18 Cara Mengurangi Sensasi Sakitnya Kontraksi dari Sesama Mommies

Rasanya memang luar biasa sakit! Sanking sakitnya, ada yang mengekspresikan dengan teriak, memukul suami dan masing banyak lagi. Tapi sebetulnya ada nggak sih cara untuk mengurangi sensasi sakit dari kontraksi ini?  

Waktu hamil, saya sempat iseng tanya-tanya ke teman yang sudah lebih dulu melahirkan. Kayak apa sih, rasanya kontraksi itu? “Rasanya seperti mulas mau pup, tapi berpuluh kali lipat!.” Kebayang sih, kalau lihat di film-film, pas lagi kontraksi perempuan bisa sampai melintir kesakitan.

18 Cara Mengurangi Sensasi Sakitnya Kontraksi dari Sesama Mommies - Mommies Daily

Nah, pas giliran saya tiba. Benar saja, ya ampuuuun, rasanya pingin garuk-garuk tembok deh, hahaha. Bisa lebih toleransi terhadap rasa sakitnya, pas diingetin sama suster, tarik napas dalam lewat hidung dan hembuskan perlahan lewat mulut. Selain itu, jauh lebih tenang karena mama selalu menemani saya.

Selain cara yang tadi saya sebutkan, ada beberapa kiat lainnya yang diutarakan para mommies, dan berhasil saya himpun. Semoga berguna untuk mommies yang menantikan waktunya melahirkan.

1. agitamu  : Pelukan suami dan semangatnya yang menguatkan.

2. istie_istie : Pasang headphone dengan lagu kesayangan yang nge-beat, ikutan nyanyi kalau situasi ruangan memungkinkan ,dari pembukaan 3, lancer ke pembukaan 8, hehehee.

3. ceayu : saat kontraksi saya justru usahain untuk tetap bergerak aktif salah satunya saya tetap latihan prenatal yoga saat kontraksi.

4. vuterlanik : Saya pakai essential oil lavender, tiap kontraksi datang dihirup aromanya sambil tarik napas dalam-dalam. Rasanya lumayan, masih bisa terkontrol sakitnya.

5. emeppi: kompres panas (super penting!), essential oils dan accupresure dibantu suami.

6. irma.inj: saat kontraksi dulu. Saya sering baca surat alfiil supaya meredam rasa mulasnya Selain itu, terus berdoa supaya dimudahkan pada saat lahiran. Alhamdulillah sekali ngeden langsung keluar baby-nya.

7. ndahrahayu : Jalan-jalan depan klinik ssampai nggak kuar jalan. Habis itu, buru-buru balik ke kasur tinggal ngeden keluar, Alhamdulillah.

8. cahyaniara : Dielus punggungnya sama suami.

9. fsoeryani: Jalan-jalan sampai benar-benar nggak kuat. Terus setiap kali kontraksi, melakukan gerakan meniup (buang napas dr mulut). Yang saya rasakan, 2 hal itu paling membantu, alhamdulillah setalah 4 jam, bayi saya lahir.

10. sondangrp : Makan coklat dan minum madu agak banyak. Lumayan tambah tenaga nahan sakit dan nggak kelaparan tanpa takut pup. Soalnya kalu makan kebanyakan sebelum lahiran.

11. immanuellakamaratih: awalnya pas  erasakankontraksi, teriak-teriak minta ampun sampai diliatin sama mbak-mbak perawat, hehe. Tapi lama kelamaan tenaga mulai habis takut nggak bisa ngeden pas waktunya. Jadi di kontraksi selanjutnya tarik napas dalam-dalam dan buang lewat mulut. Huufftth, cukup membantu, sekalian pemanasan pernapasan pas ngeden nanti.

12. putri_bundaathar: Goyang inul diatas gym ball, atau mandi air hangat. Menolong banget ternyata.

13. bukenipp : Pas anak pertama, teriak-teriak saking sakitnya karena diinduksi. Pas anak kedua, Alhamdulillah masih bisa ikuti arahan dokter untuk atur napas. Pas kontraksinya lagi wow banget, saya nge-freeze aja. Nggak gerak, nggak ngomong, karena emang nggak bisa saking sakitnya.

14. fridaramadhanti : Meram. Membayangkan yang indah-indah. Contohnya gunung atau pantai. Sambil atur pernapasan. Ditambah dielus-elus suami, hehe

15. anastasiaekapratiwi : Anak pertama sama anak kedua sakitnya beda. Anak Pertama saya diinduksi, robekan rapi karena tindakan digunting sama bidan, sementara anak kedua aku kontraksi normal dan robeknya nggak rapih, karena robek sendiri dan itu ternyata sakit banget. Selama kontraksi aku hanya inget kata guru senam hamil untuk tarik napas dalam-dalam dan buang dari mulut perlahan,dan jangan teriak-teriak, karena akan buang tenaga. Kontraksi yang sudah hampir lengkap akan konsisten berlangsung selama 20-30 detik, nah ketika ilang kontraksinya disitulah ambil kesempatan untuk tarik napas panjang dan atur mindset bahwa “Ini mau keluar ini mau keluar, semangattt!!” Dan ternyata kekuatan pikiran itu benar, loh..

16. maya_sandhy : Digosok-gosok punggung sama suster. Lalu dibantu suami tarik, dan hembuskan napas.

17. sinta_s_liu : Kalau dari pengalaman saya, lahiran di usia kandungan pas 40 minggu.. Pas kontraksi kerasa, senyumin saja, lalu tarik napas dari hidung, hembus napas dari mulut, yang penting relaks aja mommies. Minta tolong, dipijat-pijat belakang punggung sama suami, pakai minyak kayu putih.

18. gie_dazzling : Istighfar nggak putus-putus, sambil terus bilang ke baby “Yuuukk…kita berjuang sama-sama. Kita saling bantu yuk, biar lancar dan kita bisa ketemu segera!” “Lets do dis shall we?!” -it works on me.

Rata-rata, benang merahnya ada di pengaturan napas. Jadi, nanti kalau sudah waktunya melahirkan, ingat baik-baik pelajaran napas pas senam hamil, ya, mommies :)


Post Comment