkin pertanyaan yang perlu Anda ajukan ke diri sendiri adalah: Layakkah saya menyandang gelar orangtua? Ah, tapi rasa-rasanya Anda nggak paham karena kemampuan berpikir Anda memang nggak nyampe ke sana. Sad.


Post Comment