Pro Kontra Menyusui dari Sisi para Ayah

Ditulis oleh: Saskia Elizabeth

Di tengah maraknya kita, para istri berdebat mengenai meyusui, ternyata para ayah punya opini menarik yang wajib didengar. Bagaimana pro kontra menyusui dari sisi para ayah?

Pro Kontra Menyusui dari Sisi para Ayah - Mommies Daily

*Image dari bgcdn-babygizmocompany

Kalau selama ini kita selalu mendengar huru hara dari para ibu tentang pro kontra menyusui, kali ini saya ngobrol dengan beberapa ayah mengenai menyusui.

FYI, sebelum mereka berbagi cerita beberapa dari mereka curhat bahwa, “Wah yakin mau bertanya soal menyusui denngan saya? Wong istri saya lebih mendengar orang lain daripada saya, hahaha..” Ehm…Rupanya banyak opini mereka disepelekan, padahal dalam membesarkan anak tim utama ya ayah dan ibu, lho!

Nah, saya melontarkan satu topik ke para ayah ini mengenai apa pendapat mereka tentang ASI, Sufor dan menyusui di depan umum:

“Buat saya dan saya juga sampaikan ini pada sang istri dan menjadi prinsip kami adalah, do whatever that make us comfy. Kalau kita berdua nyaman ya jalanin saja, saya dan istri kebetulan tipe yang kurang nyaman menyusui di tempat umum (walaupun pakai penutup). Sering kali kami terburu-buru ke mobil kalau tidak ada tempat menyusui yang private. Untuk pemberian susu, kami sepakat teus menggunakan ASI karena tahu manfaatnya dan hemat!! Hahaha.” Indra, 38, Karyawan swasta.

“Istri tipe yang cukup cuek menyusui depan umum dan selalu memakai penutup. Sedangkan saya lebih prefer yang lebih private ya lagian di tempat umum terlalu banyak virus dan kurang higenis. Kalau tempat menyusui atau mobil kan lebih terjamin kebersihannya. Jalan tengahnya kalau mau menyusui di depan umum mencari yang tidak terlalu frontal seperti pojokan restoran. Sedangkan untuk susu formula/ASI, menurut saya susu sama saja baik formula atau ASI. Selama sehat tidak membuat sakit yang formula pun tak apa-apa. Lagipula dengan ada susu formula saya sesekali bisa menghabiskan waktu dengan istri alias kencan walau masih ada risiko ditelfon orang rumah bilang stok susu sudah mau habis.” Gunawan, 32 tahun, Fotografer.

Saya sih lebih senang apabila bayi dapat ‘mengakses’ susu di mana dan kapan saja, toh tujuan menyusui di depan umum untuk menjaga kenyamanan bayi, bukan kenyamanan ibu bapaknya. Kalau dia menangis berarti lapar ya menyusui saja di tempat kejadian itu terjadi. Begitu juga susu formula apabila ASI sedang habis atau sedikit, diberikan susu formula sedikit juga tak apa. Toh tidak berlebih. Intinya kami mementingkan kenyamanan sang bayi.” Ryan, 28 tahun, Pegawai Negri.

Saya sangat pro ASI! Tidak pernah lupa untuk mengingatkan istri makan makanan sehat dan juga tetap tenang dan tidak senewen agar ASI lancar. Di manapun menyusui saya nggak masalah karena istri saya selalu bawa penutup. Tony, 40 tahun, wiraswasta.

“Menurut saya ASI is the best. Bagaimanapun juga bahan komposisi susu formula tidak cukup untuk menggantikan ASI. Itung-itung mengajari anak hidup sehat sejak awal. Saya selalu megingatkan istri untuk makan makanan bergizi dan istirahat yang cukup hingga ASI lancar. Tapi untuk menyusui, saya kurang mendukung melakukannya di depan umum. Jujur saja membuat yang melihat tidak nyaman dan risih, ini buat saya lho ya. Jadi saya selalu meminta istri menyusui di baby room, di mobil atau di pojokan manalah yang sepi.” Bryan, 40 tahun, Accoutant.

Coba sekarang tanyakan ke suami Anda :).


Post Comment