Dana Darurat, Baiknya Simpan Uang di Mana?

Ditulis oleh Prita Hapsari Ghozie, SE, Mcom, GCertFP,CFP®, QWP – Chief Financial Planner ZAP Finance.

Kita nggak pernah tahu risiko keuangan yang bisa terjadi suatu waktu yang datang secara tiba-tiba.  Oleh karena itulah, dana darurat penting untuk dimiliki.

Dana darurat adalah suatu dana terpisah yang khusus disiapkan untuk menghadapi keadaan darurat, seperti kondisi alat rumah tangga penting rusak dan harus segera menggganti baru. Keadaaan lain yang tak terduga juga seperti terjadinya PHK dari pencari nafkah, kebutuhan biaya karena sakit, biaya bantuan untuk keluarga, dan lain-lain. Nah, setelah memahami pentingnya memiliki dana darurat, maka langkah berikutnya adalah mempersiapkan dana darurat tersebut.

Mau Investasi Pastikan Dulu Bukan Investasi Bodong

Seperti apakah idealnya? Yuk, ikuti tips berikut.
Dana darurat idealnya dikumpulkan setiap bulan dari penghasilan yang diterima. Jumlahnya sekitar 5% dari gaji yang diterima. Secara umum, setiap keluarga sebaiknya memiliki minimal 3 kali pengeluaran rutin bulanan sebagai dana darurat. Berhubung kebutuhan akan dana darurat berbeda-beda bagi setiap keluarga, maka mommies sebaiknya mengetahui kebutuhan ideal berdasarkan kondisi kehidupan saat ini.
Ada beberapa jenis aset yang dapat digunakan sebagai sarana untuk menyimpan dana darurat. Berikut ini adalah urutan yang ideal untuk menyimpan uang dana darurat.

1. Tabungan

Produk tabungan biasa sangat ideal untuk menempatkan dana darurat karena sangat likuid dan nilainya tidak berfluktuasi. Rendahnya suku bunga bukan menjadi hambatan, karena yang diutamakan adalah akses terhadap dana tunai. Namun, pahami juga agar jumlah dana darurat di tabungan sebaiknya tidak melebihi kebutuhan 3 kali pengeluaran rutin bulanan.

2. Reksa dana pasar uang

Sarana penyimpanan dana darurat kedua yang sangat ideal adalah reksa dana pasar uang. Jenis reksa dana ini cukup aman, karena tidak fluktuatif dalam nilai. Sedangkan, secara likuiditas, reksa dana pasar uang sangat mudah untuk dijual kembali.

3. Emas

Apabila jumlah dana masih berlebih, maka setelah tabungan dan reksa dana pasar uang, emas adalah sarana yang cukup ideal untuk menempatkan dana darurat. Emas dalam hal ini disarankan berbentuk logam mulia alias emas batangan. Tujuan penggunaan emas sebagai dana darurat didukung oleh kemampuan emas untuk bertahan sejalan dengan tingkat kenaikan harga alias inflasi. Selain itu, emas juga tergolong cukup likuid apalagi yang berbentu emas batangan.

4. Deposito

Setelah tabungan dan emas, maka berikutnya adalah deposito yang dapat digunakan sebagai tempat penyimpanan dana darurat. Hasil keuntungan setiap bulan dari deposito sebaiknya tidak digunakan untuk konsumsi, melainkan digunakan untuk menambah porsi dana darurat atau dapat juga digunakan untuk investasi di produk keuangan lain. Apabila deposito dipilih sebagai sarana penyimpanan dana darurat, maka sebaiknya memilih tenor 1 bulan yang diperpanjang secara otomatis.

Live a Beautiful Life!


Post Comment