3 Alasan Mengapa Perempuan Lebih Ambisius Bekerja Pasca Melahirkan

Ternyata, banyak juga kok para ibu bekerja yang setelah memiliki anak malah semakin ambisius dan bersinar dalam kariernya. Apa alasan yang membuat mereka seperti itu?

Kalau selama ini kita kerap mendengar bahwa banyak ibu bekerja yang merasa bersalah ketika ‘meninggalkan’ anak, kurang konsen ketika kembali bekerja setelah cuti melahirkan usai atau memilih untuk tidak mengejar karier, sekarang saya mau menulis tentang beberapa teman saya yang malah semakin ambisius serta semakin bersinar kariernya pasca memiliki anak.

Apa yang membuat mereka malah semakin semangat mencapai posisi yang tinggi?

3 Alasan Mengapa Perempuan Lebih Ambisius Bekerja Pasca Melahirkan - Mommies Daily

1. Ingin mematahkan mitos yang menganggap bahwa ibu bekerja itu tidak bisa profesional

“Gue suka sebal kalau ada yang orang bilang setelah punya anak pasti perempuan jadi nggak profesional, jadi lemot, jadi nggak komit dan beragam anggapan negatif lainnya. Makanya gue mau buktikan bahwa nggak semua kok ibu bekerja seperti itu. Gue jadi semakin tegas untuk urusan time management, semakin banyak belajar biar nggak kudet tentang informasi terkini yang berkaitan dengan pekerjan gue.”Sarah Wulandari, ibu dari satu anak.

2. Ingin memberikan kehidupan dan masa depan yang lebih baik untuk anak

“Saya sih mencoba realistis, kalau hanya bertahan dengan gaji suami, bisa sih kami hidup nyaman, namun standarnya ya nggak bisa tinggi. Bukan standar hidup harian lho ya, tapi standar pendidikan untuk kedua anak saya. Ibarat kata, kalau hanya mengandalkan satu sumber keuangan, si kecil bisa sekolah di Sekolah Dasar yang biasa aja, tapi dengan saya juga ikut bekerja, anak-anak bisa sekolah di sekolah yang standar intrnasional dengan fasilitas yang bagus, kualitas guru yang mumpuni hingga bisa mengikutsertakan mereka ke berbagai macam les yang mereka inginkan. Dan mau tidak mau, karier saya nggak boleh biasa-biasa aja. Minimal saya harus ada di level Senior Manager. Ini membuat saya menjadi lebih ‘gila’ dalam bekerja, nggak mau kalah dari para pesaing saya yang sebagian besar adalah laki-laki.”Adisa Santoso, ibu dari dua anak.

3. Ingin menjadi contoh nyata bagi anak-anak tentang sosok perempuan yang sukses dalam berkarier

“Awalnya kenapa saya jadi serius meniti karier yang lebih tinggi dan pada akhirnya bisa memimpin sebuah divisi yang lumayan besar dengan sekitar 30 staff, karena pertanyaan anak saya sekian tahun yang lalu saat dia main ke kantor saya. Dia bertanya, kenapa mama nggak punya ruangan sendiri seperti bos-nya mama? Kenapa mama nggak punya anak buah seperti bos-nya mama punya mama sebagai anak buah? Dan masih banyak pertanyaan lainnya. Ini membuat saya sempat merasa kecil hati namun akhirnya menjadi pemicu untuk bekerja keras dan meraih posisi pimpinan.”

Selain ingin membuat si kecil bangga, saya juga ingin menunjukkan pada Kiara, bahwa sebagai perempuan, dia punya hak untuk memilih. Memilih untuk menjadi Ibu Rumah Tangga ataupun memilih sebagai wanita karier, tanpa perlu merasa takut dihakimi.

“Dan saya merasa, kalau saya sudah memilih untuk bekerja, ya jangan tanggung-tanggung, berikan yang terbaik, tunjukkan yang terbaik untuk perusahaan dan untuk keluarga. Saya tahu, Kiara bangga setiap kali ia main ke kantor saya, masuk ke ruangan saya yang menurut dia ‘cool’ dan melihat saya memimpin rapat. Dan saya terharu ketika dia membisikkan kalimat ini ke telinga saya “Kiara mau kayak mama ah kalau besar nanti. Pintar di kantor dan baik di rumah.” Anna Valencia, ibu dari satu anak.

Untuk mommies yang lain, silakan banget kalau mau share pendapat atau pengalaman pribadinya ya…..


Post Comment