Lepas dari Jeratan Utang Konsumtif

Ditulis oleh Prita Hapsari Ghozie, SE, Mcom, GCertFP,CFP®, QWP – Chief Financial Planner ZAP Finance.

Utang yang kian menumpuk tentu saja bikin pusing kepala. Berikut cara lepas dari jeratan utang yang konsumtif.

Mommies, pernahkah merasa bahwa keberadaan utang menggangu keuangan rumah tangga? Pengeluaran yang tidak terkendali mau pun kebutuhan hidup yang tidak sejalan dengan penghasilan, terkadang membuat solusi berutang menjadi pemecah masalah. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, maka utang apalagi yang bersifat konsumtif dapat membuat keuangan menjadi tidak sehat.

utang-mommiesdaily

Jenis utang yang memiliki potensi bahaya adalah utang kartu kredit dan pinjaman tanpa agunan. Alasannya adalah jenis pinjaman ini tidak diback up dengan aset tertentu, sehingga apabila terjadi kredit macet alias gagal bayar, maka tidak ada aset yang dipergunakan sebagai jaminan. Nah, jika ternyata utang mulai membuat pusing dalam pengelolaan keuangan, inilah beberapa langkah yang dapat mommies lakukan.

  1. Buatlah daftar saldo utang, mulai dari utang kartu kredit hingga pinjaman perumahan. Dalam hal ini setiap pasangan sebaiknya jujur dan tidak menutupi kondisi sesungguhnya. Catat juga untuk keperluan apa utang tersebut diambil.
  2. Urutkan bukan dari nominal saldo utang terbesar, melainkan dari beban bunga terbesar. Jika mommies ragu berapa biaya bunga yang sebenarnya dibebankan, hubungi call center dan mintalah ilustrasi transaksi.
  3. Untuk utang yang sudah terlampau lama alias menggantung selama 4 bulan atau lebih, maka utang ini harus menjadi prioritas pertama untuk segera dilunasi. Tujuannya agar rapor kredit sebagai rumah tangga tidak merah dan terhindar dari debt collector.
  4. Lakukan negosiasi dengan pihak penerbit kartu kredit atau pemberi pinjaman dana tunai untuk minta program stop bunga dengan kondisi kartu kredit akan ditutup. Dengan mengikuti program ini, biasanya utang tidak akan terkena bunga berjalan. Namun, biaya bunga yang sudah terlanjur ditagihkan tetap harus dibayarkan.
  5. Lakukan proses penutupan kartu kredit. Nah, mommies harus mau mengakui bahwa Anda atau pun pasangan belum dapat mengendalikan pengeluaran bulanan. Sehingga, jalan terbaik adalah menutup kartu kredit dan membuat keuangan keluarga kembali sehat.
  6. Agar utang dapat segera terbayar, yuk periksa isi lemari dan isi rumah. Adakah aset yang dapat dijual untuk membayar utang. Terlebih jika masih ada aset seperti reksa dana, tabungan, dan lainnya, akan lebih baik untuk melunasi utang yang biaya bunganya mencapai 40% setahun. Live a Beautiful Life!

 

Prita Hapsari Ghozie adalah seorang perencana keuangan independen, penulis buku laris “Cantik, Gaya, & Tetap Kaya” serta “Make It Happen,” pembicara, dosen dan ibu dari 2 orang anak. Sebagai Founder dan Chief Financial Planner di ZAP Finance – sebuah konsultan perencanaan keuangan independen di Indonesia. Berpengalaman lebih dari 8 tahun sebagai perencana keuangan dan didukung latar belakang edukasi di bidang keuangan, Prita memiliki kompetensi untuk memberikan saran dan rekomendasi dalam hal keuangan.

 

 


Post Comment