Ini Dia ‘Bohong Putih’ yang Pernah Dilakukan Para Ibu

Setidaknya ada beberapa ibu yang mengakui pernah melakukan ‘bohong putih’ pada anaknya. Termasuk saya…

Iya, saya tahu kalau berbohong itu salah. Bohong pada siapapun, termasuk bohong pada anak. Tapi, apa iya sebagai orangtua sekalipun nggak pernah bohong? Paling nggak, bohong yang saya maksud ini sering diistilahkan sebagai ‘bohong putih’, bohong yang dilakukan untuk ‘menyederhanakan’ sebuah masalah, terutama kalau membicarakan topik yang memang masih sulit dipahami anak.

Meskipun saya sangat paham dan tahu persis kalau berbohong merupakan sikap yang tidak baik,  bahkan tercela, tapi jujur saja, selama menyandang status sebagai ibu, saya pernah melakukannya.  Saya pernah melakukannya ketika saya memang kesulitan untuk menjawab dan menjelaskan pada anak, khususnya mengenai topik yang memang sulit diterima oleh anak.

bohong putih.-mommiesdaily

Contohnya, belum lama ini saat dalam perjalanan pulang dari rumah sepupu, Mama saya bercerita kalau di rumah sepupu saya itu ada ‘penunggunya’ yang sering menampakan diri. Sampai membuat sepupu saya ketakukan dan memutuskan sementara waktu untuk pindah ke rumah ibunya. Kebetulan, sepupu saya juga baru melahirkan, dan katanya, anaknya kerap kali menangis tanpa sebab. Berhubung anak saya sering parno dan gampang khawatir, begitu dia tanya, saya pun hanya menjawab, kalau sepupu saya itu takut ada penjahat yang menganggu rumahnya.

Ya, dari pada anak saya jadi nggak mau diajak main ke rumah saudara lagi, bohong sedikit nggak apa lah, ya? Toh, tujuannya supaya anak saya tidak terlalu khawatir. *hahhahaa, cari pembenaran. Contoh lain, saat saya mau me time, jalan-jalan sendiri sekadar melihat Buku-buku baru di toko buku sepulang kerja, saya pun pernah bilang terlambat pulang kerja lantaran harus menyelesaikan kerjaan dulu.

Saya pun jadi penasaran, sebenarnya kebohongan putih seperti apa, sih, yang pernah dilakukan para ibu? Tadi pagi saya pun sempat melempar pertanyaan ini di akun Instagram Mommies Daily, bertanya kira-kira kebohongan seperti apa saja, sih, yang pernah mereka lakukan? Dan inilah jawabannya….

@yudithmangiri

Biasanya, kalau anak mulai bertingkah…. Lagi jalan, eh, cemberut karena apa yang diingikan nggak diturutin, jadi suka bilang, “Mama tinggal aja, nih, ya, di jalan kalau ribut!”

@riiiiiny

Nggak mau makan, jadi harus dibujuk. Kemudian bilang, nanti ada abang-abang mainan yang lewat, kita tungguin yuk di teras, tapi habiskan dulu makanan kamu dulu, ya.

@penirahma

Kalau anak baru sakit, dan minta jajan tang aneh-aneh dan bisa memperparah kondisi sakitnya, dibilangin aja, “Itu jajannya pedes, nggak enak. Nanti tambah sakit perut,”.

@si_neeya

Kalau emaknya butuh nongkrong cantik pulag kerja, bilang ke anak kalau anak kerjaan yang besaok pagi mesti dilapor ke bos. Jadinya, mesti beres malam ini. Jadi, mamah sampai rumah agak maleman, deh.

@nchiehanie

Hahahaha, sama, nih, kaya @si_neeya jawabannya juga idem.

@duniaeni

Hal yang belum atau tidak boleh dketahui anak, seperti saat saya sedang bahas seseorang yang bermasalah dengan suaminya. Kemudian anak bertanya, kenapa bu sama om X, misalnya. Saya dan suami jawab, kalau ibu dan mau kasih oleh-oleh kue untuk anaknya.

@scoopsofjoy

Yang terbaru dari seri white lies, ngaku di apartemen dilarang pelihara anjing sama anak karena anaknya pengen banget punya anjing padahal sih, emaknya belum check ke pengelola tapi yang pasti belum mau repot, hahahaa

@fitriandari_

Pas mau me time sama temen-temen kuliah dulu, bilang kalau mau ketemuan teme tapi nggak bilang kalau mau nongkrong cantik di Pizza  H**, kalau bilang mereka minta ikut. Ntar, nggak jadi me time deh.

@e_maronie

White lies-ku ke anak-anak adalah untuk sesuatu yang mereka belum saatnya  tau atau malah mereka nggak perlu tau. Sedangkan untuk si kecil ( 3 tahun) lebih sering bohong saat dia minta dibeliin mainan yang menurut aku nggak penting dan mahal pula. Akhirnya, bohong aja kalau mainannya itu nggak dijual.

@nuniektirta

My white lies are due to NDA

@putrirahayuningtias

Anakku sekolah palygrup dan belum amu ditinggal, setiap nganter aku blang ke dia, “Umi tunggunya di depan masjid sekolah, ya….padahal pulang, hihihi.”

@inungkimura

Sesuap lagi, ya…. hahahaha

@tha2anita

White lies gue beberapa minggu ini, bilang sama Jordy kalau HP gue lagi nggak bisa memutar tontonan di Youtube. Soalnya gue lagi punya misi, mengurangi screen time Jordy, supaya dia lebih banyak main di luar ruangan. Sejauh ini, sih, lumayan ampuh ya si white lies ini. Kalau dia minta nonton Youtube, nanti dia sendiri yang bakal sadar, HP bundanya lagi rusak.

@mardikadewi

Kalau ke minimarket, pengen beli mainan, ‘De jangan beli di sini mahal, ntar aja di toko mainan banyak pilihan dan lebih murah.”

***

Membaca beberapa pengakuan para ibu ini, saya malah jadi senyum-senyum sendiri dan mengakui dalam hati, bahwa apa yang mereka lakukan pernah saya lakukan juga. Terutama ketika mau me time ketemu temen-temen sepulang kantor, hahhaa.

Tapi, bukan berarti bohong putih ini bisa dilakukan terus menerus, lho, ya. Karena yang namanya bohong, ya, bohong. Perbuatan yang memang nggak layak dilakukan. Lebih parah lagi, kalau kebablasan, risikonya anak malah jadi nggak percaya lagi sama ibunya. Memang mau?

 

 

 


Post Comment