Alasan Kenapa Perlu Basa Basi di Lingkungan Kantor

Dicap sebagai miss basa basi di lingkungan pertemanan seperti di kantor mungkin terdengar menyebalkan. Tapi percayalah, ada beberapa alasan yang membuat basa basi di perlukan, kok. Berikut beberapa alasannya.

“Ah… elo tuh, mah, basa basi aja, deh. Dis…” ujar seorang teman kantor.

Hah? Serius saya dicap suka basa basi? Hahaha…. Bukan apa-apa.  Bisa dibilang saya ini termasuk perempuan yang cenderung cuek, lho. Bahkan, zaman sekolah saya sering banget mendengar ada teman atau yang kenalan baru yang bilang, “Ya, ampun, Dis… gue pikir elo itu sombong. Habis kalau jalan lurus aja, sih… suka nggak mau nengok kanan kiri. Gue juga mikir elo tuh anaknya nggak gampang diajak ngobrol.”

Wiih… komentarnya kontradiksi banget, ya!

Tapi beneran, apapun komentar atau pandangan orang saya, sebenarnya saya ini baik hati lagi tidak sombong *uhuk*. Setidaknya hal ini memang saya coba lakukan dari dulu. Dari zaman kecil, mama saya selalu mendoktrin saya dengan bilang, kalau saya ini hidup di lingkungan social yang penuh keberagaman, baik suku agama hingga hal-hal kecil lainnya. Intinya, saya selalu diingatkan untuk bisa bergaul dan ramah pada siapa pun juga, tanpa pandang bulu.

Hal ini pun berlaku pada kecakapan dalam berkomunikasi dan bagaimana bisa luwes menghadapi orang lain. Dan menurut saya, hal paling awal yang memang perlu dilakukan saat mau memulai komunikasi tentu saja lewat basa-basi dulu. Apalagi pekerjaan saya ini jurnalis, yang menuntut saya harus bisa menembus beragam nara sumber. Nah, kalau di awal percakapan sudah main ‘nodong’, dan nggak ada basa basinya kan repot.

basa basi di kantor

Percaya, deh, sebenarnya sejauh basa basi dilakukan dalam kadar yang pas, termasuk pada orang yang sudah dikenal seperti teman kantor sebenarnya tetap perlu dilakukan. Setidaknya menurut saya ada beberapa alasan.

Menunjukan rasa peduli

Iya… dengan basa basi dengan teman kantor sebenarnya kita bisa memperlihatkan bahwa kita peduli dengan situasi dan kondisi teman kantor. Contohnya begini, ketika ada teman yang sakit, nggak ada salahnya kok untuk up date kondisi kesehatannya. Tanyakan saja, “Gimana… sudah sehat, belum?” Mungkin ada teman yang menganggap kalimat ini terkesan basi, tapi kalau buat saya, sih, pemikiran itu salah. Malah kalau belum apa-apa sudah mencap teman basi-basi, sebenarnya hanya memimbulkan prasangka  yang nggak baik dengan niat tulus orang lain. Kenapa, sih mesti berpikiran negatif terus?

Membangun hubungan yang baik

Menurut saya, sih, kalau di kantor kita malas basa basi atau nggak mau ngomong, rekan kerja di kantor juga satu persatu akan mundur dengan teratur. Bukannya menjadi teman dan rekan kerja yang menyenangkan, bisa-bisa dipikir sombong. Tapi memang perlu diingat, sih, kalau basa basi yang saya maksud juga nggak perlu lebay. Jujur saja dengan apa yang memang mau dikatakan.

Tahu berita terbaru yang ada di kantor

Seorang teman ada yang mengeluhkan kalau dirinya selalu jadi orang terakhir yang tahu berita terbaru di kantor. Lah wong, teman saya ini memang doyannya makan sendirian di meja kerja, malas mingle dengan teman-teman kantor. Jadi nggak mengherankan, ya, dengan apa yang ia keluhkan. Memang pada dasarnya teman saya ini tipe orang yang tertutup dan sulit bergaul. Nah di sini lah menagapa basa basi di lingkungan kantor juga diperlukan.

Membangun image yang baik

Ah, siapa, sih, yang nggak mau punya persoal branding yang oke? Dikenal sebagai sosok teman yang menyenangkan, supel, dan bisa diajak kerja sama. Menurut saya, basa basi juga punya andil yang besar dalam membangun image seseorang. Bahkan meskipun hanya dengan membiasakan tersenyum, atau sekedar menyapa lebih dulu dan bilang, ‘Hai’. Tampak sepele, sih, tapi ternyata punya dampak yang cukup besar. Toh, sebenarnya nggak perlu basa-basi terlalu panjang. Lebih baik langsung saja dengan memulai pembicaraan dengan punch line atau kalimat pamungkas yang langsung ‘ngena’.

Bedakan basa basi dengan gossip

Sebel banget nggak kalau punya teman yang doyan banget ngomongin keburukan teman lain? Gosip hal-hal yang nggak perlu justru hanya menimbulkan persepsi yang salah sehingga membuat lingkungan pertemanan nggak menyenangkan. Kalau saya, sih, sebel. Menurut saya, kalau mau menjadi pribadi yang hangat dan supel bisa dimulai dengan memahami kapan perlu basa basi dan tidak dengan rekan kerja. Tapi bukan berarti kebablasan, jangan sampai basa basi ini membuat kita nggak berhenti bicara, apalagi membicarakan orang lain. Tidak mengherankan kalau ujung-ujungnya rekan kerja akan memberikan cap sebagai tukang gossip.

Intinya, sih, basa basi ini juga ada ilmunya. Jangan sampai mengeluarkan kalimat basa basi yang menyebalkan yang sifatnya sangat sensitive seperti, “Kok, kamu belum hamil-hamil sih?”. Lebih baik, basa basi ini dimulai degan topik yang lebih aman dan umum. Bisa dengan memilih topik pembicaraan yang ringan seperti soal film, buku, headline berita yang lagi up date saat itu atau shade lipstik terbaru dari brand favorit?


Post Comment