Berutang yang Baik, Seperti Apa?

Ditulis oleh Prita Hapsari Ghozie, SE, Mcom, GCertFP,CFP®, QWP – Chief Financial Planner ZAP Finance.

Kabar gembira: Ternyata tidak selamanya berutang itu buruk, ahahaha. Asalkan tujuannya memang untuk menambah aset aset investasi maupun aset konsumsi. Seperti apakah berutang yang baik dan kemana sebaiknya kita berutang?

Utang yang baik adalah utang produktif yang memiliki nilai manfaat lebih panjang daripada masa pembayaran utang. Misalnya, untuk keluarga muda, kalau mau menunggu sampai terkumpul uang, kapan coba bisa membeli rumah? Harganya pasti sudah sangat melonjak dan sementara waktu dia harus membayar biaya kontrakan. Selain pembelian rumah tinggal, utang juga baik digunakan untuk menambah modal usaha. Dengan tambahan modal, maka harapannya penghasilan di masa depan akan lebih besar.

Berutang yang baik - Mommiesdaily

Sedangkan, pembelian aset konsumsi dengan bantuan utang juga masih diperbolehkan, selama aset tersebut digunakan untuk jangka waktu di atas 5 tahun. Contohnya adalah pembelian mesin cuci yang dapat membantu produktivitas ibu rumah tangga dengan cara mencicil. Rata-rata penggunaan mesin cuci di sebuah rumah adalah di atas 5 tahun dan digunakan untuk rutinitas harian. Durasi cicilan pinjaman sebaiknya di bawah 24 bulan.

Hindari penggunaan utang untuk membiayai gaya hidup kita. Setuju kan, bahwa “Hidup itu biayanya murah, yang mahal adalah biaya pamer kehidupan”. Tekanan untuk liburan ke lokasi favorit, nonton konser, membeli barang bermerek, atau lainnya demi dipamerkan di media sosial terkadang dilakukan d iatas kemampuan keuangan. Hal ini jangan diteruskan!

Cicilan pinjaman idealnya hanya berjumlah maksimal 30% dari penghasilan bulanan. Jangan lupa bahwa rasio ini harus menghitung seluruh pinjaman yang dimiliki dalam satu periode. Apabila memerlukan pinjaman untuk menambah produktivitas, maka sebaiknya hanya dilakukan di lembaga keuangan yang benar seperti berikut:

  1. Pembiayaan Bank, dapat diambil untuk pinjaman perumahan, pinjaman kendaraan, dan juga pinjaman multi guna. Kredit dana tunai sebaiknya menjadi opsi terakhir, apabila kita benar-benar memerlukannya.
  2. Kartu kredit, dapat digunakan dengan memanfaatkan fitur cicilan 0% selama beberapa bulan untuk pembelian alat rumah tangga yang menambah produktivitas.
  3. Gadai emas dan aset berharga, dapat diambil apabila kita hanya membutuhkan dana talangan dalam jangka waktu di bawah 3 bulan.
  4. Pinjaman koperasi, dapat diambil apabila kita merupakan anggota koperasi karyawan. Pinjaman juga sebaiknya diambil hanya untuk jangka waktu dibawah 12 bulan.
  5. Peer to peer lending, sebaiknya hanya diambil di perusahaan fintech yang telah mendapatkan ijin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Sudahkah kita selama ini melakukan utang yang baik? Atau justru malah terjerat dengan utang konsumstif?

Live a Beautiful Life!

Prita Hapsari Ghozie adalah seorang perencana keuangan independen, penulis buku laris “Cantik, Gaya, & Tetap Kaya” serta “Make It Happen,” pembicara, dosen dan ibu dari 2 orang anak. Sebagai Founder dan Chief Financial Planner di ZAP Finance – sebuah konsultan perencanaan keuangan independen di Indonesia. Berpengalaman lebih dari 8 tahun sebagai perencana keuangan dan didukung latar belakang edukasi di bidang keuangan, Prita memiliki kompetensi untuk memberikan saran dan rekomendasi dalam hal keuangan.


Post Comment