Mari Ajarkan Anak Laki-laki Kita Untuk Mendukung Perempuan Berdaya - Mommies Daily

Mari Ajarkan Anak Laki-laki Kita Untuk Mendukung Perempuan Berdaya

Satu pesan mama nak, jadilah laki-laki yang berada di dalam kelompok mereka yang mendukung penuh perempuan untuk berdaya, bekerja, menghasilkan sesuatu, berkarya dan mandiri.

Untuk anak-anak mama, yang semuanya berjenis kelamin laki-laki……

Dulu, pada masa eyang buyut putri kalian masih muda, mungkin sekitar tahun 1940-1950 an, menurut cerita eyang buyut, posisi perempuan masih sangat ‘lemah’ dibanding laki-laki. Pada masa itu, tugas perempuan cukup sekadar memasak, mendidik anak-anak serta mengurus rumah tangga. Dari lima bersaudara, hanya satu saudara perempuan eyang buyut yang bekerja, sebagai guru.

Beralih ke masa eyang putri di tahun 1970-an, sudah semakin banyak perempuan yang bekerja.

Dan kini, di masa mama sebagai anak kelahiran tahun 80-an, hingga detik ini mama bekerja, bisa dibilang nyaris sebagian besar perempuan memilih untuk bekerja, meniti karier, mencari penghasilan tambahan. Tak sedikit pula perempuan-perempuan yang menduduki posisi penting di perusahaan swasta hingga menjadi menteri bahkan presiden.

Semakin banyak laki-laki yang mendukung perempuan bekerja, dan semakin banyak perempuan yang memilih menjadi pendukung bagi sesama perempuan bekerja, terutama ibu bekerja.

Namun tak dipungkiri juga, bahwa ada sebagian besar perempuan maupun laki-laki yang memiliki anggapan bahwa ibu bekerja adalah ibu yang lupa akan kodratnya mengurus anak dan suami. Ah nak, andai mereka tahu bahwa para ibu bekerja itu jungkir balik sebisa mungkin menyeimbangkan segalanya di dalam hidup mereka.

Maka, satu pesan mama nak, jadilah laki-laki yang berada di dalam kelompok mereka yang mendukung penuh perempuan untuk berdaya, bekerja, menghasilkan sesuatu, berkarya dan mandiri.

Nggak sulit kok untuk kalian mendukung perempuan berdaya ….

Mari Ajarkan Anak Laki-laki Kita Untuk Mendukung Perempuan Berdaya - Mommies Daily

Mulailah dari jangan menganggap perempuan sebagai saingan yang harus disingkirkan atau penghalang kalian untuk sukses. Tapi jadikan mereka sebagai ‘penyemangat’ kalian untuk melakukan segala hal lebih baik lagi.

Beri dukungan ketika pasangan kalian kelak ingin meraih pendidikan yang lebih tinggi, ketika pasangan kalian kelak ingin belajar banyak hal baru.

Jangan meminta pasangan kalian untuk memilih antara pekerjaan atau keluarga saat ia memutuskan untuk bekerja dan meraih karier.

Jadilah support system nomor satu bagi pasangan kalian dalam hal mengurus serta membesarkan anak.

Jadilah pengingat bagi pasangan kalian ketika dia mungkin mulai tidak imbang antara mengurus pekerjaan dan mengurus keluarga, sehingga dia bisa kembali menjalani multi perannya sebagai seorang istri dan ibu tanpa melupakan jati dirinya sendiri.

Beradalah di sampingnya untuk memberikan dukungan serta perlindungan ketika banyak orang di sekitarnya mungkin akan menghakimi dia, karena dia tidak akan mampu berdiri tegar tanpa support dari kalian, pasangan hidupnya.

Jangan malu jika pasanganmu kelak bisa jadi lebih sukses secara karier dan memiliki penghasilan yang lebih tinggi dari kalian, nak. Pastikan saja dia tetap rendah hati dan menghargai kalian sebagai kepala keluarga.

Banggalah ketika mendengar banyak orang memuji pekerjaannya, memuji hasil karyanya, memuji pencapaiannya. Karena percayalah, dia tidak akan bisa mencapai itu semua tanpa doa dan keikhlasan hati kalian.

Jangan sungkan bercerita ke anak-anak kalian, bagaimana hebatnya ibu mereka yang bisa membagi waktu, tenaga serta pikiran untuk keluarga dan pekerjaan.

In the end,

Ketika perempuan memilih untuk bekerja dan berdaya, semua mereka lakukan atas pertimbangan yang penuh perhitungan. Ada sebuah impian yang ingin mereka capai, yang bisa jadi tak hanya mimpi mereka yang ada di dalamnya namun mimpi anak-anak kalian, mimpi kalian berdua, mimpi kalian sebagai sebuah keluarga.


Post Comment