Menyusui Saat Demam Berdarah, Boleh Nggak?

Kegiatan menyusui saja sudah penuh dengan perjuangan. Apa jadinya kalau busui terkena demam berdarah. Masih boleh menyusui nggak, ya? Sementara di masa proses penyembuhan, pasien DBD kan masih harus mengonsumsi obat.

Beberapa waktu lalu, saya melihat seorang teman yang baru melahirkan, namun terkena demam berdarah. Si baby yang ia lahirkan belum ada sebulan. Artinya, perjuangan menyusui si ibu juga masih di tahap awal. Ditambah sakit DBD, dan harus dirawat? Bisa jadi double atau bahkan triple usaha teman saya ini, untuk memberikan ASI kepada si kecil. Mengingat, kondisi fisik saat sakit DBD, jauh dari nyaman.

Menyusui Saat Demam Berdarah, Boleh Nggak? - Mommies DailyImage: www.mom365.com

Rasa penasaran saya pun muncul.  Gimana ya, menyusui saat sakit DBD gitu? Pas kan ada sejumah obat yang harus diminum, berpengaruh kah pada ASI? Pada dasarnya kata dr. Meta Hanindita, aman, alasannya tidak ada bukti ilmiah adanya penularan virus dengue melalui ASI. Ibu dengan penyakit dengue dapat tetap menyusui. Apalagi ibu yang sakit akan memiliki antibodi terhadap infeksi dengue, sehingga justru memberikan perlindungan infeksi tsb pada bayi dengan menyusui.

Baca juga: 5 Alasan Utama Kenapa Menyusui Langsung Adalah yang Terbaik

Selain itu, untuk mengakali nafsu makan yang lagi nggak stabil, busui yang sedang DBD tidak ada pantangan makanan dan minuman, kata dr. Meta Hanindita SpA dari RSUD Dr Soetomo Surabaya . Supaya produksi ASI tetap bisa memenuhi kebutuhan si kecil. Asupan makanan ibu, nggak hanya bergantung sama infus saja.

Adapun, beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan ibu saat menyusui ketika terkena demam berdarah:

  1. Pastikan untuk selalu berkomunikasi dengan dokter. Informasikan bahwa ibu sedang menyusui agar dokter dapat memberikan obat-obatan yang aman untuk menyusui.
  2. Biasanya saat sakit, kita jadi malas makan atau minum. Demi nutrisi optimal, sebaiknya tetap perhatikan asupan nutrisi kita.
  3. Perhatikan juga kondisi ruangan rumah sakit. Perlu diingat, bayi rentan terhadap infeksi (Makanya di berbagai rumah sakit pasti ada aturan balita dilarang masuk). Selain itu, ibu yang sakit DBD perlu mendapatkan istirahat cukup. Jika memang memungkinkan untuk memberikan ASIP, lebih baik berikan ASIP untuk bayi di rumah. Pompa ASI secara rutin untuk mempertahankan produksi.
  4. Tetap rutin mengosongkan payudara setiap harinya agar mempertahankan produksi ASI, informasikan dokter kalau kita busui, jaga asupan nutrisi yang mencukupi, istirahat cukup.

Baca juga: Ini Dia Fakta Terbaru Soal ASI yang Perlu Diketahui

Merujuk pada poin 3 & 4, ini artinya bayi mommies kan, kecil kemungkinan menginap bersama anda. Secara terlalu berisiko terpapar virus atau bakter yang “berkeliaran” di sekitar lingkungan RS. Jadi jangan lupa sediakan alat pumping dan perlengkapan lainnya untuk memerah ASI, di kamar mommies dirawat ya. Saran dari saya, sebaiknya pilih alat pumping yang elektrik. Kalau manual, sama saja akan menguras tenaga mommies. Jika terpaksa memberikan ASIP pada baby yang ada di rumah, pastikan ASI berada di wadah yang proper, saat pengiriman ke rumah untuk menjaga kesegarannya, ya, mommies. Atau bisa juga menggunakan kurir khusus ASIP.

Baca juga:

Product Review: Anabella Breast Pump

5 Hal yang Bisa Dilakukan Saat Memerah ASIP


Post Comment