3 Alasan Mengapa Mompreneur Butuh Mentor

Hasil riset kecil-kecilan saya jadi semakin yakin kalau mentor diperlukan untuk mengembangkan usaha  Ya, siapa tahu saja dalam waktu dekat saya jadi mompreneur dan saya praktikan :)

Punya usaha sendiri itu menyenangkan, ya. Waktunya fleksibel. Bisa kerja di rumah, bisa lebih sering main dan temenin anak. Kalau usaha kian berkembang, bisa membuka peluang pekerjaan untuk orang lain. Penghasilannya juga tergantung dengan usaha dan kerja keras kita sendiri.

Kira-kira begini, deh, pikiran saya saat membayangkan enaknya punya usaha sendiri.

Kenyataannya apa bisa selalu seperti itu? Ya jelas nggak, sih…. Saya masih ingat sekali cerita Mbak Hanifa Ambadar bagaimana perjalanan dirinya merintis Female Daily Network yang berawal dari sebuah blog. Ia mengaku, menjalankan peran sebagai mompreneur nggak segampang yang saya bayangkan.

Urusan manajeman waktu punya peran yang sangat penting. Kalau nggak, yang ada waktu malah lebih banyak dihabiskan untuk mengembangkan bisnis. Hal ini pun diakui oleh beberapa teman saya yang punya usaha sendiri.

Faktor lain yang nggak kalah penting adalah memiliki seorang mentor. Soalnya mentor, nggak hanya bertugas memberikan nasihat dan arahan saja, tapi juga bisa menjaga kita untuk terus termotivasi untuk mengembangkan usaha. Ketika menjalankan usaha, sudah bisa dipastikan kalau perjalanannya nggak mulus.

Berdasarkan cerita teman-teman dan hasil observasi, saya bisa menarik kesimpulan ada beberapa alasan yang membuat mom-preneurs butuh soerang mentor.

Menambah Skill

Jangankan saat jadi pengusaha, menurut saya sih semua orang butuh mentor. Butuh seseorang yang bisa dijadikan contoh, seseorang yang bisa memberikan banyak ilmu untuk memajukan dirinya. Nah, jadi bisa dipastikan kalau saat menjadi pengusaha kita memang butuh mentor. Apalagi saat memasuku dunia yang baru. Mentor bisa berbagi ilmu dan skill kita.

Sebagai alarm

Seperti yang sudah sempat saya dinggung di atas, kalau mentor itu bisa memberikan motivasi. Senagai penasihat yang bisa diandalkan. Ketika sedang merintis dan membangun usaha, kita un tidak bisa sok-sokan dan menganggap bisa melakukan semuanya sendiri. Fungsi mentor di sini juga bisa jadi alarm, orang yang bisa memberi tahukan dan mengarahkan kita untuk bisa berjalan sesai  track. Bisa memberi tahu apakah keputusan kita sudah benar. Termasuk urusan finansial. Contohnya, membantu kita untuk mengambil keputusan kapan waktu yang tepat untuk mencari suntikan dana demi mengembangkan bisnis.

Mengembangkan networking

Namanya juga mentor, sudah tentu pengalamannya jauh lebih banyak bukan? Hal ini pun berlaku pada relasinya yang sudah luas. Dengan punya mentor, kita jadi punya kesempatan yang begitu besar untuk membangun relasi. Saya sangat percaya kalau ingin mengembangkan usaha, kita pasti butuh pihak lain. Punya networking yang luas juga sama artinya dengan membantu kita punya wawasan yang luas. Seperti yang saya kutip dari Sindo News, PENDIRI PT Young on Top (YOT) Nusantara Billy Boen bilang kalau sukses tidak bisa sendirian. Semakin banyak networking, semakin sukses, semakin besar. Kalau punya temen banyak bisa membantu kita. Selain berusaha sendiri, dengan memiliki mentor peluang untuk punya networking pun semakin luas.


Post Comment