Sudahkah Anak-Anak Memiliki Daya Saing untuk Menghadapi MEA?

Tahu nggak tingkat daya saing tenaga kerja masa depan Indonesia berdasarkan education & skills juga dinilai masih lebih rendah? Oleh karena itulah British Council Indonesia Foundation bersama HSBC Indonesia meluncurkan program pengembangan kapasitas di lingkungan lembaga pendidikan. Seperti apa programnya?

Sudahkah Siapkah Anak-Anak Menghadapi MEA

Orangtua mana, sih, nggak mau punya anak yang berkualitas? Dalam artian nggak hanya cerdas di bidang akademis, lho, ya. Tapi juga punya karakter yang baik. Beberapa tahun ke belakang, lembaga pendidikan juga banyak yang menawarkan sisitem pendidikan dengan mengutamakan pendidikan karakter. Semua ini memang perlu dilakukan sebagai langkah membantu anak-anak menghadapi segala tantangan dalam hidup termasuk  menyiapkan generasi muda Indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Ngomongin soal MEA, baru-baru ini British Council Indonesia Foundation bersama HSBC Indonesia meluncurkan program bertajuk “Pendidikan Global: Membangun Generasi Muda Cerdas dan Berkarakter” yang akan digelar pada Januari – November 2017 tersebut. British Council dan HSBC akan menggelar pelatihan core skills dan Bahasa Inggris yang melibatkan manajer sekolah, guru dan termasuk siswa dari 12 sekolah mitra setingkat SMA/SMK di wilayah DKI Jakarta dan Kota Bandung.

Direktur British Council di Indonesia Paul Smith dalam jumpa pers mengatakan kalau program ini terselenggara karena British Council Indonesia Foundation dan HSBC Indonesia memiliki cita-cita yang sama dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia untuk menjadi sumber daya manusia yang kompeten dan mampu bersaing di Masyarakat Ekonomi ASEAN

Ia menegaskan kalau pelatihan core skills dan Bahasa Inggris tersebut juga merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya untuk memiliki keahlian yang dibutuhkan generasi muda agar dapat berkompetisi secara global pada abad ke-21.

Pertanyaan, sudahkah anak-anak kita punya kompetensi yang baik? Nuni Sutyoko, Head of Corporate Sustainability, HSBC Indonesia menjelaskan, erujuk pada laporan tingkat kompetensi global 2016-2017, Indonesia masih berada di posisi 41 dunia dan menduduki peringkat ke-4 di wilayah Asia Tenggara di bawah Singapura yang berada di posisi 2 dunia, Malaysia di posisi 25 dunia, dan Thailand di posisi 34 dunia.

Cukup menyedihkan, ya. Nuni pun menjelaskan bawah salah satu pilar yang masih menjadi sorotan dan titik lemah Indonesia adalah di kualitas pendidikan menengah dan tinggi yang masih berada di posisi 92 dan 82 dunia. Begitu pula di pilar education & skills, SDM Indonesia berada di posisi yang tak kalah rendah, dan yang paling kritikal, khusus untuk tingkat daya saing tenaga kerja masa depan Indonesia berdasarkan education & skills juga dinilai masih lebih rendah (peringkat 69) dibandingkan negara tetangga seperti Singapura (13), Brunei Darussalam (43) dan Malaysia (48).

Oleh karena itulah dalam rangka membantu anak-anak sebagai generasi penerus, British Council Indonesia Foundation juga akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dan Kota Bandung merancan pogram dan memberikan pelatihan Core Skills yang meliputi; literasi digital, berpikir kritis dan pemecahan masalah, kreativitas dan imajinasi, kepemimpinan siswa, kolaborasi dan komunikasi, serta kewarganegaraan.

Meskipun program ini belum dijalankan di seluruh sekolah karena baru dilakukan di SMA/SMK yang menjadi sekolah mitra program, saya pribadi berharap program ini isa dilakukan secara merata di banyak lembaga pendidikan lainnya.

 


Post Comment