Kenapa Ibu Baru Punya Nilai Jual yang Tinggi Saat Melamar Pekerjaan?

Suka nggak pede kembali bekerja setelah kelar melahirkan? Jangan dong ah, karena sebenarnya sebagai ibu baru, kita mempunyai nilai jual yang semakin banyak lho untuk dimasukkan ke dalam CV. Apa aja?

Nggak ngerti kenapa, lumayan banyak teman-teman saya yang suka nggak pede kembali bekerja ketika cuti melahirkan usai. Mereka takut nggak mampu mengejar ketertinggalan selama 3 bulan cuti (kalau perusahaannya berbaik hati ya memberikan cuti 3 bulan :D).

Padahal ya, kalau dipikir-pikir pakai logika, sebagai ibu baru kita memiliki banyak banget senjata andalan yang membuat kita layak diperhitungkan sebagai pekerja kelas managerial (yeaaaay). Seperti beberapa kemampuan berikut ini:

Kenapa Ibu Baru Punya Nilai Jual yang Tinggi Saat Melamar Pekerjaan? - Mommies Daily

1. Multitasking
Setujuuuu bangetlah ya sama point ini. Mana ada ibu yang nggak sanggup multitasking? Apalagi yang namanya ibu baru. Sebut saja nih, melakukan beberapa pekerjaan sekaligus di waktu bersamaan. Menggendong si kecil sambil makeup-an, atau menyusui si kecil sambil ngemil kue karena perut rasanya keroncongan karena lapar. Belum lagi sanggup memerah ASI sambil mengecek email atau mengikuti rapat.

2. Organized
Mengatur jadwal memerah ASI, memastikan jadwal imunisasi nggak terlewat, membuat menu MPASI untuk si kecil hingga memastikan rumah dibersihkan dengan layak. Semua teratur dan terorganisir dengan sempurna, lho!

3. Bisa bekerja di bawah tekanan
Pleaaaseee, siapa lagi yang mampu mendengarkan tangisan bayi yang histeris tanpa kita bisa tahu pasti apa sebabnya namun tetap bersikap (sok) cool, seolah tangisan histeris itu adalah lagus Perfect-nya Ed Sheeran! Dan sangat mampu diganggu dengan pekerjaan setiap 2-3 jam (sesuai jumlah jam tidur ibu baru yang selalu harus terbangun sesuai keinginan bos kecil, bukan?)

4. Team Player yang bagus
Support system adalah sahabatnya para ibu baru. Jadi kebayang dong, ibu baru sudah pasti terbiasa bekerja sama :D. Dan, dalam situasi-situasi terdesak, ibu baru sudah canggih untuk menjadi juggler dan mendelegasikan tugas jika memang dibutuhkan, misal meminta tolong ayah memandikan si kecil atau meminta eyang untuk menjaga si kecil sembari si ibu melakukan pekerjaan kantor yang urgent!

Nah, masih nggak pede dengan status sebagai ibu baru? Duh, nggak usahlah!


Post Comment