Teknik Pernapasan Untuk Persalinan Normal

Ditulis oleh: Lariza Puteri

Iya sih, katanya begitu proses melahirkan normal sedang terjadi, yang ada juga lupa semua itu ilmu yang didapat tentang teknik pernapasan. Tapi nggk papa, namanya juga berbagi ilmu, kan nggak ada salahnya :D.

Masuk trimester ketiga di kehamilan pertama, saya disarankan untuk mengikuti senam hamil. Setelah pemeriksaan fisik memenuhi syarat, saya pun segera mendaftarkan diri untuk ikut senam hamil ini. Bayangan saya, senam hamil, ya, hanya gerak-gerak saja supaya otot-otot tidak lemas, sekaligus untuk menjaga kebugaran tubuh. Mengingat masuk trimester 3, begah juga kalau harus ngikutin gerakan yang ribet.

Baca juga:

Medical Check Up Untuk Ibu Hamil

Ternyataaa, saat senam hamil ini saya juga belajar tentang teknik pernapasan. Awalnya, saya menganggap, “Ribet, ya!” sambil memberikan tatapan tajam ke arah suami yang rajin menemani. Emang nggak bisa napas biasa aja seperti sehari-hari??

Ndilalah, teknik ini sangat penting dalam proses melahirkan normal. Menurut dokter Ricky Susanto, SpOG dari RS Mitra Keluarga Kali Deres, Jakarta teknik pernapasan yang benar akan menentukan asupan oksigen ke dalam tubuh. Tujuan utama berkenalan dengan teknik pernapasan ini agar ibu tidak lupa bernapas dan tahu irama bernapas Walaupuuunnn, saat tahu detik-detik melahirkan tiba, rasanya segala ilmu yang sudah dipelajari gone! Hahaha

Teknik Pernapasan Untuk Persalinan Normal - Mommies Daily

Saat hamil, ibu bernapas untuk dirinya sendiri, sekaligus untuk janin. Dalam keadaan relaks, napas panjang akan memberikan janin suplai oksigen yang cukup. Sebaliknya, saat panik, takut dan kesakitan, napas yang diambil tanpa sadar akan menjadi pendek-pendek dan bahkan terputus-putus. Akibatnya oksigen yang dihirup tidak sebanyak saat bernapas dalam keadaan relaks. Bernapas dalam keadaan panik membuat energi lebih banyak terkuras dan proses persalinan menjadi lebih lambat. Parahnya lagi, dalam kondisi panik, ibu bisa bernapas sembarangan dan mengakibatkan mengejan tak beraturan.

Teknik dasar pernapasan saat melahirkan adalah menghirup udara sebanyak-banyaknya melalui hidung dan mengeluarkannya melalui mulut, atau keduanya sesuai kenyamanan. Saat kontraksi datang, dokter menyarankan untuk mengambil napas dari hidung dan mulut dan menghembuskannya melalui jalur yang sama. Saat kontraksi berkurang, bisa mengambil napas melalui hidung kembali.

Ini dia teknik pernapasan yang disarankan untuk persalinan normal:

1. Pernapasan perut atau dada

Pada teknik pernapasan ini, otot-otot perut akan bekerja lebih dominan. Pernapasan dilakukan saat menjelang persalinan. Saat kontraksi terasa, ambil napas, kemudian tahan saat mengejan. Mommies bisa menahan napas ini di leher. Saat kontraksi berakhir, hembuskan napas melalui hidung atau mulut. Bernapaslah 6 sampai 10 tarikan per menit saat kontraksi belum datang kembali. Tubuh jangan lupa relaks.

2. Pernapasan ringan

Pernapasan ini dilakukan saat kontraksi terlalu sakit. Biasanya saat hal ini terjadi, secara alami kita akan mempercepat pernapasan. Untuk melakukan pernapasan ini, tarik dan keluarkan napas dengan cepat dan ringan melalui mulut. Tarik napas dengan tenang, dan boleh dikeluarkan dengan suara baik desahan atau bunyi ringan. Tarikan napas ringan akan membantu mommies memastikan bahwa tidak mengambil napas secara berlebihan.

Nggak gampang ya kalau nggak ada video contohnya? Ahahaha. Saran saya, ajak suami ikut berkenalan dan belajar cara bernapas ini. Biasanya, saat persalinan normal, suami akan mendampingi. Bila ia mengetahui tentang teknik perapasan yang benar, ia akan membantu mengingatkan bagaimana cara bernapas yang benar.

Baca juga:

Biaya Persalinan di Jakarta Tahun 2017


Post Comment