Cara Jitu Agar Keuangan Terkendali di Bulan Ramadhan

Ditulis oleh Prita Hapsari Ghozie, SE, Mcom, GCertFP,CFP®, QWP – Chief Financial Planner ZAP Finance.

Meskipun di Bulan Ramadhan kita harus berpuasa, kenyantaannya pengeluaran kian membengkak. Yuk, cari tahu bagimana cara jitu agar keuangan terkendali di Bulan Ramadhan.

Bulan Ramadhan tinggal sebentar lagi. Selama bulan puasa, kondisi keuangan rata-rata orang akan mengalami gejolak. Meski penghasilan sepertinya berlebih pada bulan puasa karena selain gaji juga mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR), namun pengeluaran juga berlipat ganda. Mengapa bisa demikian?

Mommies, selain pengeluaran rutin bulanan yang harus dibayarkan seperti gaji ART, biaya listrik, telepon, bensin, serta uang sekolah anak, pada bulan puasa dapur rumah tangga juga cenderung belanja lebih banyak daripada biasanya. Menu sahur yang lebih mewah, dan juga menu berbuka yang sangat bervariasi ternyata bisa menambah pengeluaran hingga 20% dari normalnya.

???????????????????????????????

Hal kedua adalah banyaknya faktor keinginan yang ternyata juga menggerus pengeluaran. Sebut saja belanja baju lebaran, mengirimkan hantaran berbuka mau pun lebaran, serta mudik lebaran tentu saja memerlukan dana lebih. Meski pun sebagian keluarga mendapatkan dana THR, fakta yang saya cermati adalah pengeluaran yang lebih besar daripada penerimaan.

Jadi, pengelolaan keuangan memang sebaiknya dikendalikan. Saya siapkan 5 tips ampuh bagi mommies yang ingin pengeluaran tetap terkendali selama bulan Ramadhan.

  1. Buat rencana pengeluaran untuk 30 hari. Masukkan juga anggaran untuk berbuka puasa bersama, karena pos pengeluaran ini biasanya memakan porsi hingga setengah dari gaji sebulan.
  2. Hanya gunakan penghasilan dari gaji untuk membayar biaya kebutuhan hidup rutin. Gunakan penghasilan dari THR atau bisnis sampingan untuk biaya mudik, biaya lebaran, dan juga biaya Idul Adha.
  3. Simpan kartu kredit di dalam lemari. Jika termasuk tidak memiliki disiplin dalam mengelola keuangan, lebih baik selama bulan Ramadhan hindari penggunaan kartu kredit, dan hanya menggunakan kartu debit.
  4. Alokasikan waktu untuk mengambil uang tunai ke ATM hanya maksimal 1 kali dalam seminggu. Umumnya, semakin sering frekuensi pengambilan dana tunai dapat menyebabkan seseorang menjadi lebih boros.
  5. Jangan tergiur dengan godaan pinjaman dana tunai apabila tidak ada keperluan yang mendesak. Kemudahan mendapatkan pinjaman seringkali menjadi ancaman untuk kesejahteraan keuangan keluarga di masa mendatang. Jika belum punya uangnya, sadarlah! Mommies belum mampu untuk membeli keinginan hari ini.

 

Live a Beautiful Life!

 

Prita Hapsari Ghozie adalah seorang perencana keuangan independen, penulis buku laris “Cantik, Gaya, & Tetap Kaya” serta “Make It Happen,” pembicara, dosen dan ibu dari 2 orang anak. Sebagai Founder dan Chief Financial Planner di ZAP Finance – sebuah konsultan perencanaan keuangan independen di Indonesia. Berpengalaman lebih dari 8 tahun sebagai perencana keuangan dan didukung latar belakang edukasi di bidang keuangan, Prita memiliki kompetensi untuk memberikan saran dan rekomendasi dalam hal keuangan.

 


Post Comment